[Hiatus hingga Desember 2025]
Clairen Jaya, gadis periang yang menjalani kehidupan perkuliahan layaknya mahasiswa biasa. Namun, saat libur semester tiba Clairen merasa terjebak dalam rutinitas yang sunyi. Untuk mengusir kebosanan, ia mengunduh seb...
Kamis pagi datang dengan sinar matahari yang lembut menyelinap melalui tirai kamar Clairen. Gadis itu membuka jendela kamarnya, menghirup udara segar, lalu duduk di sudut tempat tidur miliknya. Beberapa buku yang habis dibacanya terlihat menumpuk di atas nakas samping tempat tidur.
Hari ini adalah hari pertama dari rangkaian acara reuni. Dan seperti alarm tak terlihat, pikirannya kembali memutar kemungkinan-kemungkinan yang mungkin terjadi. Bertemu dengan Wira adalah salah satu skenario yang terus menghantui benaknya.
Sejak pekan lalu, Clairen selalu mencoba mengusir pikiran itu dengan rutinitasnya. Terkadang ia membantu ibunya menyiapkan sarapan, bercengkerama dengan Papa, Noura dan Reynar di meja makan. Clairen juga sering menghabiskan waktu di dapur untuk mencoba membuat masakan yang resepnya ia temukan di Instagram maupun Tiktok. Noura dengan antusias selalu menjadi "penguji rasa," sementara Reynar tentu akan mengomentari masakan Clairen dengan leluconnya, membuat semua orang tertawa.
Percakapan dengan Aron pun terus berlanjut setiap harinya. Setiap kali ponselnya berbunyi, senyum Clairen hampir selalu hadir tanpa ia sadari. Bahkan, percakapan kecil seperti "What are you cooking today, Chef Clairen?" yang selalu ditanyakan Aron berhasil membuat hari-harinya lebih ringan.
Clairen beberapa kali juga menghabiskan waktu bersama Valeryn untuk mencari dress baru yang akan dikenakan di malam puncak reuni, ia mencoba menyembunyikan kegelisahannya di balik tawa dan senyuman. Namun, tetap saja ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.
Sore itu, Clairen mengenakan inner putih dan cardigan berwarna senada dan celana jeans. Rambutnya ia biarkan terurai namun tetap rapi, dan sedikit polesan makeup. Ia memandangi pantulan dirinya di cermin sebelum mengambil tas kecil dan keluar kamar.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kak, Noa nitip jajanan ya kalau pulang" ujar Noura yang sedang duduk di sofa, memeluk boneka favoritnya.
Clairen tersenyum mengangguk, "Iya, kakak pergi dulu ya! Ray jagain Noa." setelah berpamitan, ia melambaikan tangan pada keluarganya sebelum benar-benar keluar dari rumah.
⋅˚₊‧ ୨୧ ‧₊˚ ⋅
Sesampainya di SMAnya, suasana penuh nostalgia langsung menyambut Clairen. Spanduk besar di gerbang bertuliskan "Donor Darah Alumni & Siswa SMA Nusa Bahana" berkibar tertiup angin. Beberapa teman lama sudah berkumpul, mengobrol dengan antusias.
Clairen berjalan menuju aula utama, sesekali bertukar sapa dengan wajah-wajah yang dulu begitu akrab. Stand-stand donor darah berdirtersususn rapi, dan banyak alumni yang datang untuk berpartisipasi. Clairen berdiri sejenak, menghirup napas panjang sebelum melangkahkan kaki ke tempat pendaftaran donor darah.
Setelah mendaftarkan diri, Clairen kembali berjalan memerhatikan orang-orang yang hadir. Senyuman dan sapaan dari beberapa teman lama membuat suasana terasa lebih akrab, meski di sudut hatinya ia tetap merasa canggung. Valeryn yang datang lebih awal, menghampirinya. "Clay, lo udah daftar buat donor darah belum?"