Clairen menggeliat pelan di atas tempat tidur, mencoba mengusir kantuk yang masih bertengger di pelupuk matanya. Energinya seolah belum benar-benar pulih setelah aktivitas donor darah kemarin. Pikirannya sudah berkelana ke rangkaian acara reuni pagi ini — ulang tahun SMA Nusa Bahana dan kegiatan bakti sosial yang menyertainya. Namun, tubuhnya mengatakan sebaliknya.
Clairen meraih ponsel di atas nakas dan membuka grup obrolannya bersama Valeryn dan Theo.
Clairen:
Morning oll!
Gue gak ikut acara pagi ini, ya. Masih capek banget energi gue seperti terkuras setelah kemarin. Kalian jalan aja, ya.
Tak lama, ponselnya bergetar dengan balasan dari Valeryn.
Valeryn:
Serius, Clay? Ishh gak seru banget. Ayolah bareng-bareng 😭
Theo:
Ya udah, nggak apa-apa. Lo istirahat aja.
Clairen tersenyum melihat perbedaan balasan dari kedua sahabatnya itu. Tentu saja ia tahu Valeryn akan protes jika ia tidak hadir. Namun badannya seolah menolak untuk hadir hari ini. Selain itu, berinteraksi dengan banyak orang benar-benar seperti seluruh energinya terkuras habis.
Clairen:
Iya, gue gak ikut ya sowwy heheh. Ini kalau gue dipaksain takut tumbang huuu. Kalian lanjut aja, hati-hati yaa!
Valeryn:
Yaudah, iyadeh. Lu jangan sakit lah, harus dateng kita di malam puncak reuni.
Theo:
It's okay, Clay.
Ve lu buruan siap-siapnya, dikit lagi gue jemput.
Valeryn:
Iya ihhh ini lagi siap-siap.
Clairen:
Hahaha, have fun, ya!
Setelah percakapan itu, Clairen menaruh kembali ponselnya di nakas dan menatap langit-langit kamar. Ia menghela napas, merasa sedikit bersalah karena tidak ikut serta dalam kegiatan pagi ini. Clairen memutuskan untuk kembali tidur sejenak.
⋅˚₊‧ ୨୧ ‧₊˚ ⋅
"Menurut lo apa Clay bakal baik-baik aja kalau nanti ketemu Wira?" tanya Theo memecah keheningan dalam mobil yang sedari tadi hanya dipenuhi suara dari lagu yang diputar olehnya.
"Ya iyalah! apasih Wira doang. Selama ini dia baik-baik aja, jadi gue yakin dia akan baik-baik aja. Kalau si Wira berani deketin Clay lagi, beneran gak tahu malu sih" jawab Valeryn optimis, walaupun jujur saja dia juga khawatir.
Theo mengangguk pelan sambil tetap fokus pada jalan. "Iya yak, gue setuju sih sama lo. Tapi, gimana kalau tuh cowok tiba-tiba ngedeketin Clay lagi?."
Valeryn mendengus, "Hah, ngedeketin lagi? Itumah dia beneran udah gak punya malu. Gila aja, gak tau diri"
Theo melirik Valeryn sekilas. "Kalau gue ingat lagi kejadian di acara pelulusan itu, rasanya bener-bener pengen gue gebukin si Wira. Gue aja sakit hati liatnya, apa lagi Clay ya"
Valeryn melipat tangan di depan dada, duduk menyandar ke kursi. "Gue yang gak liat langsung aja rasa-rasa pengen gue gebukin, yo."
Theo tersenyum kecil mendengar nada kesal Valeryn. "Tapi ngomong-ngomong menurut lo, Aron gimana?"
Valeryn melirik ke arah Theo, "Gimana apa nih maksud lo?"
"Ya, gimana? cocok gak? baik gak sih? Jujur aja gue takut Clay deket sama orang dari datting app. Kalau orangnya ada niat buruk gimana?"
KAMU SEDANG MEMBACA
App-Tastic Love
רומנטיקה[Hiatus hingga Desember 2025] Clairen Jaya, gadis periang yang menjalani kehidupan perkuliahan layaknya mahasiswa biasa. Namun, saat libur semester tiba Clairen merasa terjebak dalam rutinitas yang sunyi. Untuk mengusir kebosanan, ia mengunduh seb...
