Hi fellas!
Makasih sudah membaca ceritaku ya.
Kalau kalian menikmati cerita ini, jangan lupa untuk vote dan tinggalkan komentar ya! 🥰
Dukungan kecil dari kalian bisa jadi semangat besar buat aku untuk terus menulis cerita ini sampai akhir. Jangan jadi silent readers, yaa!!
⋅˚₊‧ ୨୧ ‧₊˚ ⋅
Aroma bawang bombay dan mentega yang dipanaskan memenuhi dapur rumah Clairen. Cahaya pagi yang hangat menembus kaca jendela, menyorot meja makan yang masih kosong. Di depan kompor, Mama Clairen sedang sibuk menuang kocokan telur ke wajan untuk membuat omelet. Suara mendesis pelan mengiringi suasana tenang pagi itu.
Clairen berdiri di depan kulkas yang terbuka, bersandar santai di pintunya sambil memandangi mamanya yang terlihat begitu lihai memasak.
"Ma, aku bakal balik minggu depan," ucap Clairen, mengambil sebotol susu dingin lalu menutup kulkas. "Kuliah bakal dimulai tanggal 6."
Mama Clairen melirik sebentar, lalu membalikkan omelet dengan cekatan. "Wah, liburannya terasa cepat banget, ya. Kamu udah siap balik ke kesibukan kampus?"
Clairen mengangkat bahu dan tersenyum kecil. "Siap nggak siap, harus siap. Tapi, sebenarnya ada hal lain yang lagi bikin aku agak deg-degan."
Mama Clairen langsung melirik dengan alis terangkat. "Hm? Apa tuh?"
Clairen meletakkan susu di meja, lalu menyandarkan tubuhnya di dinding dapur, menatap mamanya dengan ekspresi campur aduk antara gugup dan antusias.
"Mama masih ingat nggak, aku pernah cerita kalau sempat dekat sama cowok dari luar negeri?"
Mama mengangkat wajahnya, lalu mengangguk pelan. "Iya ingat. Yang dari aplikasi datting itu, kan? Ih kamu tuh jangan asal main aplikasi gitu," Mama Clairen kembali melirik Clairen dengan tatapan yang serius. "Namanya siapa? Mama lupa"
"Iya Ma, Clay udah hapus kok aplikasinya," Clairen tersenyum tipis sambil menggaruk pelipisnya. " Namanya Aron," lanjut Clairen.
Mama menyusun omelet yang sudah matang di atas piring, lalu membawanya ke meja. "Kalian masih sering ngobrol?"
"Iya masih sering chatting, kadang juga telponan. Dia orangnya seru, Ma. Lucu, sopan, tapi juga bisa random banget." Clairen tertawa kecil mengingat percakapan mereka.
Mama Clairen duduk di kursi sambil menuang teh ke dalam cangkir. "Jadi ... kamu makin dekat sama dia sekarang?"
Clairen mengangguk. Ia menggigit bibir bawahnya, lalu menarik napas panjang sebelum bicara.
"Ma ... sebenernya ... Aron sekarang lagi di Indonesia. Dia lagi liburan sama keluarganya di Bali. Tapi dia bilang, dia pengin ketemu aku." Clairen menatap mamanya lekat-lekat. "Dan ... dia udah pesan tiket buat terbang ke sini pagi ini. Pesawatnya jam sepuluh. Aku mau jemput dia ke bandara."
Mama Clairen terkejut sejenak, matanya membulat. "Serius? Dia beneran mau ke sini?"
Clairen mengangguk cepat. "Iya. Aku juga nggak nyangka."
Mama Clairen tersenyum tipis, lalu menepuk tangan Clairen yang masih berdiri di dekat meja. "Ya udah, jemput aja. Bawa dia ke sini, biar bisa kenalan juga sama Mama dan Papa."
Clairen tiba-tiba terlihat gugup. "Tapi... Ma, gimana kalau Papa nggak suka? Selama ini kan aku nggak pernah bawa cowok ke rumah, selain Theo. Mama tahu sendiri, Papa tuh agak ketat soal cowok yang deket sama aku..."
Mama tertawa kecil, lalu berdiri dan meraih piring tambahan untuk sarapan. "Justru karena kamu belum pernah ketemu langsung sama Aron, lebih baik kalau kalian ketemu di rumah. Di sini lebih aman, ada Mama dan Papa juga. Papa mungkin agak kaku di awal, tapi dia bukan orang yang nggak bisa diajak ngobrol, kok."
KAMU SEDANG MEMBACA
App-Tastic Love
Romance[Hiatus hingga Desember 2025] Clairen Jaya, gadis periang yang menjalani kehidupan perkuliahan layaknya mahasiswa biasa. Namun, saat libur semester tiba Clairen merasa terjebak dalam rutinitas yang sunyi. Untuk mengusir kebosanan, ia mengunduh seb...
