Mohon memberikan dukungannya.....
Keesokan harinya Alexa berjalan-jalan di sekitar Pulau Jeju tepatnya di pinggir pantai pada pagi hari. Jelas Alexa tidak mengajak Adnan karena berpikir mereka tidak sedekat itu hingga harus pergi bersama-sama. Lagipula Adnan pasti akan berkata cukup menyebalkan bila Alexa mengajaknya jalan-jalan ke sekitar pantai dan dia tak mau ribut di pagi hari bersama pria dengan alis menukik tersebut.
"Ah segarnya....."
Alexa menghirup udara bebas sebanyak-banyaknya dan melakukan peregangan. Dia merasa sangat segar dan semangatnya kembali lagi. Berlibur di pulau Jeju ternyata tidak seburuk itu meskipun selama ini Alexa tak pernah pergi ke Benua Asia. Sepanjang hidupnya Alexa hanya berjalan-jalan di sekitar Benua Amerika saja seperti ke Hawaii. Saat menikmati udara di pagi hari Alexa melihat sepasang muda-mudi Korea sedang bermain sepeda. Lama sekali wanita itu memperhatikan orang-orang yang mengendarai sepeda entah apa isi otaknya.
"Kau mau naik sepeda? Akan ku suruh pegawai hotel membawanya kesini"
Alexa melihat Adnan yang menghampirinya dan pria itu terlihat habis olahraga dengan pakaian yang santai. Alexa pikir Adnan masih tidur dan pemalas tapi ternyata pria itu suka berolahraga. Ini sesuatu yang di luar dugaan tapi melihat tubuh Adnan yang bugar tentu saja semua itu dia dapatkan dari berolahraga bukan?
"Hm... ini sedikit memalukan tapi aku tak bisa mengendarai sepeda.." ucap Alexa dengan wajah memerah.
"Kau sudah hampir berusia 30 tahun tapi tak bisa mengendarai sepeda? Kau ini bodoh atau apa ha ha ha"
"Shut up... aku sedang tak mau mendengar hinaanmu"
Alexa merasa kesal dan menyesal mengatakan itu semua pada Adnan. Selalu saja Adnan menghinanya setiap waktu itu dan itu terdengar sangat menyebalkan hingga Alexa mulai menjauh dengan langkah kaki yang cepat. Dia sedang tidak dalam kondisi ingin ribut meskipun sebal bukan main.
"Hey kau itu pemarah sekali! Ya sudah aku akan mengajarimu memakai sepeda sekarang juga, bagaimana?"
Adnan menarik tangan Alexa yang berjalan menjauh. Raut wajah wanita itu berubah menjadi antusias kala Adnan mengatakan akan mengajarinya. Tentu saja Alexa mau dan tak lama pegawai hotel datang memberikannya sebuah sepeda bagus. Mengingat hotel tersebut milik keluarga Devana tentu saja semua pegawainya sangat menghormati Adnan.
"Ayo cepat naik dan tegakkan tubuhmu!"
Alexa mengangguk dan mulai menaiki sepeda tersebut dengan wajah yang sedikit tegang. Di belakangnya Adnan memegang sadel supaya sepeda tetap tegak meskipun Alexa sangat payah dan berkali-kali sepeda yang dipakainya oleng. Wanita itu sangat bodoh tapi entah kenapa kali ini Adnan tidak mau mengatainya....
Sementara itu Mrs Devana tampak bersantai di pinggir kolam dan menyesap coctail yang kandungan alkoholnya sedikit. Saat ini Mrs Devana dalam misi memata-matai anak bungsunya sekaligus pergi berlibur. Wanita tua itu sudah jarang sekali berlibur ke luar negeri karena harus mendampingi Mr Noah Devana saat kunjungan bisnis. Tadinya Mr Devana tidak mengizinkan Mrs Devana pergi tapi wanita tua itu sangat hebat dalam urusan membujuk sang suami. Grace sang pelayan tampak menemani wanita tua itu dan ikut bersantai di sebelahnya. Mereka memakai bikini dan menikmati sinar matahari yang hangat.
"Grace cobalah kau hubungi Adnan, aku sungguh tidak sabar ingin mendengar informasi terkini, kau tahu sendiri kan aku tidak bisa terus memata-matai mereka atau mereka bisa curiga" ucap Mrs Devana panjang lebar.
"Tunggu sebentar madam, saya rasa saat ini mereka masih berpelukan di atas kasur yang empuk... " balas Grace sambil menahan tawanya.
"Oh my god aku sungguh tidak sabar ingin segera mempunyai cucu ho ho ho"
Mrs Devana terkikik dengan semua khayalannya. Wanita tua itu memang sangat lebay namun Grace malah ikutan tertawa histeris. Pantas saja mereka cocok toh satu sama lain gemar berkhayal. Mrs Devana harus melakukan segala cara agar Alexa cepat hamil.
********
Adnan melepaskan pegangannya di sepeda Alexa karena lelah hingga wanita itu melaju dengan kencang dan jatuh tersungkur. Beruntung dia tak terluka dan hanya ada sedikit lecet di kaki. Dengan wajah yang marah Alexa menatap Adnan dan menjauh dari sepedanya.
"Kau gila? Aku bahkan belum bisa mengendarai sepeda ini tapi kau malah melepasnya!"
Alexa hampir menangis dalam kemarahan dan Adnan segera menghampiri wanita itu. Dia menghela nafas panjang dan sedikit menyesal harusnya Adnan memang tak terburu-buru melepas Alexa. Tapi pria itu lelah karena sudah hampir 30 menit mengajari Alexa tapi wanita itu masih saja bodoh.
"Maafkan aku... tunggu sebentar tampaknya mommy menghubungiku"
Ponselnya berbunyi dan Adnan mulai mengangkat telepon dari sang ibu dengan headsetnya karena dia sedang mengajari Alexa mengendarai sepeda. Di seberang sana suara sang ibu tampak antusias, entah apa alasan sang ibu menghubunginya di pagi hari.....
"Bagaimana kabarmu baby dan apakah kalian berdua masih tidur berpelukan dalam selimut?" Tanya Mrs Devana membuat Adnan menaikkan alisnya.
"Tidak mom.... wait a moment..."
Adnan menarik sepeda Alexa yang tampaknya hampir oleng. Wanita itu masih belum menyerah hingga Adnan mengabaikan telepon dari sang ibu.
"Rileks Alexa.... buka kakimu lebar-lebar dan hirup nafas yang panjang...."
Sang ibu dan Grace yang mendengarnya tampak melotot. Bahkan Mrs Devana mulai menganga dan berpikir yang tidak-tidak atas apa yang terjadi antara anak dan menantunya.
"Ad... apa yang sedang kalian lakukan?"
"No... kenapa kau sangat bodoh? Buka seperti ini kakimu dan santai saja, ku pastikan kau tidak akan merasa sakit..."
Mrs Devana menutup mulutnya dan Grace yang mendengar itu mulai memukul meja pelan-pelan karena mereka berpikir Adnan tengah bercinta di pagi hari bersama sang istri. Mereka tampak histeris dalam suara yang pelan dan keduanya tertawa kencang.
"Uhm baiklah Ad sepertinya kalian sedang sibuk dan mommy tidak akan mengganggu dulu...."
"Okay mom..."
Mrs Devana dan Grace berpelukan riang karena merasa misinya untuk mendekatkan Adnan dan Alexa berjalan mulus tanpa hambatan. Kalau begini terus tentu saja Alexa akan segera hamil dan keluarga Devana akan segera mendapatkan penerus. Jelas ini sebuah berita yang Mrs Devana harapkan dan wanita tua itu segera menghubungi sang suami.
"Ini benar-benar berita yang bagus sekali..."
"Saya rasa saat pulang honyemoon nyonya Alexa akan segera hamil..." ucap Grace semangat.
Sementara itu matahari makin terik dan Alexa masih belum juga berhasil. Adnan terlihat sangat lelah dan keringat membanjiri tubuhnya. Dia tak mengerti kenapa mau mengajari Alexa naik sepeda dan sedikit menyesal karena menyuruh pegawai hotel membawa sepeda baru.
"Ah aku menyerah!!! Kau bodoh sekali wanita pendek!!"
Adnan melepaskan pegangannya di sepeda Alexa dan wanita itu mulai meluncur dengan pelan. Akhirnya Alexa bisa membawa sepeda setelah satu jam diajari oleh Adnan. Dia tampak terharu dan senang bukan main.
"Aku bisa mengendarai sepeda!! Ini pasti sebuah keajaiban... yeaaahhhh!!"
Alexa tampak girang dan Adnan yang melihat itu sangat lega. Dia hanya duduk dan tersenyum melihat Alexa yang bahagia namun tak lama Adnan memukul bibirnya karena tersenyum tanpa sadar.
"Kenapa aku malah tersenyum? Aku pasti sudah gila... tidak tidak dia cuma wanita pendek bodoh, menyebalkan dan arogan... dia juga tidak cantik, ayolah kenapa aku jadi begini???"
Saat dia tengah berbicara sendiri ponselnya kembali berdering dan ternyata itu panggilan dari Madison......
Bersambung......
Hai maaf baru update lagi 🤭🤭
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr and Mrs Devana
RomancePerjodohan klasik antara Adnan dan Alexa yang diawali dengan kebencian namun berakhir menggunakan perasaan.
