Clara terbangun dari tidurnya. Ia mendapati Victor yang tertidur sambil menggenggam tangannya. Ia melihat ada tetesan air mata mengalir di mata Victor. Ia ingin menyeka air mata itu namun ingat kejadian semalam kembali terngiang.
"Aku masih mencintainya."
"Maafkan aku Clara. Tapi aku tak bisa melupakan dia meskipun dia sudah mengkhianatiku."
"Ceraikan aku sekarang juga!"
Arggghhh
Clara memegang kepalanya yang sangat sakit.
"Untuk apa aku hidup Victor. Aku akan hanya menjadi pelampiasan kalian semua."
"Lepas.....ahhhhhh... tolong!"
"Aku masih mencintainya."
Arggghhhh
Victor terbangung ketika mendengar rintihan Clara.
"Ara! Bèbè." Panggil Victor. Clara masih teriak kesakitan. Victor panik dan kemudian keluar dari ruangan Clara untuk memanggil dokter.
"Dokter! Dokter!" Teriaknya. Semua orang melihatnya. Ia kembali kedalam dan melihat Clara lagi. Hidung Clara sudah mengeluarkan darah, wanita itu masih histeris
"Aku masih mencintainya."
"Aku masih mencintainya."
"Bèbè! Ini aku Victor." Victor menangkup wajah Clara pelan.
Arrghh
"Maafkan aku sayang." Victor memeluk Clara dan terus membisikkannya.
"Tenanglah! Aku disini." Bisiknya.
"Aku akan menangkapnya. Maafkan aku sayang."
Clara menangis dan kemudian memeluk Victor erat.
"Lepaskan aku, Victor." Ucap Clara
Victor menggelengkan kepalanya kuat.
"Tidak! Tidak akan."
"Kumohon." Victor melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Clara, ia mengusap darah di hidung Clara dan menyatukan kening mereka.
"Tidak sayang! Maafkan aku. Bimbing aku sayang."
"Kau masih mencintainya. Aku tidak pantas jadi istrimu." Victor menganggukkan kepalanya. Ia lalu memiringkan wajahnya dan menyatukan bibirnya dengan Clara. Ia melumat bibir itu dengan lembut dan tidak menuntut, clara mulai membalas ciuman itu sama lembutnya. Ciuman mereka semakin lama semakin intens dan membuat Clara lupa akan traumanya dan menjadi tenang.
Victor melepaskan ciumannya dan menyatukan keningnya lagi.
"Beri aku kesempatan sekali lagi. Aku tidak akan mengecewakanmu lagi." Bisik Victor
Clara menggelengkan kepalanya, lelah. Ia lelah memberi kesempatan, setiap kesempatan yang ia berikan selalu diabaikan oleh Victor.
"Aku mohon sayang! Aku tidak akan bohong lagi." Clara menatap mata Victor dalam. Ia mencari kebenaran kali ini, ia bimbang untuk memberi kesempatan lagi untuk pria ini. Ia ingin hidup bebas, ia ingin hidupny tenang.
"Aku tahu. Kau tidak percaya tapi aku akan membuktikannya." Mohon Victor lagi.
"Baiklah." Ucap Clara pelan.
Victor tersenyum mendengarnya dan ia mengelus wajah Clara dan menciumnya.
"Terima kasih."
Martin yang mendengar sedari tadi percakapan Victor dan juga Clara. Tangannya mengepal kuat, hatinya terasa sakit sekali. Ia berharap Clara benar-benar membuka matanya dan melihat ketulusannya. Namun mungkin dia harus berjuang lagi. Tapi entah bagaimana lagi ia harus berjuang tapi hasilnya tetap sama Clara hanya menganggapnya sebagai kakak bukan sebagai pria yang mencintainya. Ia pun membalikkan tubuhnya dan pergi dengan perasaan yang terluka.
KAMU SEDANG MEMBACA
MARRIED MY EX
Romance#cerita kedua semoga terhibur "Kau dulu memang tipeku tapi sekarang bukan." ucap Victor "Kau pikir kau tipeku? Tidak sama sekali." Clara memandang jijik pria yang pernah bersamanya dulu. "Jadi?" "Apa? Tidak mau." "good! besok kita nikah." putus...
