Mohon untuk memberikan dukungannya....
Alexa diantar pulang oleh Sebastian karena mereka seharian hanya mengobrolkan soal kerjasama antara Devana Grup dan Vivian Enterprise. Bahkan Sebastian lupa untuk kembali ke kantor karena begitu asyik mengobrol dengan Alexa. Mereka akhirnya pulang pukul 8 malam dan Sebastian merasa semakin dekat dengan Alexa. Sedangkan Alexa sendiri tidak keberatan jika Sebastian mau akrab dengannya terlebih pria itu sangat friendly tidak seperti seseorang yang menyebalkan. Sebastian sangat membuat Alexa nyaman bahkan pria itu tampak menghormatinya.
Setelah sampai di depan rumah, wanita itu segera keluar dari mobil dan melambaikan tangan pada Sebastian dengan senyum yang manis. Setelah itu Sebastian pergi bersama mobilnya dan lambaian tangan Alexa berhenti. Namun tanpa diduga Adnan melihat itu semua dan entah kenapa perasaan panas menjalar di dadanya. Pria itu juga mengepalkan tangan kuat-kuat dan berdecih karena Alexa bisa tersenyum pada Sebastian tapi padanya hanya bisa marah-marah saja. Adnan merasa emosi dengan semua ini dan dia akan membuat perhitungan pada wanita itu.
Adnan memutuskan duduk di sofa dan tidak melakukan apapun. Tak lama suara langkah kaki terdengar dan Alexa mulai membuka pintu serta menyalakan lampu karena rumah tampak gelap gulita. Tapi dia terkejut bukan main karena ada Adnan sedang duduk di sofa dengan tatapan datar seperti hantu.
"Oh my god! Aku bisa mati muda karena kaget!" Ucap Alexa sambil mengelus dadanya.
"Bersenang-senang seharian Alexa?" Tanya Adnan dingin.
"Apa maksudmu?" Tanya Alexa tak mengerti.
"Bukan apa-apa.."
Alexa tampak bingung dengan respon Adnan yang dingin namun dia memutuskan tidak peduli. Saat ini Alexa ingin masuk kamar dan dia meninggalkan Adnan seorang diri begitu saja. Adnan tampak makin kesal karena sikap cuek Alexa dan tanpa diduga dia segera meletakan kakinya di depan pintu kamar Alexa supaya wanita itu tidak bisa menutup pintu kamarnya. Dia benci diabaikan oleh Alexa padahal selama ini hubungan mereka kan memang tidak akrab. Sejak kapan Adnan merasa dekat dengan Alexa dan benci diperlakukan dingin?
"Hey what are you doing? Singkirkan kakimu itu!" Ucap Alexa marah.
"Why? Ini kan rumahku juga jadi aku bebas saja melakukan apapun" ucap Adnan petantang-petenteng.
Alexa kesal dan berusaha menutup pintu dengan sekuat tenaga tapi tenaga Adnan bukanlah tandingannya. Pria itu tampak tidak bergeming dan menatap Alexa dengan datar. Akhirnya Alexa menyerah dan membiarkan pintu kamar terbuka begitu saja. Adnan pun akhirnya masuk ke kamar wanita itu dan duduk di kasur dengan tak tahu malu.
"Kenapa kau masuk kamarku?" Tanya Alexa kesal.
"Kenapa kau tak suka? Kau lupa kalau kita memiliki hubungan suami istri?"
"Cih suami istri apanya..... sudahlah tinggalkan aku sendiri soalnya aku ingin mandi dan istirahat" ucap Alexa lelah.
"Mandi saja sana karena aku akan tidur..."
Adnan mulai membaringkan tubuhnya di kasur Alexa dengan nyaman. Tentu saja Alexa tidak terima jika pria itu mulai mengusiknya dan mulai bersikap menyebalkan. Tida bisakah sehari saja Adnan tidak membuat Alexa meradang?
"Hey kau punya kamar sendiri kenapa kau bersikap seenaknya sih?"
Alexa marah dan kesal hingga mencubit Adnan karena sikap Adnan yang memuakan. Adnan terbangun dari posisi berbaring dan tanpa diduga mulai memojokan tubuh Alexa ke tembok. Mereka saling menatap dengan jarak yang sangat dekat dan Alexa merasa dejavu dengan posisi ini.
"Bagaimana menurutmu kalau aku tidur di kamar ini selamanya?" Tanya pria itu sambil tersenyum miring dan menggoda.
"Kau gila? Tentu saja aku tidak mau... "
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr and Mrs Devana
RomancePerjodohan klasik antara Adnan dan Alexa yang diawali dengan kebencian namun berakhir menggunakan perasaan.
