[Hiatus hingga Desember 2025]
Clairen Jaya, gadis periang yang menjalani kehidupan perkuliahan layaknya mahasiswa biasa. Namun, saat libur semester tiba Clairen merasa terjebak dalam rutinitas yang sunyi. Untuk mengusir kebosanan, ia mengunduh seb...
Hari Jumat pagi, suasana di rumah Clairen terasa sibuk. Dapur yang biasanya tenang kini penuh dengan aktivitas. Clairen sedang sibuk mempersiapkan bahan-bahan untuk makanan yang akan dibagikan. Ia memutuskan untuk membuat rice bowl berisi ayam teriyaki dan scrambled egg, ide yang datang dari Raynar dua hari yang lalu ketika mereka berkumpul di ruang keluarga selepas makan malam. Clairen, yang terinspirasi oleh ide Raynar, merasa senang bisa melakukan hal ini—membagikan makanan kepada orang-orang yang membutuhkan.
"Ray, Noa, ayo bantuin," Clairen menyuruh adiknya, Raynar, dan Noura yang berada di ruang makan. "Bantu siapin wadah dan bahan-bahannya ya."
Raynar segera beranjak dari kursinya dan menuju ke meja dapur untuk memecahkan telur, sementara Noura dengan teliti menyusun wadah-wadah yang akan digunakan. Clairen, yang sudah menyiapkan ayam, tomat, dan selada, mulai memotong daging ayam untuk membuat ayam teriyaki. Clairen memarinasi daging ayamnya terlabih dahulu. Bumbu-bumbu disiapkan dengan hati-hati, karena ia ingin makanan ini terasa sempurna.
Beberapa menit berlalu, dan Clairen mulai sibuk memasak ayam teriyaki di atas kompor, mengaduk bumbu dengan telaten agar ayamnya matang merata. Raynar, di sisi lain, sudah mulai membuat scrambled egg, sementara Noura kembali menghitung jumlah wadah yang telah ia sediakan.
"Kita perlu sekitar 35 porsi, kan kak?" tanya Noura sambil menyusun wadah dengan hati-hati.
"Iya," jawab Clairen. "Ohiya, Kak Theo juga bakal datang." lanjut Clairen memberi tahu kedua adiknya. Sedangkan Valeryn belum bisa ikut bergabung kali ini karena sedang berada di luar kota untuk menghadiri pernikahan sepupunya.
Saat Clairen sibuk mengaduk ayam teriyaki, tiba-tiba bel rumah berbunyi. Raynar segera berlari membuka pintu, dan terlihat Theo berdiri di depan pintu dengan dua dus air mineral berukuran 330ml.
"Halo kak, masuk masuk," Raynar menyapa dengan senyum, sambil mengambil satu dus dari tangan Theo dan membantunya masuk ke dalam rumah.
"Thank you, Ray," kata Theo sambil membawa dus lainnya berjalan ke arah dapur.
"Sudah siap masakannya?" tanya Theo ketika melihat Clairen yang sibuk dengan masakannya.
"Dikit lagi, tinggal masukin nasi ke wadah-wadah," Clairen menjawab tanpa menoleh. "Bisa bantuin? Aku udah kasih contoh buat satu wadah di situ."
Theo mengangguk dan langsung mendekati meja dapur, membantu memasukkan nasi ke dalam wadah. Clairen kembali fokus pada ayam teriyaki yang sudah hampir matang, lalu sesekali menoleh untuk memastikan semuanya berjalan dengan lancar.
Sekitar pukul 11 siang, semua makanan sudah siap untuk dimasukkan ke dalam wadah. Clairen menatap sebentar ke arah Theo dan Raynar.
"Guys, kalian siap-siap untuk sholat Jumat dulu aja, nanti gue yang lanjut. Setelah itu kita baru jalan," Clairen mengingatkan, melihat mereka belum bersiap untuk ke masjid.
Theo dan Raynar saling menatap dan mengangguk. Mereka kemudian berjalan ke kamar Raynar untuk membersihkan diri dan bersiap-siap. Tidak berselang terlalu lama, mereka sudah rapi dan berjalan keluar menuju masjid, meninggalkan Clairen dan Noura di dapur. Clairen dengan cepat mengatur semua bahan ke dalam wadah-wadah makanan—selada, ayam teriyaki, scrambled egg, dan tomat. Semuanya disusun rapi dan seimbang di setiap wadah, agar siap dibagikan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.