Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pair : SasuSaku, SaIno, NaruHina, NejiTen.
Genre : T or M
Warning : Banyak Typo, gaje, Halu, Lemon, Dll
Author : A.C
.
.
.
.
.
.
Happy Reading
Sasori serta Gaara menatap datar pada sosok Deidara yang kini menatap takut pada kedua pria didepannya ini. Beberapa saat yang lalu ia di minta untuk menemui kedua saudara ini, namun yang ia dapati kedua lelaki dengan surai merahnya kini nampak di selimuti aura mencengkam membuat pria dengan surai kuning ini cukup takut di buat mereka.
"Jelaskan semuanya pada ku Deidara, apa yang terjadi pada ketiga orang itu? Mengapa mereka menghilang dengan begitu tiba-tiba." Ucap Sasori
"A....aku tidak tau, beberapa saat yang lalu mereka ada di sekolah, namun setelah jam pulang mereka menghilang." Ujar Deidara
Sasori serta Gaara saling bertatapan, cukup terkejut juga dengan menghilangnya ketiga orang itu. "Siapa yang terakhir kali bersama mereka?" Gaara menatap tanpa ekspresi pada Deidara membuat lelaki itu meneguk salivanya dengan kasar, di bandingkan dengan Sasori aura yang di keluarkan oleh Gaara terasa sangat mengintimidasi, Deidara sendiri mengakuinya, pria itu tergolong berbahaya.
"U... Uchiha Sasuke."
"Kau boleh pergi Deidara." Setelah berkata demikian Deidara berlari keluar, Gaara menatap sejenak pada Sasori yang kini mulai santai, apa pria itu tak khawatir?
"Kau tenang sekali." Ucap Gaara
"Sasuke sudah mengurus mereka, tak heran kita tak mendapatkan informasi apa pun." Ucap Sasori menatap Gaara yang kini hanya diam, pria itu berjalan mendekati meja kerjanya membuat saudara nya hanya menatap dalam diam lelaki itu. "Menurut mu bagaimana? Apa kita mendekatkan Sakura pada Sasuke?" Sasori bertanya dengan nada sedikit ragu, untuk mendekatkan kembali kedua nya ia pun tak menyetujui nya, namun dengan apa yang sering terjadi pada Akari serta Sarada membuat Sasori kembali berpikir.
Di lihat dari tindakan Sasuke saat ini membuat Sasori sedikit menaruh empati padanya, mengingat Sasuke yang pernah lupa ingatan membuat Sakura cukup menderita di tambah dengan kepergiannya jelas memberikan penderitaan Sakura semakin bertambah, namun ia pun tak bisa memaafkan Sasuke yang membuat adik kesayangannya itu sampai seperti ini.
"Aku ragu." Sahut Gaara tanpa menatap Sasori yang kini memilih menatap pada pemandangan di luar sana
"Bagaimana dengan Sakura? Kau tak lihat Sakura selama ini memilih untuk menghilang dari semuanya, ia bahkan tidak ingin bertemu dengan Sasuke." Tambah Gaara
Sasori kembali terdiam sejenak "Ya kau benar, tapi bagaimana dengan Akari serta Sarada? Sejujurnya aku pun tak menyukai ide seperti ini, namun sebaiknya kita pertemukan saja mereka, untuk kedepannya biar Sasuke serta Sakura yang memutuskan, ini pun terkait dengan anak kandung mereka sendiri."
"Jika menurut mu seperti itu, kita hanya bisa melindungi mereka saja dari jauh. Tapi jika Sasuke menyakiti Sakura lagi, aku tak akan tinggal diam."
"Bukan hanya kau saja, tapi aku juga."
Sasori tersenyum "Besok malam ada pertemuan peluncuran produk dari perusahaan Otsutsuki, kita gunakan kesenangan ini untuk mempertemukan Sasuke serta Sakura, aku akan meminta Itachi untuk membawa Sasuke kesana serta kau yang membawa Sakura."
"Kenapa bukan kau saja?"
"Identitas ku masih rahasia, jangan sampai ayah dan ibu tau aku masih hidup."
"Terserah kau saja." Sahut Gaara malas
"Kau hubungi Matsuri untuk mengatur jadwal Sakura untuk besok, oh ya kau bisa pergi, aku ada jadwal operasi sebentar lagi." Ucap Sasori membuat Gaara mendelik tajam padanya, apa-apa itu kenapa dirinya di usir begitu saja?
KAMU SEDANG MEMBACA
Permainan Takdir
FanfictionWarning!! Mengandung konten dewasa, banyak kata-kata dan penulisan yang mengandung unsur dewasa, hati-hati dalam memilih bacaan. Semuanya berubah, takdir tidak dapat di percaya lagi. luka kini membekas dan menghadirkan kenangan buruk. Kadang semuan...
