Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pair : SasuSaku, SaIno, NaruHina, NejiTen.
Genre : T or M
Warning : Banyak Typo, gaje, Halu, Lemon, Dll
Author : A.C
.
.
.
.
.
.
Happy Reading
Sasuke menatap Sakura yang kini tertidur pulas dalam pelukannya, setelah mengeluarkan semua isi hatinya wanita itu tertidur begitu saja. Sasuke menggelengkan kepalanya, Sakura sama sekali tidak berubah, ia tetap sama. Setiap kali gadis itu menangis ia akan tertidur begitu saja.
Tangan Sasuke terulur merapikan anak rambut Sakura yang kini sedikit menutupi wajahnya, tatapan Sasuke benar-benar lembut perasaannya pada Sakura begitu besar, keadaan saat ini membuat Sakura menjadi pihak yang sangat di rugikan.
"Aku akan melindungi kalian Sakura, keluarga kecilku." gumam Sasuke pelan
Di sisi lain terlihat Sarada serta Akari yang kini tengah berada di kamar mereka, kedua gadis dengan netra yang berbeda kini saling menatap satu sama lain.
"Ternyata untuk menyatukan papa dan mama cukup sulit ya Sarada nee." ujar Akari
Sarada mengangguk menyetujui "Tapi kurasa, tidak sesulit itu. Semua dari Papa, jika Papa benar-benar ingin mendapatkan mama itu tak akan sulit." Sarada menjeda sesaat, gadis kecil itu terlihat menimbang nimbang, ia ingin mengatakan sesuatu tentunya.
"Ku rasa ada sesuatu yang tidak sesederhana yang kita pikirkan."
"Maksud mu?"
"Entahlah, hanya firasat ku saja."
Akari mendengus kesal, Sarada selalu saja seperti itu berbicara tanpa penjelasan yang lebih lanjut, cukup menyebalkan tentunya.
"Sarada kenapa sejak dulu kakek Madara tidak pernah mengatakan kebenaran kepada kita? Kita kan harusnya di beritahu kan bahwa papa Sasuke itu papa kandung kita."
Sarada mengembuskan napas kasar, tatapan matanya melirik Akari dengan pasrah, apa otaknya tidak berpikir? Bagaimana bisa kakeknya mengatakan kebenaran pada mereka yang usianya saat ini masih sangat muda? Pemikiran orang dewasa pun penuh perhitungan. Ini pun mereka mengetahui kebenaran dari pembicaraan Mama dengan sahabatnya, jika tidak mungkin mereka tidak akan berada dalam kondisi seperti ini, Papa yang saat ini menjadi sosok yang sangat mereka inginkan.
"Otak pintar mu hilang kemana baka?" umpat Sarada
"Kata-katamu menyakiti hati ku Sarada nee." Akari berujar mendramatis membuat Sarada hanya menghembus nafas kasar.
❄️❄️❄️
Suara lantunan musik yang begitu keras serta banyaknya orang-orang yang nampak asik dengan dunia mereka serta berjoget ria menambah suasana yang begitu ramai. Bahkan lampu disko yang berkelap-kelip pun tak luput dari sorot mata pria yang kini tengah menikmati wine nya. Kulit pucatnya, serta senyuman palsu yang sering terukir di bibirnya menatap pada sosok pria dengan surai merah yang kini duduk di sebelahnya.
"Torres mas la plana 1." pria dengan surai merah di sebelahnya memesan pada bartender
"Kau baru datang kesini, Gaara." tukas lelaki itu menatap Gaara dengan wajah kusut nya.
Gaara mendengus kesal, dengan wajah datarnya ia melirik sosok Sai yang begitu santai bahkan tengah memainkan gelas wine nya itu.
"Sepertinya terjadi hal buruk." tebak Sai
"Diam lah." Gaara menjawab dengan ketus
Sai tertawa pelan, tatapan matanya kembali menatap area dance floor tempat yang saat ini sangat ramai bahkan di penuhi para wanita dan juga pria tentunya. Di samping itu, Sai mulai membuka suaranya tanpa menatap Gaara yang kini menatap wine pesanannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Permainan Takdir
FanfictionWarning!! Mengandung konten dewasa, banyak kata-kata dan penulisan yang mengandung unsur dewasa, hati-hati dalam memilih bacaan. Semuanya berubah, takdir tidak dapat di percaya lagi. luka kini membekas dan menghadirkan kenangan buruk. Kadang semuan...
