Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pair : SasuSaku, SaIno, NaruHina, NejiTen.
Genre : T or M
Warning : Banyak Typo, gaje, Halu, Lemon, Dll
Author : A.C
.
.
.
.
.
.
Happy Reading
Dengan wajah yang di tekuk, Shion menatap Mikoto dengan tatapan sedih, sejak semalam Sasuke sama sekali tidak pulang kerumah hal itu membuat Shion cukup kesal. Bagaimana tidak, ia sudah datang ke sini tapi pria itu masih saja bersikap dingin padanya, bahkan untuk meliriknya pun tidak. Shion sudah melakukan segalanya namun mengapa sampai sekarang ini ia tidak bisa menerobos pertahanan hati Sasuke? Apa kurangnya sekarang? Bahkan semua hal telah ia rencanakan dengan lancar tapi semuanya seakan-akan tidak membuat Sasuke meliriknya sedikit pun.
"Bibi kenapa Sasuke sama sekali tidak menyukai ku? Ia bahkan tidak pulang semalam, jika Sasuke tidak menyukai ku ada baiknya pertunangan kami di batalkan saja bibi." ujarnya membuat Mikoto menolak dengan tegas, ia sama sekali tidak ingin melepaskan Shion, gadis itu sudah ia anggap sebagai menantunya, jadi bagaimana mungkin ia melepaskan gadis itu begitu saja?
"Tidak! Pertunangan kalian tidak boleh di batalkan, bibi akan melakukan segala hal agar kalian bisa bersama." ucap Mikoto yakin
Shion tersenyum puas, melihat reaksi ibu Sasuke yang seperti ini tentu saja sudah membuat nya senang, meksipun belum mendapatkan hati Sasuke tapi ia sudah mendapatkan kepercayaan dan kasih sayang dari Mikoto bahkan Fugaku sendiri.
"Tapi Sasuke kun mencinta Sakura, ia bahkan tidak pernah mencintai ku." ucapnya menunduk disertai tangisan yang di pura-purakan.
"Tenang Shion, bibi tidak akan pernah merestui mereka. Lagian gadis itu sampai sekarang tidak di ketahui keberadaannya, meskipun Sasuke berusaha sebaik apa pun mencarinya bibi tetap akan memisahkan mereka." final Mikoto
Shion sangat puas dengan respon yang di berikan oleh Mikoto, meskipun ia sekarang tidak mengetahui kebenaran Sakura tapi dengan hasil kerja sama mereka tentunya mendapatkan keuntungan yang setara, ia mendapatkan apa yang ia mau dan mereka pun juga sama.
'Sakura nasib mu benar-benar sangat malang, tapi setidaknya aku memberikan mu kesenangan bersama dengan Sasuke kun, sebelum akhirnya kau benar-benar di hancurkan. Sudah sangat baik aku padamu, jangan sampai kau kembali lagi.' batin Shion gembira
"Bibi aku ingin pergi menemui Sasuke kun lagi, tidak masalah kan kalau aku kesana?"
"Pergilah Shion, kalau Sasuke memarahi mu seperti kemarin beritahu pada bibi."
Shion mengangguk dengan perasaan senang ia pergi meninggalkan Mikoto di sana, Madara yang dari tadi melihat interaksi mereka dari jauh tentu saja tidak menyukai nya. Mikoto benar-benar di peralat sekali oleh gadis itu.
Madara mendudukkan dirinya samping Mikoto, tanpa menatapnya ia memberikan sebuah dokumen pada wanita itu.
"Apa ini ayah?" tanya Mikoto heran
"Baca saja." sahutnya
Menatap sejenak pada Madara akhirnya ia menerima dokumen itu dan membacanya perlahan. Kerutan halus beberapa kali terlihat di wajahnya, dengan perasaan yang bercampur aduk Mikoto menatap ayah mertuanya untuk memberikan penjelasannya.
"Ini maksudnya apa ayah?" tanya Mikoto lagi
"Sebaiknya kau mencari tau sendiri Mikoto, aku tak akan menjelaskannya. Dengan beberapa dokumen ini setidaknya otak mu bisa di gunakan." ucapnya cukup tajam membuat wanita itu lagi-lagi bungkam. Madara sebenarnya tak berniat untuk menunjukkan beberapa hal, tapi dengan memberikan petunjuk seperti ini ada baiknya Mikoto mencari tau sendiri akan jawabannya, jika ia menjelaskannya pun akan percuma saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Permainan Takdir
FanficWarning!! Mengandung konten dewasa, banyak kata-kata dan penulisan yang mengandung unsur dewasa, hati-hati dalam memilih bacaan. Semuanya berubah, takdir tidak dapat di percaya lagi. luka kini membekas dan menghadirkan kenangan buruk. Kadang semuan...
