Mohon memberikan dukungannya....
"Lagi-lagi bocah itu berulah dan membuat semuanya jadi berantakan!"
Mr Devana tampak emosi nan frustasi karena skandal Adnan yang menghamili Madison mulai tersebar luas di kantor. Jelas saja itu membuat citra perusahaan kian memburuk bahkan harga saham Devana grup tampak anjlok dan membuat pria tua itu lelah. Padahal dia menikahkan Adnan dan Alexa dengan bertujuan agar pria itu berhenti main-main dengan jalang. Tapi rupanya Adnan tidak bisa menghentikan kebiasaan buruknya satu ini. Putera bungsunya itu terlalu meremehkan segala hal.
"Noah kau harus bersabar... ingat kau saat ini memiliki tekanan darah tinggi dan marah-marah tidak akan menyelesaikan masalah" ucap Mrs Devana menasihati.
"Dimana sekarang bocah sialan itu?" Tanya Mr Devana emosi.
"Aku tidak tahu... apa kau ingin berbicara dengan putera bungsumu? Aku akan menghubunginya sekarang juga..."
"Tak perlu mom.. aku ada disini sekarang!"
Secara tak terduga Adnan muncul begitu saja di rumah Mr Devana. Sepertinya pria itu sudah siap menghadapi kemarahan sang ayah. Masalah rumit ini membuatnya gila hingga dia tak lagi peduli jika sang ayah memarahinya. Mungkin memang Adnan brengsek tapi dia tetap membutuhkan orang tuanya untuk saat ini. Tipikal anak bungsu yang terlihat keras di luar namun lemah di dalam.
"Apa kau tidak bisa bersikap dengan benar? Apa kau ingin menghancurkan Devana Grup hah? Sudah ku bilang berhentilah bermain-main dengan wanita!!"
Mr Devana menarik kerah Adnan dengan kasar dan bersiap untuk memukul sang putera. Pria tua itu sudah habis kesabarannya dan hanya ingin memukul Adnan secara membabi buta sampai terpental namun Mrs Devana berusaha memisahkan keduanya dengan memeluk sang suami dari belakang.
"Hentikan Noah!! Kekerasan tidak akan menyelesaikan apapun! Ku mohon tenanglah..."
"Harusnya sejak kecil kau ku didik dengan keras!! Ini semua ulahmu Kate karena memanjakannya hingga dia menjadi pria brengsek yang menghamili wanita murahan!!" Ucap Mr Devana berapi-api.
"Ya ini semua kesalahanku Noah, ku mohon kendalikan dirimu aku tak mau kau begini!"
Mr Devana memejamkan mata hingga akhirnya melepaskan kerah Adnan dan pria tua itu memutuskan duduk. Dia memang harus mengendalikan emosinya karena kemarahan akan membuat tensi darahnya naik. Kalau itu terjadi jelas pria tua itu bisa berakhir mendekam di rumah sakit. Dia sudah tua dan sudah sepatutnya bersikap lebih tenang.
"Apa yang akan kau lakukan dengan kehamilan wanita itu?" Ucap Mr Devana dengan tatapan tajam.
"Entahlah dad.. ini semua terjadi di luar kendaliku.. rasanya kepalaku akan pecah apalagi Alexa pergi dari rumah" balas Adnan frustasi.
"What? Apa sekarang Alexa kembali ke rumahnya?"
"Ku rasa begitu..."
Mr Devana menghela nafas panjang dan tidak habis pikir dengan sikap sang anak. Adnan terlihat bodoh dan tidak bisa mengambil sikap yang baik. Saat ini jelas pria itu harus bertanggung jawab karena membuat seorang wanita hamil. Sedangkan Mrs Devana hanya diam dan menatap dengan prihatin kondisi puteranya yang menyedihkan.
"Ini tidak bisa dibiarkan.. kau tidak boleh lagi berulah dan mulai detik ini jabatanmu sebagai direktur bidang sumber daya harus ku copot!!"
"Dad aku baru saja terkena masalah dan kini jabatanku di kantor pun harus hilang?" Tanya Adnan sangat keberatan.
"Ya.. mulai besok kau akan menjadi karyawan biasa, kau harus bersikap dewasa dan ini semua adalah hukuman yang harus kau jalani!! Lalu mungkin saja kau juga akan kehilangan istrimu" balas Mr Devana panjang lebar.
"Kalau maksud daddy soal perceraian jelas aku tidak akan pernah menceraikan Alexa!!" Jawab Adnan berapi-api.
"Kalau memang kau sangat ingin mempertahankan rumah tanggamu harusnya kau tidak menghamili wanita lain, bodoh!"
Adnan terdiam karena ucapan sang ayah sangat benar. Dia jelas menyesal karena setelah menikah dengan Alexa nyatanya Adnan masih sering bersenang-senang dengan Madison. Dia baru berhenti sekarang-sekarang itu pun karena dia menyadari perasaannya untuk Alexa.
"Pulanglah ke rumah Ad... mommy tak mau kau sendirian di rumah itu.."
"Lalu bagaiman soal Alexa mom?"
"Tentu kau yang harus membujuknya.. ingat kau sudah dewasa dan semua masalah ini harus kau selesaikan sendiri dear..."
Ucapan dari sang ibu sama sekali tidak membantu dan saat dirinya sedang tidak fokus tiba-tiba Mr Devana menarik kerahnya serta memukul Adnan cukup keras. Sang ayah harus memberikan pukulan agar Adnan tidak lagi berbuat masalah di kemudian hari. Meski sang istri berteriak karena putera kesayangannya kena pukulan namun Mr Devana tak peduli.
"Ku harap kau bisa bersikap dewasa dan jangan lagi berulah!"
Adnan menghela nafas panjang sambil mengusap darah yang keluar di bibirnya dan berpikir keras. Akhirnya pria itu memutuskan untuk pulang saja dan menyendiri. Meski sang ibu menyuruhnya kembali tinggal di rumah utama namun Adnan menolak. Rumah yang saat ini dia tempati banyak kenangan indah bersama Alexa.
Adnan jelas tidak mau kehilangan Alexa namun wanita itu malah memutus semua komunikasi. Sepertinya Alexa mengganti nomer ponselnya supaya Adnan tidak bisa menghubunginya. Dengan suasana hati yang tak menentu pria itu memejamkan matanya di sofa. Penyesalan memang selalu datang di akhir padahal Adnan baru saja merasa hidup kembali berkat cintanya untuk Alexa namun masalah besar datang menghantam kepalanya.
Adnan merindukan Alexa sungguh... lama dia terdiam dan akhirnya Adnan dengan mantap memutuskan untuk menemui Alexa langsung di kediaman keluarga Vivian. Dia harus membujuk Alexa untuk tetap di sisinya meskipun sulit...
*********
"Ini kerjasama yang menarik tapi aku tak semudah itu bisa bekerjasama denganmu..."
Secara tak terduga Sebastian diam-diam bertemu dengan Madison. Pria itu menawarkan kerjasama yang menarik dan berharap Madison mau segera memaksa Adnan agar segera menikah dengannya. Entahlah rasanya Sebastian tak bisa lagi bersabar untuk mendapatkan Alexa. Yah meski dengan cara yang busuk untuk saat ini Sebastian tidak peduli.
"Why? Apa karena aku kakaknya Adnan?"
"Maybe yes and maybe no... aku harus mencurigaimu dan siapa tahu ini hanyalah sebuah jebakan"
Sebastian tertawa dengan apa yang Madison ucapkan. Pria itu meminum kopinya santai dan tersenyum penuh arti.
"Kau tenang saja... lagipula sudah lama aku ingin adikku bercerai supaya aku bisa segera menikah dengan istrinya..." ucap Sebastian gila.
"Waw ternyata kau lebih gila dari yang terlihat.. ku pikir kau hanyalah pria yang lurus ternyata kau menyimpan rasa pada istri adikmu sendiri" ucap Madison keheranan.
Madison takjub dengan pengakuan Sebastian. Wanita itu juga merasa tergiur dengan tawaran kerjasama dari Sebastian. Apalagi pria itu memberi Madison uang yang banyak dan Sebastian juga secara aktif menghasut Alexa untuk segera bercerai dari Adnan. Jelas disini Madison yang untung karena dia mendapatkan uang dan mendapatkan Adnan juga kalau misinya berhasil.
"Kehamilanmu amat sangat berhasil untuk menggoyahkan rumah tangga Adnan jadi kau tinggal terus berusaha saja agar Adnan mau bertanggung jawab" ucap Sebastian tersenyum miring.
"Sure.. aku akan terus berusaha agar dia mau menikahiku.. ah ya aku juga akan mendatangi Mr Devana dan menuntutnya ke pengadilan jika Adnan masih bersikeras tak mau menikah denganku, membuatnya terpojok adalah cara yang tepat.." ucap Madison amat sangat percaya diri.
"Semoga beruntung dan aku menantikan kabar baik darimu.. ku harap kau tidak mengecewakanku nona..."
Sebastian tersenyum licik dan berharap misi ini berhasil.....
Bersambung....
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr and Mrs Devana
RomantiekPerjodohan klasik antara Adnan dan Alexa yang diawali dengan kebencian namun berakhir menggunakan perasaan.
