20 - Slowly

135 16 10
                                        

Mohon memberikan dukungannya....






"Mommy pikir kau sudah lupa dengan kami dan tak pernah mau datang berkunjung kesini"

Mrs Vivian terlihat begitu senang karena puteri semata wayangnya datang ke rumah. Tentu saja dia datang bersama Adnan sehingga wanita tua itu yakin jika anak dan menantunya memiliki hubungan yang harmonis. Mrs Vivian sedikit menyindir anak dan menantunya karena memang mereka tak pernah datang menjenguk sejak menikah entah apa alasannya.

"Maafkan aku mom... kesibukanku di kantor semakin menggila, ah ya... kemana daddy?" Ucap Alexa tampak menyesal sekali.

"Sedang berada di taman belakang rumah.. sejak kau pergi kami sedikit kesepian sehingga ayahmu memutuskan untuk membuat taman bunga..." balas sang ibu panjang lebar.

"Maafkan aku Mrs Vivian karena aku adalah menantu yang buruk..." ucap Adnan menimpali dengan perasaan bersalah.

Setelah resmi menjadi suami istri sungguhan, Adnan dan Alexa memang langsung datang ke kediaman orang tua Alexa. Sejak menikah Alexa memang tak pernah datang berkunjung karena memang tidak sempat. Apalagi dia dan Adnan terus-terusan ribut tentu saja Alexa tak enak hati mengajak pria itu ke rumah orang tuanya namun kini kondisi sudah berubah. Kesungguhan hati Adnan membuat Alexa luluh meskipun hati kecilnya sendiri belum menerima Adnan sampai 100 persen.

"Tak mengapa... lupakan saja apa yang sudah terjadi tapi aku berharap untuk ke depannya kalian lebih sering datang kesini ya!"

"Puteriku..."

Mr Vivian akhirnya datang dengan wajah yang sumringah. Pria tua itu segera memeluk Alexa meskipun mereka sering bertemu di kantor tetap saja pria tua itu merindukan sang buah hati yang sudah menikah. Tak lupa dipeluknya sang menantu meskipun baru bertemu lagi setelah sekian lamanya.

"Aku senang kau datang kesini dan ku harap kau tidak membuat puteriku sedih!"

Mr Vivian segera duduk di sofa disusul oleh anak dan menantunya. Adnan merasa Mr Vivian sedang mengancamnya meski dengan nada yang ramah dan ceria. Meski terlihat santai namun ayah mertuanya itu lumayan tegas sangat mirip dengan Alexa. Bahkan tak terasa suasana di rumah ini menjadi sedikit dingin.

"Tentu saja tidak Mr Vivian.. saya akan berusaha menjaga Alexa" balas Adnan sedikit kaku.

"Good.. itu adalah jawaban yang ku harapkan karena saat kau membuat puteriku sedih maka aku akan segera mengambil dia darimu"

Adnan menelan ludah saat mendengar ketegasan Mr Vivian, dia tak pernah mendapatkan situasi begini karena di masa lalu Adnan memang hanya maunya bermain-main saja dengan para wanita. Dia adalah bad boy yang mungkin saja sudah tobat dan Mr Vivian menyadari hal itu hanya saja pria tua itu memberikan Adnan kesempatan untuk membahagiakan puterinya.

"Dad pembicaraan ini terlalu serius, lihatlah Adnan tampak memucat!" Ucap Alexa membela.

"Ini penting untukmu Alexa.."

"Tidak... tidak... aku baik-baik saja sungguh" balas Adnan menimpali.

"Baiklah bagaimana kalau kita makan bersama saja kebetulan hidangan juga sudah siap" ucap Mrs Vivian berusaha mencairkan ketegangan.

Mereka semua setuju dan akhirnya makan bersama dalam keheningan. Tentu saja Alexa juga menyadari kalau ucapan sang ayah membuat Adnan terus kepikiran dan dia menguatkan sang suami dengan memegang tangannya.





**********




"Aku senang kita bisa bertemu di museum..."

Sebastian menghampiri Alexa yang tengah menatap suatu lukisan dengan serius. Hari ini kebetulan hari minggu dan Alexa menyempatkan waktu untuk berkunjung karena dia merasa penat dengan pekerjaan. Belum lagi proyek besarnya yang tengah berlangsung sehingga dia lumayan merasa stres.

Mr and Mrs DevanaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang