Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pair : SasuSaku, SaIno, NaruHina, NejiTen.
Genre : T or M
Warning : Banyak Typo, gaje, Halu, Lemon, Dll
Author : A.C
.
.
.
.
.
.
Happy Reading
Madara menatap keberadaan Mikoto dan gadis muda di depannya dengan tatapan datar. Raut wajah tidak suka jelas tergambar di wajah pria itu. Beberapa saat lalu, Mikoto menelponnya untuk mengabari bahwa ia akan menginap di kediamannya untuk beberapa waktu. Sejujurnya, Madara tidak masalah jika hanya Mikoto yang berkunjung. Namun melihat kehadiran gadis itu membuatnya merasa kurang berkenan. Entah kenapa, cukup dengan sekali lihat, Madara bisa langsung menyimpulkan bahwa gadis itu akan membawa masalah besar nantinya. Instingnya jarang sekali salah—dan mungkin kali ini juga begitu.
Dengan gaya angkuhnya, Madara duduk di single sofa, menatap Shion dengan pandangan penuh penilaian.
"Untuk apa dia di sini?" tanya Madara dingin.
Shion menunduk, tubuhnya sedikit merapat pada Mikoto, membuat wanita itu refleks memberikan senyuman tipis, seakan ingin melindungi calon menantunya.
"Aku yang mengajaknya, Ayah. Hitung-hitung mempererat hubungannya dengan Sasuke," jelas Mikoto, tetap menjaga nada suaranya lembut.
Tatapan Madara semakin datar.
Yang benar saja—haruskah ia membiarkan Sasuke bersama gadis itu? Bagaimana dengan kedua cicit kecilnya yang menggemaskan? Bagaimana dengan perasaan Sasuke sendiri? Apa Mikoto sama sekali tidak memikirkan hal itu?
"Kau pergilah. Aku ingin bicara dengan Mikoto," ucap Madara tegas.
Mikoto tersenyum hangat pada Shion. "Pergilah temui Sasuke," katanya lembut.
Shion mengangguk, membungkuk hormat pada Madara dan Mikoto sebelum beranjak pergi. Seulas smirk sekilas terpatri di bibirnya—sesuatu yang tidak luput dari pengamatan Madara.
Begitu Shion menghilang dari pandangan, Madara langsung menatap Mikoto dengan dingin.
"Kau yakin dengan gadis itu?" tanyanya datar.
"Dia gadis yang baik, Ayah. Dia tidak seperti gadis liar itu," ungkap Mikoto.
Madara menghela napas berat. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan cara menantunya itu berpikir. Entah apa yang membuat mereka terus-menerus mempermasalahkan Sakura. Mata mereka benar-benar tertutup. Bahkan ketiga anaknya saja mulai mencurigai beberapa hal, namun Mikoto dan suaminya tetap keras kepala.
"Gadis itu tidak sebaik kelihatannya," ujar Madara pelan namun penuh tekanan.
"Apa maksud Ayah? Shion tidak seperti yang Ayah pikirkan. Ayah baru beberapa kali melihatnya, jadi mungkin belum mengenalnya dengan baik," jawab Mikoto, sedikit canggung.
"Kau meragukan penilaianku?" tanya Madara, suaranya dingin, membuat Mikoto langsung terdiam. Bukan itu maksudnya. Ia hanya berharap Madara tidak langsung menilai buruk gadis semenggemaskan itu.
"Sebaiknya perbaiki penilaianmu itu, Mikoto," tambah Madara sebelum beranjak pergi, meninggalkan Mikoto dalam keheningan yang berat.
🍒🍒🍒
Naruto menahan tawanya untuk tidak lepas, sedari tadi ia mencoba menetralkan perasaannya untuk tidak tertawa lebih lanjut. Bagaimana Naruto tidak merasa lucu, dengan wajah kusut serta tertekannya yang tak dapat di sembunyikan lagi. Sasuke dengan jiwa nya yang benar-benar lelah memilih untuk menginap bersama dirinya dan juga Neji, pria itu benar-benar tidak berniat untuk kembali ke rumahnya, sudah di pastikan gadis menjijikan itu akan terus mencari perhatiannya. Sasuke lebih memilih jalur aman untuk menginap dengan kedua sahabatnya ini, setidak untuk tidak melihat wajah sok baik milik gadis itu. Ughhh Sasuke benar-benar jijik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Permainan Takdir
FanfictionWarning!! Mengandung konten dewasa, banyak kata-kata dan penulisan yang mengandung unsur dewasa, hati-hati dalam memilih bacaan. Semuanya berubah, takdir tidak dapat di percaya lagi. luka kini membekas dan menghadirkan kenangan buruk. Kadang semuan...
