Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pair : SasuSaku, SaIno, NaruHina, NejiTen.
Genre : T or M
Warning : Banyak Typo, gaje, Halu, Dll
Author : A.C
.
.
.
.
.
.
Happy Reading
Suasana di ruang kerja Sasuke terasa dingin membekukan. Tatapan penuh ketidaksukaan dan kekesalan mewarnai wajah beberapa orang yang hadir. Meskipun mereka semua berhasil dikumpulkan dalam satu ruangan, ketegangan antara Hinata dan Tenten begitu nyata dan tidak bisa disembunyikan. Gaara dan Sasori pun tampak menahan diri, namun aura dingin dan tidak bersahabat menguar dari mereka berdua.
Ino, satu-satunya orang yang menjadi pemicu dari suasana tak mengenakkan ini, hanya bisa menunduk dalam diam. Tatapan tajam yang dialamatkan padanya memang pantas ia terima. Kesalahan fatal yang ia lakukan membuat Sakura terjebak dalam masalah besar.
"Aku benar-benar minta maaf! Setelah semua ini selesai... aku akan menebus semua kesalahanku pada Sakura," ucapnya dengan suara bergetar.
Gaara mengembuskan napas kasar. Mata jade-nya beralih menatap Sasuke yang sedari tadi diam, wajahnya datar dan tak terbaca.
"Sekarang bisa kau jelaskan, Sasuke? Kita semua sudah berkumpul. Apa yang sebenarnya sedang terjadi?" tanya Gaara dengan nada tegas.
Namun sebelum Sasuke membuka suara, Sai mengangkat tangan. "Sebelum Sasuke menjawab, aku punya sesuatu yang harus kalian lihat dulu. Gaara, kau sudah lihat file yang kuberikan kemarin?"
Gaara menggeleng. "Belum. Aku terlalu sibuk. Tapi flashdisk-nya kubawa."
Ia menyodorkannya pada Sai, yang langsung menerima dan menyambungkan ke laptop milik Sasuke. Semua mata tertuju pada layar, menunggu penjelasan.
"Ini dia... rekaman CCTV yang kubobol dari kediaman keluarga Haruno," kata Sai sambil mulai memutar video. "Rekamannya memang empat tahun lalu, tapi isinya cukup mengejutkan."
Di layar terlihat pertemuan antara Shion, Mebuki, dan seorang pria asing—Kisazi. Ketiganya tampak akrab, berbicara dengan santai. Meski suara dalam video pertama tidak terdengar, namun interaksi mereka membuat semua yang melihat tercengang.
"Apa mereka membahas sesuatu yang penting?" tanya Sasori.
"Diam dan perhatikan saja," balas Sai sambil menggeser ke bagian berikutnya.
Rekaman berubah, kini menampilkan ketiganya berjalan menuju ruangan tersembunyi di dalam rumah. Bahkan Gaara yang pernah tinggal di rumah itu mengernyit bingung.
"Kau tahu soal ruangan itu?" tanya Sasori melirik Gaara.
Gaara hanya menggeleng pelan. "Aku tidak pernah tahu ada ruangan seperti itu."
Tenten mencondongkan badan. "Kau punya rekaman lanjutan dari dalam ruangan itu?"
Sai mengangguk, lalu menjalankan video yang berhasil dipulihkannya. Kali ini, suara lebih jelas. Mereka bisa mendengar percakapan di dalam ruangan itu.
Isi rekaman membuat semua terdiam: Mebuki dan Kisazi tengah menyusun rencana pembunuhan atas orang tua kandung Gaara dan Sasori. Tujuan mereka jelas—menguasai harta keluarga Sabaku. Dan lebih mengejutkan lagi, Mebuki mengakui bahwa anak kandungnya sendiri telah meninggal saat lahir. Dengan bantuan Kisazi dan Shion, mereka menukar bayi yang meninggal itu dengan bayi perempuan—Sakura—adik kandung dari Gaara dan Sasori, yang kemudian dibesarkan sebagai anak Haruno.
Diam-diam, rasa sakit mulai merayapi hati masing-masing dari mereka.
Sejak kecil, Gaara, Sasori, dan Sakura tumbuh bersama di bawah asuhan Mebuki dan Kisazi. Mereka selalu percaya bahwa mereka adalah saudara sedarah, dididik untuk saling menjaga satu sama lain. Semua kenangan masa kecil, semua tawa dan tangis yang mereka bagi… ternyata dibangun di atas kebohongan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Permainan Takdir
Fiksi PenggemarWarning!! Mengandung konten dewasa, banyak kata-kata dan penulisan yang mengandung unsur dewasa, hati-hati dalam memilih bacaan. Semuanya berubah, takdir tidak dapat di percaya lagi. luka kini membekas dan menghadirkan kenangan buruk. Kadang semuan...
