26 - Beg

85 13 10
                                        

Mohon memberikan dukungannya....





"Apa kau akan terus membiarkannya nenunggu di luar seperti itu?"

Mrs Vivian sedikit merasa kasihan karena Adnan menunggu di luar sendirian terlebih kondisi sedang hujan deras. Alexa hanya terdiam sambil menatap jendela dan pria itu tampak basah kuyup. Tentu saja kondisinya memang menyedihkan namun entah kenapa Alexa masih teguh pendirian tak mau bertemu Adnan untuk sementara waktu. Dia masih ingin melindungi hatinya dari rasa kecewa dan masih ingin mencoba untuk menerima kenyataan bahwa Adnan akan memiliki anak dari wanita lain.

"Biarkan saja dia mom... pasti sebentar lagi dia akan pulang" ucap Alexa dengan helaan nafas panjang.

Alexa sendiri berusaha tak peduli dan kembali duduk di sofa tanpa menatap Adnan lagi. Hatinya masih sulit untuk menerima masalah ini, apalagi Alexa baru pertamakali jatuh cinta namun tak lama hatinya dipatahkan begitu saja oleh kenyataan yang ada.

"Kalau begitu mommy tidak akan ikut campur lagi..."

Mrs Vivian menggenggam tangan Alexa sejenak lalu pergi meninggalkan wanita itu ke dapur. Mungkin saja wanita tua itu akan memasak sedangkan Alexa seorang diri duduk di ruang keluarga dan mencoba untuk melupakan segalanya dengan membaca buku. Tak terasa dia membaca selama dua jam lamanya dan sesekali melakukan peregangan. Namun Alexa terkejut karena Adnan ternyata masih di luar dan makin basah kuyup. Pria itu keras kepala sekali dan Alexa menyerah, dia menghampiri Adnan keluar dengan memakai payung dengan hati yang kesal.

"Kau bisa sakit jika terus kehujanan seperti ini bodoh!"

"Alexa ku mohon maafkan aku dan kembalilah bersamaku" ucap Adnan sangat putus asa.

Pria itu menarik tangan Alexa dengan tatapan memohon. Bahkan kondisinya yang mengenaskan tidak Adnan pedulikan asal Alexa bisa kembali bersamanya. Mungkin memang di masa lalu Adnan adalah pria yang brengsek namun dia mau berubah...

"Kau akan menjadi seorang ayah dan sudah sepantasnya mempedulikan Madison bukan malah mempedulikanku" ucap Alexa dingin.

"Kau adalah istriku dan aku mencintaimu! Ku mohon jangan tinggalkan aku... ku mohon..."

Adnan berbicara dengan suara yang kecil dan wajahnya memucat. Tak lama Alexa menarik tangan Adnan dan mereka kini masuk rumah wanita itu. Dia memberikan handuk pada pria itu dan mengusap kepalanya yang basah. Saat ini Alexa tidak mau Adnan jatuh sakit akibat kehujanan.

"Pedulikanlah dirimu dahulu saat ini kau bisa sakit karena kehujanan"

"Aku bahkan sudah tidak peduli jika saat ini sakit, yang ku inginkan hanyalah dirimu"

Alexa termenung sejenak, tentu saja dia merasa kasihan melihat Adnan. Namun menerima kondisi Adnan yang memiliki anak dari wanita lain adalah situasi berbeda....

"Aku pernah bilang perlu waktu untuk berpikir kan?"

"Sampai kapan?" Tanya Adnan semakin terlihat menyedihkan.

Alexa hendak menjawab pertanyaan Adnan namun seseorang mengetuk pintu. Wanita itu bergegas membukanya dan sosok itu ternyata adalah Sebastian. Dia membawa buah-buahan dan roti kesukaan Alexa namun Adnan yang melihatnya justru tidak suka. Kakaknya itu pasti memanfaatkan kesempatan ini untuk mendekati Alexa. Dia yakin Sebastian menyimpan rasa pada Alexa dan Adnan semakin membencinya.

"Ah well... ternyata adikku yang manis ini datang berkunjung kesini rupanya"

"Kau tak usah berbasa-basi, ada gerangan apa kau datang kesini?" Ucap Adnan geram.

"Aku datang kesini karena mencemaskan Alexa dan sebagai teman yang baik aku ingin menghiburnya" balas Sebastian santai.

"Jujur saja Seb kau menyukai Alexa kan? Kau menginginkan dia kan?"

Suasana semakin memanas saat Adnan berbicara dengan nada tinggi. Adnan sudah muak dengan ucapan basa-basi Sebastian dan darahnya terasa mendidih.

"Ad kau tak seharusnya marah-marah disini" ucap Alexa berusaha menenangkan.

"Diamlah Alexa aku saat ini sedang bertanya pada kakakku! Bagaimana kalau kita buat segalanya menjadi jelas saja, Seb?"

Adnan mengepalkan tangan tanda kemarahan sedang menguasai dirinya. Alexa tak mengerti kenapa Adnan marah-marah padahal kan Sebastian cuma datang berkunjung. Wanita itu terlalu naif dan tidak peka sama sekali.

"Kondisi mentalmu sedang tak stabil untuk saat ini Adnan dan tak seharusnya kau marah-marah seperti anak kecil!"

Adnan berdecih mendengar ucapan omong kosong Sebastian. Kakaknya itu masih tak mau mengakui perasaannya pada Alexa padahal terlihat sangat jelas di mata Adnan.

"Akan ku pastikan kau tidak akan pernah bisa memiliki Alexa karena dia milikku!! Ayo pulang ke rumah kita sekarang juga Alexa dan aku tak terima penolakan!!"

Adnan menarik tangan Alexa namun Sebastian pun melakukan hal yang sama. Kini kakak beradik itu saling tarik -menarik lengan Alexa hingga Alexa merasa kesal dengan keduanya dan melepaskan diri.

"Ada apa dengan kalian berdua?" Tanya Alexa marah.

"Aku bilang ayo pulang saat ini juga!!"

"Kau tidak seharusnya memaksa Alexa!!" Ucap Sebastian menimpali dengan nada tinggi.

"Oh my god..."

Alexa jengah melihat keributan mereka namun tatapan tajam Adnan membuatnya mengalah dan sedikit takut. Wanita itu berjalan keluar dan masuk ke mobil Adnan. Untungnya hujan sudah berhenti meskipun menyisakan genangan air yang banyak. Mobil pria itu tepat terparkir di halaman rumah Alexa.

"Aku akan mempertahankan Alexa apapun yang terjadi, ku mohon kau sadar akan posisimu untuk saat ini Seb!!!"

Adnan memperingati Sebastian sebelum dia keluar dan menyusul Alexa di mobil. Sedangkan Sebastian terlihat marah namun pria itu masih diam. Sebastian mengepalkan tangannya kuat-kuat sambil berdecih....




*********



Mereka sampai rumah dan Alexa turun dari mobil tanpa menatap Adnan sama sekali. Wanita itu berjalan secara terburu-buru masuk rumah namun Adnan berhasil menyusulnya. Dia menarik lengan Alexa dan memeluknya.

"Kau tahu aku benar-benar sangat merindukanmu..."

Dekapan Adnan begitu erat namun Alexa tidak membalas. Dilihatnya wanita itu masih diam dengan wajah marah. Adnan mencoba untuk menciumnya namun Alexa menolak.

"Aku sedang tak mau berciuman denganmu saat ini! Lalu apa kau sudah gila bertengkar dengan Sebastian di rumah kedua orang tuaku?"

"Dia menginginkanmu dan kau terus saja bersikap naif" ucap Adnan lelah.

"Aku dan Sebastian tidak berada dalam hubungan seperti itu"

"Apa kau bisa membaca pikiran Sebastian??? Dia pria dan aku sebagai sesama pria tahu betul dia menyukaimu Alexa"

Alexa tak habis pikir dengan apa yang Adnan ucapkan. Wanita itu masih tidak percaya dengan apa yang Adnan katakan. Tidak mungkin Sebastian jatuh cinta padanya.

"Kau pasti sedang mabuk untuk saat ini"

"Baiklah.. terserah kau mau mengucapkan apa tapi saat ini aku sedang tak ingin membicarakan orang lain, jadi bisakah kita fokus pada diri kita berdua saja?"

Adnan memeluk Alexa lagi begitu lama. Pria itu bahkan tidak peduli bajunya basah dan membuat baju Alexa basah juga. Namun pelukan Adnan begitu hangat hingga Alexa tidak menolaknya. Di lubuk hatinya terdalam wanita itu merindukan Adnan juga. Apakah boleh dirinya sedikit saja bersikap egois dan menginginkan Adnan untuk dirinya sendiri?

Di tengah kekalutannya dia mencium bibir Adnan duluan.....




Bersambung.....





Oh my god maaf ya seb disini kamu jadi jahat dulu 🤣🤣

Mr and Mrs DevanaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang