L I M A B E L A S

310 36 3
                                        

Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pair : SasuSaku, SaIno, NaruHina, NejiTen.
Genre : T or M
Warning : Banyak Typo, gaje, Halu, Lemon, Dll
Author : A.C
.
.
.
.
.
.
Happy Reading

Senyuman Sakura mengembang, akhirnya ia bisa lepas dari kejaran Naruto dan Neji, tujuan Sakura saat ini menuju ke kelas Sarada dan Akira dengan berharap tidak mendapati keanehan lagi. Cukup di kejar oleh kedua Manusia aneh itu.

'Bagaimana Sakura, kau sudah aman sekarang?'

Sakura membaca pesan singkat yang di kirimkan oleh Tenten padanya, tangannya kembali mengetik pesan balasan untuk sahabatnya itu.

'Terima kasih untuk bantuannya, tapi apa yang kau lakukan sampai Neji berhenti mengejar ku?

Sakura mengirim pesan itu pada Tenten, tidak lama kemudian ponsel Sakura bergetar, ia mengangkat panggilan itu.

"Ada apa Sasori nii?"

'Setelah jemput twins langsung pulang Sakura, jangan kemana-mana'

"Iya aku tau, rapat itu harus berjalan dengan baik nii Chan, jangan sampai terjadi kesalahan." Ujar Sakura

'iya-iya aku tau, aku matikan ponselnya, mereka sudah datang.' ucap Sasori kemudian mematikan ponselnya sepihak.

Dengan langkah yang anggun Sakura kini berjalan mendekati kedua gadis berbeda Surai kini tengah memakan es krim dengan antusias, senyuman Sakura sama sekali tidak luntur, senyuman kedua anaknya sangat jarang terlihat apa lagi putrinya Sarada, benar-benar datar tanpa ekspresi.

"Mama." Pekik Akari heboh kemudian berlari memeluk erat Sakura, Sarada tersenyum kecil menghampiri ibu tercintanya.

"Kenapa makan es krim hm, kalian bisa sakit nanti." Tutur Sakura

"Hehehe bunda, tadi Papa yang membelikan kami es krim." Ucap Akari antusias membuat Sakura mematung, sedangkan Sarada menyikut pinggang Akari dan menatap tajam pada kembarannya sendiri.

"Maksud Akari, ada seorang paman yang baik, ia menganggap kami seperti anaknya, jadi kami memanggilnya Papa." Jelas Akari gugup.

Sakura menganggukan kepalanya, ia melirik arlojinya sesaat kemudian menatap kedua anaknya.

"Jangan sembarang memakan pemberian orang tak di kenal Sarada, Akari. Bisa saja ada niat jahat, mama sudah berpesan kan." Ucap Sakura menatap bergantian kedua anak gadisnya itu

Akari serta Sarada hanya menunduk merasa bersalah tentunya, apa lagi kali ini mereka membohongi sang ibu.

"Iya Ma, maaf." Ucap keduanya bersamaan

Sakura menghembuskan nafas kasar, "Baiklah jangan ulangi lagi, kita pulang sekarang," Ucap Sakura

"Mama tidak ikut rapat?" Tanya Sarada membuat Sakura tersenyum tipis

"Tidak Sarada, paman Sasori yang menggantikan mama, ayo pulang." Ujar Sakura kemudian menuntun kedua anaknya menuju ke mobil yang sudah ia parkiran di jarak yang cukup jauh.

🖤🖤🖤

"Ini! Apa ini benar kau Sakura?" Gumam Naruto tidak percaya

Ia kembali membaca secara seksama dengan data yang baru saja ia dapatkan dari asistennya, mengambil ponselnya Naruto dengan segera menghubungi sosok di seberang sana.

"Datang ke kantor ku cepat, ada yang ingin ku bicarakan." Tukas Naruto

Suasana dalam kantor Naruto cukup panas, namun lelaki itu masih dengan setia menatap informasi yang baru ia terima.

Permainan TakdirTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang