Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pair : SasuSaku, SaIno, NaruHina, NejiTen.
Genre : T or M
Warning : Banyak Typo, gaje, Halu, Lemon, Dll
Author : A.C
.
.
.
.
.
.
Happy Reading
Hinata merebahkan dirinya pada singel sofa di ruangan nya, manik matanya bergulir menatap sosok Naruto yang kini tengah menyeduh cap ramen. Entah sejak kapan Naruto tiba di apartemen yang ia gunakan selama sebulan sampai pekerjaannya selesai di sini.
"Kau kenapa Hime?" tanya Naruto menatap Hinata yang kini masih tetap terpaku padanya.
Hinata tetap diam namun ia merespon dengan sedikit gelengan kepala. Naruto menyerit, sepertinya gadisnya itu tengah memikirkan sesuatu. Ia mengenal Hinata pun bukan waktu yang singkat, setiap perubahan pada gadisnya itu ia cukup sadar.
"Ceritakan saja jika ada sesuatu yang membuat mu seperti ini." ungkap Naruto berjalan duduk di depan Hinata
Hinata menghembuskan nafas kasar kemudian menatap Naruto lamat "Ino datang menemui kami tadi, bahkan ia sempat bertemu dengan Sakura." ucapnya membuat Naruto cukup terkejut, ia menatap Hinata dengan serius untuk lanjut berbicara
"Apa yang ia katakan?" tanya Naruto
"Shion gadis itu dalang dari semuanya, ia bahkan otak dari semua masalah Sakura. Aku tak sepenuhnya percaya, entah kenapa tidak mungkin sepenuhnya dalang nya Shion kan?" ujar Hinata menatap Naruto, ia ingin mengetahui kebenaran dari Naruto tunangannya, ia tahu Naruto mengetahui banyak hal namun sering kali ia hanya diam, Hinata tidak memaksa untuk di ceritakan hanya saja kali ini ia ingin tahu dari Naruto, Sakura sendiri sahabatnya tidak mungkin ia hanya diam begitu saja.
"Itu benar! Ada beberapa hal yang memang di lakukan oleh Shion, untuk itu Sasuke membiarkan gadis itu berada di sekitarnya, bukan tanpa alasan hanya untuk mengumpulkan banyak bukti. Ya ini memang aneh karena Shion selama ini tidak pernah dekat dengan kita, namun setiap pergerakannya sudah terencana selama ini."
"Bagaimana bisa?" tanya Hinata dengan heran
Naruto terdiam sejenak "dia punya banyak temen di sekolah kita yang ikut memantau, kau tau Karin? Dia orang yang sangat di percaya oleh Shion, bahkan hampir semua rencana Ino untuk Sakura dulu atas arahan dari Shion. Gadis itu sangat licik."
"Hanya karena Sasuke dia bisa sampai seperti ini? Bukannya tindakannya itu gila?" Hinata tak bisa berkata apa pun lagi, mendengar apa yang di katakan oleh Naruto membuat Hinata cukup terkejut tentunya, apa hanya karena pria Shion sampai bertindak seperti itu.
"Bisa iya dan juga bisa tidak. Dalam kasus Sakura ini, tidak sesederhana apa yang kita kira, awalnya kami sempat mengira masalahnya akan mudah di selesaikan, namun setelah di cari tau, ternyata banyak hal yang tumpang tindih."
"Maksud mu?" tanya Hinata tidak paham
Naruto tersenyum menatap Hinata, ia bangun dari duduknya kemudian mengacak-acak rambut panjang Hinata membuat gadis itu sedikit kesal padanya.
"Nanti kau akan tau Hime, mungkin nanti kami akan meminta bantuan mu. Untuk sekarang bantu lindungi Sakura dari keluarga Sasuke, sebelum kejelasan dari masalah Sakura selesai mereka tidak boleh tau keberadaan anak-anak Sasuke." ujar Naruto
Hinata mengangguk menyetujui "Lalu mengenai Ino dan Sakura bagaimana?"
"Aku tidak tahu, tapi mengenai mereka itu biarkan Sakura dan Ino saja yang menyelesaikan nya."
❄️❄️❄️
Sasuke menatap kedua putrinya yang kini menatap nya dengan tatapan sedih, beberapa saat yang lalu ia mendapatkan telpon dari suigetsu sekertaris nya untuk segera ke kantor, beberapa hal harus ia urus untuk itu ia harus pergi. Sasuke hendak berpamitan pada kedua putrinya, namun melihat wajah memelas dari Akari serta Sarada membuat Sasuke tak tega untuk meninggalkan mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Permainan Takdir
FanfictionWarning!! Mengandung konten dewasa, banyak kata-kata dan penulisan yang mengandung unsur dewasa, hati-hati dalam memilih bacaan. Semuanya berubah, takdir tidak dapat di percaya lagi. luka kini membekas dan menghadirkan kenangan buruk. Kadang semuan...
