Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pair : SasuSaku, SaIno, NaruHina, NejiTen.
Genre : T or M
Warning : Banyak Typo, gaje, Halu, Lemon, Dll
Author : A.C
.
.
.
.
.
.
Happy Reading
Sakura kini menatap tidak tenang, rasanya ketakutan terbesar menghampiri dirinya, ia tidak takut jika bertemu dengan keluarga Uchiha hanya saja yang ia takutkan mereka mengetahui perihal anak anaknya itu.
"Sakura chan tenanglah, semua akan baik-baik saja" ucap Matsuri mencoba menenangkan Sakura yang kini terus saja berjalan mondar mandir di depannya bak seterika rusak, bahkan gadis itu beberapa kali pun menggigit kukunya, kebiasaan Sakura ketika perasaan sangat tak tenang, seperti saat ini.
"Aku hanya takut, takut jika apa yang selama ini aku sembunyikan mereka mengetahuinya" jelas Sakura "Aku tau apa yang ku lakukan ini egois, tapi mereka sendiri membenci kehadiran ku Matsuri nee, aku tidak tau apa yang ku lakukan selama ini sehingga mereka membenciku" lanjut Sakura menunduk sedih, menahan diri untuk tidak menangis ia harus kuat tentunya.
pintu ruangan Sakura tiba-tiba saja terbuka dan menampakan dua pria dengan surai merah yang sama, keduanya kini menatap Sakura yang masih menunduk, Sasori dan Gara perlahan berjalan mendekati Sakura.
"Saki" panggil Gara dan Sasori bersamaan membuat Sakura mendongkak menatap kedua pria itu yang kini sudah berada didepan mereka.
"Nii san, apa yang harus ku lakukan? Jika...jika sampai mereka tau aku di sini, bagaimana dengan anak-anak ku?" Sakura berujar panik menatap Gara dan Sasori bergantian.
"Kami tidak akan membiarkan hal itu, Saki. Kau tenanglah, rapat nanti biar aku saja yang urus, oke." Sasori menatap lembut Sakura agar wanita itu bisa tenang, saudari perempuannya ini benar-benar terlihat takut, wajahnya tak dapat menyembunyikan perasaannya saat ini.
"Tapi, jika para pemimpin lainnya menanyakan keberadaan ku, apa yang akan nii chan katakan?"
"Soal itu, kau serahkan pada kami. Lebih baik, kau jemput saja anak-anak itu akan meringankan beban pikiran mu." Tukas Gara, Sakura menganggukkan kepalanya dan tersenyum simpul. Ketenangannya kali ini hanya ia dapatkan jika bersama dengan kedua buah hatinya, Akari dan Sarada merupakan nyawanya meskipun mereka hadir begitu tiba-tiba, Sakura tak menyesal telah membawa mereka ke dunia ini. Keduanya merupakan anak dirinya dan Sasuke, Sakura tak tau apa yang akan terjadi jika sampai kebenaran terungkap nantinya. Mungkin egois dengan menyembunyikan kedua putrinya, tapi Sakura punya alasan yang sangat jelas, jika kedua gadis itu di ketahui keberadaan mereka kemungkinan mereka akan di tolak dan kemungkinan buruknya Sarada serta Akari bisa saja semakin terluka karena keluarga dari Sasuke, Sakura tak menginginkan itu terjadi.
Bahkan ini sudah 10 tahun berlalu, mungkin saja Sasuke sudah memiliki pendamping nya kan, ia tak ingin merusak kebahagiaan lelaki itu.
Pandangan Sakura menatap bergantian pada mereka semua "Aku pamit dulu nii chan, Matsuri nee, aku serahkan semuanya pada kalian, ya. Maaf kalau aku merepotkan kalian." Ucapnya
"Saki jangan berkata seperti itu, kau adik kesayangannya kami." Ucap Sasori menatap tak terima dengan perkataan Sakura.
Sakura tersenyum kaku menatap mereka kemudian mengangguk "baiklah nii chan, kalau begitu aku pergi dulu." Pamit Sakura kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
Gara, Sasori dan Matsuri saling bertatapan setelah kepergian Sakura "Matsuri, kau hendel semua rapat yang akan di bawakan dan serahkan pada ku, dan kau Gara, ada yang harus kita bicarakan lagi." Ujar Sasori dan di angguki oleh mereka.
Sedangkan di sekolah, Sarada dan Akari kini duduk berhadapan dengan Sasuke, Neji dan Naruto. Tatapan Naruto kini tengah mengamati Sarada, Akari dan Sasuke, ia tidak habis pikir dengan kedua anak itu, rupa mereka nampak sangat mirip dengan Sasuke.
KAMU SEDANG MEMBACA
Permainan Takdir
Fiksi PenggemarWarning!! Mengandung konten dewasa, banyak kata-kata dan penulisan yang mengandung unsur dewasa, hati-hati dalam memilih bacaan. Semuanya berubah, takdir tidak dapat di percaya lagi. luka kini membekas dan menghadirkan kenangan buruk. Kadang semuan...
