23 - Someone is coming

79 14 2
                                        

Mohon memberikan dukungannya....





"Kau tidak usah sekaku itu dear anggaplah ini sebagai rumahmu.."

Adnan dan Alexa datang berkunjung ke rumah Mr dan Mrs Devana keesokan harinya. Ini semua adalah ide Alexa karena mereka sudah lama tak pernah berkunjung. Tentu saja Mrs Devana sangat senang apalagi anak dan menantunya terlihat makin harmonis dari hari ke hari. Ini adalah hal yang membahagiakan karena itu tandanya perjodohan telah berhasil.

"Aku memang sedikit kaku tapi aku akan berusaha" ucap Alexa ramah dengan senyum tulusnya.

"Harus! Kau adalah menantu satu-satunya keluarga kami tentu kita semua harus semakin dekat bukan?" Balas Mr Devana menimpali.

Alexa tersenyum ragu sedangkan Adnan tampak sedikit tak peduli dengan percakapan basa-basi itu. Bahkan sebenarnya dia tak mau datang berkunjung karena Adnan lebih suka berada di pelukan Alexa seharian. Pria itu sibuk sendiri dengan camilannya dengan wajah menyebalkan. Melihatnya begitu membuat Mr Devana berdecih, benar-benar definisi anak bungsu yang lebih berjiwa bebas nan cuek.

"Hey kau akan terus bersikap cuek saat berkunjung ke rumah kedua orang tuamu?" Tanya Mr Devana kesal.

"Lalu apa yang harus aku lakukan dad?" Tanya Adnan tampak bosan.

"Sudahlah biarkan saja dia begitu Noah, memang sudah sifatnya Adnan seperti itu kan?"

Mrs Devana membela anak bungsu kesayangannya sedangkan Alexa tampak kikuk nan canggung melihat apa yang tengah terjadi. Lalu tak lama Sebastian pun pulang sepertinya pria itu sangat sibuk karena hampir setiap hari pulang cukup malam. Dia tampak lelah dan wajahnya sedikit pucat. Hidup sebagai anak pertama dan pewaris memang sangat menguras energi.

"Kalian datang berkunjung?" Tanya Sebastian tersenyum singkat.

"Ya... bagaimana kabarmu?"

Alexa menyapa Sebastian duluan seolah-olah mereka telah menjadi teman akrab. Adnan sendiri merasa tidak suka dengan suasana ini apalagi sang kakak memeluk Alexa. Meski terlihat seperti pelukan biasa tapi Adnan yakin ini adalah sebuah pertanda kalau sang kakak sedang melakukan sebuah pergerakan. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena pada kenyataannya Alexa dan Sebastian kini memang saudara ipar.

"Sedikit sibuk karena Devana grup sedang membangun hotel di Maldives..."

"Kau telah bekerja keras mommy sangat bangga padamu dear..." ucap sang ibu menimpali.

"Aku memang harus bekerja keras karena ini adalah proyek yang akan sangat menguntungkan.."

Mrs Devana memeluk Sebastian dan terlihat cemas. Anak sulungnya itu terlalu keras pada dirinya sendiri dan Mrs Devana yakin kalau Sebastian harus secepatnya mempunyai pendamping hidup. Wanita tua itu ingin Sebastian ada yang mengurus dan mendampingi. Lagipula usia anak sulungnya sudah sangat dewasa yaitu berusia 33 tahun dan sudah saatnya menikah. Sebastian terlalu lama betah sendiri dan itu bukan sesuatu yang baik.

Saat semuanya mengobrol dengan santai tiba-tiba salah satu maid mengatakan ada tamu penting. Namun tamu tersebut katanya tidak mau mengatakan siapa namanya. Hal ini jelas membuat semua orang penasaran dan akhirnya mereka semua berjalan menuju ruang tamu. Yang jelas semua tampak ingin tahu siapa tamu yang tidak mau disebut namanya itu. Kenapa jadi penuh rahasia seperti ini?

"Hai Ad bagaimana kabarmu?"

Ternyata tamu tersebut adalah Madison yang tersenyum sangat cerah entah kenapa alasannya. Tentu saja Adnan kaget karena Madison berani sekali datang ke rumah kedua orang tuanya dan dia merasa suasana rumah menjadi tegang. Tatapan kedua orang tuanya begitu tak ramah dan jelas ini sebuah masalah.

Mr and Mrs DevanaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang