"Lepaskan! Bajingann. Keparat kalian semua." Teriak Kino di dalam penjara.
Setelah rencananya gagal tadi, ia dibawa oleh Glen dan juga Raka ke kantor polisi tentu itu disaksikan oleh sejumlah orang-orang disekitar sana.
Jangan tanya bagaiamana Aira sekarang? Wanita itu terkejut melihat suaminya babak belur dan juga di tangkap oleh asisten iparnya dan juga adiknya itu.
"Raka lepasin. Dia kakak iparmu." Teriak Aira
"Diam! Dia bukan kakak ipar Raka lagi. Dia bajingan." Teriak Raka, dia sudah muak dengan semua tingkah kakaknya itu.
Raka menarik Kino tanpa peduli lagi dengan Aira. Wanita itu mengepalkan tangannya kuat.
"Sayang! Ini tidak benar, kan? Sayang."
Aira ditarik oleh Anita, ia harus menenangkan anaknya itu. Ini pasti jebakan Ara pastinya.
Kino didorong masuk kedalam mobil bersama bodyguard yang di bawa oleh glen. Glen memegang pintu mobilnya dan berbalik melihat Raka.
"Masuklah! Ayahmu sedang operasi." Ucapnya lembut
"Tapi..."
"Biar kakak yang tangani. Dia tidak akan bisa keluar. Kakak sudah ada buktinya." Raka melihat Glen dalam, Glen sedari dulu sangat baik kepada Ara dan juga adik-adiknya, mereka juga sudah dekat.
Raka berpikir sejenak. Dia laki-laki tertua dikeluarganya dan saat ini keluarganya sedang tidak baik-baik saja. Aira tentu tidak bisa diajak berkomunikasi jika ada masalah apapun dan juga tidak bisa memecahkan masalah, sedangkan Ara, kakaknya itu sedang banyak pikiran apalagi kakaknya itu sedang shock dan pingsan, ia tidak ingin membebankan kakaknya itu. Sedangkan adik-adiknya, ia tidak ingin adiknya itu ketakutan apalagi dengan semua yang terjadi. Ayah mereka pun sedang menjalankan operasi itu yang menjadi perhatian mereka saat ini.
"Raka..."
Raka menganggukkan kepalanya.
"Pastikan dia dihukum dengan berat kak." Glen mengangukkan kepalanya dan kemudian masuk kedalam mobil. Mobil itu bergerak melaju diikuti dua mobil dibelakangnya lagi. Raka melihat kepergian Glen, ia mengepalkan tangannya. Tak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh Kino selama ini. Pantas saja kakaknya itu tak ingin melihat atau bertegur sapa dengan Kino.
Clara membuka matanya kepalanya terasa pusing. Victor yang melihat istrinya itu sadar langsung mendekat dan memegang tangan Clara. Namun perempuan itu langsung menepisnya kasar membuat Victor bingung.
"Sayang." Panggil Victor.
"Jangan dekati aku." Ucap Clara
"Kenapa?"
"Tinggalkan aku sendiri Victor." Ucap Clara dengan tegas. Victor terdiam tentu dirinya tersinggung melihat istrinya yang tidak ingin dekat dengannya. Namun ia tidak ingin berdebat dengan Clara.
"Aku akan panggilkan dokter dulu." Ucap Victor. Pria itu memilih keluat ruangan dan mencari dokter dari pada dirinya harus melihat penolakan istrinya yang membuat darahnya mendidih.
Clara menghela nafasnya dan mengingat kejadian yang baru saja terjadi dimana dia hampir diperkosa untuk kedua kalinya oleh Kino. Clara menyeka air matanya, ia tidak tahu kenapa suami kakaknya itu begitu jahat kepadanya. Walaupun kejadian ini tidak membuat dirinya kehilangan keperawanan namun tetap saja ia menganggap dirinya kotor karena sudah tidak bisa melawan ketuka Kino melecehkannya. Ia mengelap bibirnya kasar, leher dan juga badannya yang sudah di pegang oleh Kino tadi. Ia merasa jejak pria itu melekat di tubuhnya dan tidak bisa dibersihkan. Ia terus menggosok sekujur tubuhnya hingga kulitnya memerah. Infusnya juga terlepas paksa dan darah keluar dari sana. Ia menangis terisak.
Victor yang masuk bersama dokter yang ia panggil dan melihat Clara yang menangis histeris sambil menggosok kulitnya kasar.
"Ara!" Pekik Victor. Clara tidak memperdulikan dan terus menggosok.
KAMU SEDANG MEMBACA
MARRIED MY EX
Romantik#cerita kedua semoga terhibur "Kau dulu memang tipeku tapi sekarang bukan." ucap Victor "Kau pikir kau tipeku? Tidak sama sekali." Clara memandang jijik pria yang pernah bersamanya dulu. "Jadi?" "Apa? Tidak mau." "good! besok kita nikah." putus...
