Part 27

26 2 3
                                        

Hi fellas!
Makasih sudah membaca ceritaku ya.
Kalau kalian menikmati cerita ini, jangan lupa untuk vote dan tinggalkan komentar ya! 🥰
Dukungan kecil dari kalian bisa jadi semangat besar buat aku untuk terus menulis cerita ini sampai akhir. Jangan jadi silent readers, yaa!!

⋅˚₊‧ ୨୧ ‧₊˚ ⋅

Clairen menatap dua notifikasi di layar ponselnya, jemarinya melayang ragu di atas layar. Pesan dari Wira masih belum ia buka, sama halnya dengan pesan dari Aron. 

 Jantungnya berdebar lebih cepat dari sebelumnya. 

 Ia menghela napas, menutup matanya sejenak. Lalu, dengan satu tarikan napas dalam, ia akhirnya mengetuk salah satu pesan. 

Ruang obrolan itu terbuka. Jemarinya mulai mengetik.

Clairen:
Waittt, what?! 😳
I thought you'd go straight back to Algeria after Bali. 
Are you really coming here??

Aron:
Lol, of course I'm!
You really thought I'd leave without meeting you? No way.
I couldn't possibly miss the chance to see you. I mean, how could I not? 

Clairen:
I didn't expect this at all! omg YES, of course!!
I can't wait to see you.

Langit sore mulai beralih ke senja. Cahaya keemasan dari jendela menyusup pelan ke dalam ruang baca, menyinari helaian rambut Clairen yang tergerai di bahunya. 

Senyuman kecil muncul di sudut bibir Clairen. Percakapan itu berhasil membuatnya lupa sejenak akan rasa bimbang yang sedari tadi mengusik hatinya. Degup jantungnya berdetak lebih cepat.

Tak lama kemudian, balasan dari Aron kembali masuk

Aron:
YES!! OMG. I'll book the ticket now. Tomorrow, morning flight. Can't wait!!

Clairen tertawa kecil, menyentuh layar ponsel seperti bisa merasakan antusiasme Aron menular melalui pesan itu.

Namun...
Saat matanya bergeser ke atas, ia melihat satu notifikasi baru muncul. Sebuah pesan dari Wira

Pikiran Clairen seketika tertarik ke belakang, pada memori yang sempat ia lipat dan simpan rapat. Tapi seperti buku yang belum selesai dibaca, bab tentang Wira masih menggantung. Masih menyisakan tanda tanya yang kadang menyelip diam-diam di sela-sela pikirannya.

Clay akhirnya membuka pesan dari Wira. Di bacanya kembali pesan itu

Wira:
Emm... I was wondering if we could meet up
Lo ga bisa ya, Clay?

Dua pesan itu berjarak waktu cukup lama, karena sedari tadi Clairen tidak membuka dan membalasnya.

Ia mengetik perlahan, berhenti beberapa kali, menghapus, lalu mengetik ulang.

Clairen:
Oke. Ketemu dimana? Jam berapa?

Tak butuh waktu lama, Wira membalas.

Wira:
Thank u, Clay. Gue janji, gak akan lama. 
Jam 7 malam? 

Clairen menghembus nafas pelan, kembali mengetik balasan untuk Wira.

Clairen:
Okay. Dimana?

Wira:
Gue jemput aja ya?

Balasan dari Wira berhasil membuat Clairen mengernyitkan keningnya beberapa saat.

Clairen:
Ga usah, gue bisa sendiri kok.

Tentu saja dia tidak akan mau jika harus dijemput oleh Wira.

App-Tastic LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang