D U A P U L U H L I M A

327 31 1
                                        

Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pair : SasuSaku, SaIno, NaruHina, NejiTen.
Genre : T or M
Warning : Banyak Typo, gaje, Halu, Lemon, Dll
Author : A.C
.
.
.
.
.
.
Happy Reading

"Apa mau mu Sasuke?" Kalimat pertama yang di dengar oleh Sakura ketika keduanya kini berada di balkon hotel.

Sasuke tak menjawab dan hanya menatap Sakura lekat, manik hitam jelaganya tak bisa mengalihkan sedikitpun pandangannya dari Sakura. Wanita itu benar-benar selalu menghipnotis nya, Sakura sangat cantik dan menawan secara bersamaan. Surai merah mudanya yang panjang di gulung serta di sirkam menampilkan leher jenjangnya serta emerald indahnya yang begitu menghipnotis tak lupa juga figur wajahnya yang sangat dewasa membuat Sakura benar-benar berkali lipat lebih tajam.

"Jika tak ada yang ingin kau bicarakan, aku pergi." Tambah Sakura membuat Sasuke menahan tangan Sakura, pandangan matanya menatap senduh pada Sakura, ia tak sanggup lagi jika harus berpisah dengan Sakura, selama 10 tahun ini ia sangat tersiksa.

"Aku salah, maafkan aku Saki. Aku yang mengalami amnesia saat itu membuat mu terluka begitu banyak." Ucap Sasuke menatap Sakura dengan pandangan bersalahnya, ia mengakui dan tentunya sangat menyesal. Jika saja saat itu dirinya tak mengalami amnesia situasi ini tidak akan terjadi, ia akan tetap melindungi Sakura dan bahkan berada di sampingnya. Bukan seperti sekarang hanya memberikan goresan luka dan bahkan karena perbuatannya sendiri Sakura menjadi jauh dengannya.

Sakura sendiri pun terdiam menatap Sasuke, sejak perpisahan 10 tahun lalu membuat ia mengalami banyak hal, apa lagi membesarkan kedua putrinya bukan hal yang mudah. Beberapa kali tekanan mental ia dapati, penghinaan untuk dirinya serta Sarada dan Akari membuat Sakura menderita juga. Namun jauh dalam lubuk hatinya pun ia tak bisa memaafkan Sasuke begitu saja, apa yang harus ia lakukan? Sarada dan Akari membutuhkan figur ayah sedangkan perasaan Sakura saat ini masih begitu abu-abu.

"Aku tau kau tak bisa memaafkan ku begitu saja, apa lagi dengan perbuatan ku sampai mereka lahir." Ucap Sasuke sembari melirik ke arah pintu yang tertutup seakan-akan melihat keberadaan dari kedua anak gadis itu.

"Terima kasih sudah melahirkan mereka Sakura."

"Mereka bukan anak mu Sasuke, mereka putriku." Ucap Sakura memotong

Sasuke tersenyum kecil "Aku sudah tau segalanya Sakura."

"Kau tak berhak memisahkan mereka dari ku, jangan bermimpi untuk mendapatkan kedua anak-anak ku." Sakura menatap Sasuke dengan tatapan amarahnya, ketakutannya perlahan muncul, ia tak bisa seperti ini, bagaimna ia bisa sanggup berpisah dengan kedua putri tercinta nya?

Sasuke melangkah maju mencekam pundah wanita itu yang kini mulai terlihat tak dapat mengendalikan dirinya, pandangan emerald serta onyx legam Sasuke terkunci pada netra Sakura.

"Sakura aku tak akan merebut Sarada dan Akari dari mu, tenang." Ucap Sasuke halus membuat Sakura menatap Sasuke cukup lama untuk mencari tau kebenaran dari kata-kata nya melalui tatapan mata lelaki itu.

Sakura melepaskan cengkeramannya Sasuke, ia melangkah mundur membuat Sasuke tersenyum kecut, Sakura masih belum bisa mempercayai nya ternyata.

"Menjauhlah dari ku, jangan mendekati anak-anak, itu salah satu cara agar aku memaafkan mu Sasuke." Ucap Sakura membuat Sasuke mematung, menjauh dari Sarada dan Akari ia sesungguhnya tak sanggup, 10 tahun tak bertemu di tambah permintaan Sakura saat ini, Sasuke bingung dengan apa yang akan ia putuskan saat ini.

"Sakura aku bisa menerima hukuman lainnya, tapi jangan menjauhkan Sarada dan Akari dari ku. Biarkan aku tetap bersama dengan mereka, aku tak akan menjauhkan mereka dari mu, Sarada dan Akari akan berada dalam pantauan mu, ku mohon." Ucap Sasuke

Permainan TakdirCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang