D U A P U L U H E M P A T

334 30 4
                                        

Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pair : SasuSaku, SaIno, NaruHina, NejiTen.
Genre : T or M
Warning : Banyak Typo, gaje, Halu, Lemon, Dll
Author : A.C
.
.
.
.
.
.
Happy Reading

"Papa!" Sasuke tersentak ketika mendapati suara tak asing bergema dalam pendengarnya, onyx nya menatap pada dua gadis kembar yang kini berlari mendekatinya. Sedikit heran tentunya dengan keberadaan Sarada serta Akari saat ini, bagaimana mereka bisa di sini?

"Dengan siapa ke sini?" Tanya Sasuke berjongkok menyamakan tingginya dengan kedua anaknya

"Dengan mama, tapi mama hanya mengantar sampai di pagar depan." Ucap Akari

"Dimana kakek? Bukannya kakek yang meminta kami untuk berkunjung." Tukas Sarada menatap sekeliling

Sasuke terdiam sejenak, ia tak menyangka juga bahwa kedua anak gadisnya cukup dekat dengan Madara.

Suara langkah kaki terdengar membuat ketiga pasang mata yang kini nampak berbicara menoleh pada Madara yang kini tersenyum.

"Kakek!" Akari berlari menerjang tubuh Madara membuat lelaki yang kini sudah termakan usia tersenyum lebar lalu membalas pelukan Akari juga, Sarada mendengus kecil.

"Kau hampir saja membuat Kakek terjatuh Akari." Omel Sarada membuat Akari meringis pelan sembari menatap khawatir pada Madara

Madara menoleh menatap Sasuke yang kini sudah cukup rapi, keningnya berkerut menatap cucu nya yang kini hendak pergi keluar. Sementara itu ia pun melirik Sarada serta Akari yang kini tengah berbincang berdua.

"Kau mau kemana Sasuke?" Tanya Madara

"Acara peluncuran produk baru dari perusahaan Otsutsuki." sahut Sasuke

"Mama juga pergi ke sana." Ucap Akari tiba-tiba

Madara tersenyum kecil, ia menatap pada Sarada serta Akari bergantian, sepertinya ini salah satu kesempatan untuk keluarga kecil Sasuke bertemu satu sama lain dengan Sakura.

"Kakek apa kami boleh ikut bersama dengan Papa bertemu dengan Mama." Akari berkata pelan membuat rawud wajah Madara sedikit berubah, gadis kecil itu sepertinya mengetahui fakta di antara Sasuke dan Sakura.

"Akari." Sarada menegur kembaran nya, ia tak bisa membiarkan orang-orang tau bahwa mereka sudah mengetahui siapa ayah kandung nya.

Namun berbeda dengan Madara, tingkat peka nya cukup tinggi, melihat interaksi Sasuke dengan si kembar di tambah dengan ucapan Akari serta Sarada membuat Madara paham.

"Kalian tau!" Ucap Madara membuat Sarada serta Akari menunduk

Madara tersenyum kecil kemudian membelai surai hitam mereka. "Kenapa berpura-pura?" Tanyanya

"Mama terlihat terluka jika membicarakan mengenai Papa, dan kami pun ingin tau apa kehadiran kami akan membuat Papa bereaksi seperti apa." Ucap Sarada sembari menatap Sasuke yang kini cukup sibuk dengan berbagai hal di depan sana, gadis kecil itu kembali menunduk pelan menahan isak tangisnya untuk tak keluar.

"Mengetahui Papa yang tak tau akan kehadiran kami membuat kami cukup memaklumi dengan apa yang terjadi, aku dan Sarada nee mencoba untuk mendekati Papa perlahan, tapi jika Papa tau yang sebenarnya apa kami akan di buang? Atau kami akan di perlakukan seperti apa." Timpal Akari

Madara tertegun dengan ucapan yang di lontarkan oleh anak kembar didepan ini, meskipun usia yang tergolong masih muda, pemikiran mereka benar-benar cukup dewasa. Anak-anak seusia mereka mungkin akan menangis atau pun akan bertingkah seperti anak-anak pada umumnya, namun berbeda sekali dengan Sarada serta Akari.

Permainan TakdirCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang