Mohon memberikan dukungannya....
"Kau benar-benar akan pergi dariku?"
Adnan menatap Alexa sendu nan sedih kala wanita itu membawa kopernya keluar. Saat ini mereka sudah sampai di rumah namun keadaan tak kunjung membaik. Masalah ini sangat membuat perasaan Alexa tak menentu sehingga dia perlu secepatnya menenangkan pikiran. Dia butuh waktu untuk sendiri dan berpikir dengan hati-hati. Saat ini Alexa memang harus mengutamakan dirinya sendiri dulu meskipun terlihat kejam karena meninggalkan Adnan sendiri.
"Aku harus menenangkan pikiran untuk saat ini aku tak punya pilihan lain" ucap Alexa tanpa menatap Adnan.
"Dengan pergi dariku?" Tanya Adnan tak percaya.
"Aku harus bersikap egois demi mentalku sendiri dan semua kekacauan ini harus segera kau selesaikan!"
"Aku tak menghamili Madison!"
"Tapi buktinya dia hamil!! Ayolah Ad kau sudah seharusnya bersikap dewasa dan bertanggung jawab dengan apa yang sudah kau lakukan"
Suara Alexa meninggi dan perdebatan sengit diantara keduanya pun tak terhindarkan. Alexa kesal karena Adnan terus bersikap denial dan berusaha mencuci tangan atas masalah yang ada bukannya memikirkan jalan keluar terbaik. Pria itu masih saja tidak bisa bersikap dewasa dan itu semakin membuat Alexa geram.
"Intinya kau tidak mempercayaiku Alexa padahal sebagai seorang suami aku ingin istriku terus berada di sampingku dan memberiku kekuatan" ucap Adnan tampak kecewa.
Alexa terdiam sejenak tidak membalas ucapan Adnan. Dia menginginkan Alexa berada di sampingnya tapi pria itu lupa kalau Alexa juga punya perasaan dan kenyataan yang saat ini terjadi sangat membuat hatinya sakit tapi tampaknya Adnan tak peduli akan hal itu. Alexa sangat kecewa karena nyatanya Adnan hanya mempedulikan dirinya sendiri dan tidak peduli tentang kondisi Alexa sama sekali.
"Dan kau pun tidak peduli akan perasaanku yang hancur bukan? Jadi bukankah lebih baik kita jalani hidup masing-masing saja?"
"Bukan begitu maksudku... hey dengarkan aku dulu!!"
Alexa pergi terburu-buru tanpa mendengarkan ucapan Adnan lagi. Dia sungguh marah pada dirinya sendiri karena telah membuka hatinya untuk Adnan. Alexa juga marah pada Adnan yang terus saja bersikap seperti korban. Harusnya dia memang tak semudah itu jatuh cinta apalagi pada pria yang terkenal cassanova dan mempermainkan banyak wanita seperti Adnan. Entah mengapa Alexa sedang tak mau mendengarkan ocehan Adnan dan ingin segera pergi dari hadapan pria itu secepatnya.
Kemarahan Alexa jelas membuat Adnan frustasi apalagi istrinya itu tak mendengarkan ucapannya dan pergi begitu saja meninggalkannya. Adnan menghempaskan tubuhnya ke sofa dan menghela nafas panjang. Apakah mungkin dia harus menjalani hari-hari yang kelabu tanpa Alexa? Sungguh Adnan tak mau karena membayangkannya saja sudah membuat perasaannya sesak. Alexa adalah satu-satunya wanita yang berhasil mendapatkan hati Adnan. Padahal Adnan sendiri telah mengenal banyak wanita tapi Alexa berbeda. Dengan perasaan yang campur aduk akhirnya dia menghubungi seseorang yang dianggap bisa membantunya.....
***********
Keesokan harinya Alexa bertemu dengan Sebastian di tempat golf. Katanya Sebastian perlu membicarakan sesuatu dengan Alexa soal pekerjaan. Tentu saja Alexa tak bisa menolak meskipun dia sebenarnya tak mau bertemu dengan kakak iparnya itu. Dengan wajah yang pucat Alexa tersenyum tipis saat Sebastian datang. Saat ini mereka sedang berada di ruang istirahat lantai 2. Lagipula Alexa tak suka bermain golf jadi tak mungkin juga mereka membicarakan sesuatu di lapangan golf bukan?
"Kau terlihat pucat dan sakit..." ucap Sebastian setelah duduk berhadapan dengan Alexa.
"Suasana hatiku sedang buruk untuk saat ini.. ah ya jadi apa yang mau kau bicarakan denganku?" Balas Alexa mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.
"Proyek yang kau kerjakan sepertinya sukses besar dan beberapa negara ingin kita memproduksi biosimilar lagi"
"Itu adalah kabar yang baik!!"
Di tengah masalah besarnya dengan Adnan ternyata ada kabar bagus yang Alexa dapatkan. Dia jelas merasa lega karena itu artinya Vivian Enterprise mulai melambung lagi. Harga saham perusahaan itu pun terus meroket dan semua karyawan mendapat bonus untuk bulan ini. Tentu saja bayang-bayang kebangkrutan tidak akan menghantui lagi terlebih perusahaan itu sudah bekerjasama dengan berbagai perusahaan baik di lingkup domestik maupun internasional.
"Ya.. dan aku ingin kau bertanggung jawab terhadap proyek ini lagi tapi tidak bersama Adnan"
Senyum Alexa memudar kala Sebastian mengucapkan nama Adnan. Entah mengapa hatinya terasa sakit apalagi semalaman Alexa tidak bisa tidur karena memikirkan soal pernikahannya bersama Adnan yang mungkin saja terancam bubar.
"Mungkin kau memang harus mencari perwakilan Devana grup yang lain" ucap Alexa tersenyum pahit.
Keduanya kembali membisu dan ruangan terasa hening dalam beberapa saat. Tentu saja ini bukan yang Sebastian inginkan dan dia merasa sedih karena keceriaan Alexa tampaknya lenyap begitu saja usai skandal Adnan bersama Madison hadir. Dengan perlahan Sebastian menggenggam tangan Alexa dan berharap ini sedikit bisa menghibur perasaan Alexa.
"Kau harus bangkit dan kuat.... mungkin saja perlahan kau juga perlu melupakan Adnan..."
"Apa maksudmu Seb?" Tanya Alexa tak mengerti.
"Kalau memang Adnan telah menghamili seseorang bukankah itu artinya pewaris Devana grup telah datang? Mungkin saja dia juga harus menikahi wanita itu untuk meminimalisir gosip yang tidak perlu" ucap Sebastian panjang lebar.
Alexa merasa perasaannya kian sesak apalagi tanpa sadar dia membayangkan kala Adnan menceraikannya dan menikah dengan wanita lain. Dia tak mau kehilangan pria itu tapi ucapan Sebastian memang ada benarnya juga. Mungkin Alexa akan tersisih meskipun dia adalah menantu pertama dan kesayangan keluarga Devana. Ini benar-benar membuat perasaannya tidak menentu.
"Kau benar..."
Alexa tanpa sadar menjatuhkan air matanya di depan Sebastian. Dia tidak bisa lagi membendung rasa sakitnya dan Sebastian segera memeluknya. Alexa tidak menolak pelukan itu dan dia malah menangis semakin keras. Adnan adalah cinta pertamanya dan luka yang diberikan pria itu padanya sangatlah besar.
Di sisi lain Sebastian malah tersenyum tipis karena itu tandanya kesempatan dirinya untuk mendapatkan Alexa kian besar. Kalau Adnan bercerai dengan Alexa tentu saja Sebastian akan segera menikahi wanita itu. Sebastian tinggal sedikit mempengaruhi Alexa agar wanita itu mau melepaskan Adnan. Bahkan diam-diam Sebastian berterimakasih pada Madison dalam hati. Hadirnya wanita itu sangat membantu Sebastian untuk mendapatkan Alexa.
"Kau harus kuat... kau tidak pantas menangisi pria brengsek seperti Adnan..."
Sebastian menghapus air mata Alexa yang jatuh. Wanita itu tidak bisa berpikir logis untuk saat ini bahkan dia tidak keberatan sama sekali kala kakak iparnya itu kembali memeluknya.
"Aku mau pulang...." ucap Alexa lemah.
"Baiklah biar ku antar.."
Sebastian menggenggam tangan Alexa yang mungil. Bahkan tampaknya pria itu tak ada keinginan untuk melepaskan. Sungguh dirinya sudah tak sabar untuk membawa Alexa ke pelukannya. Apakah mungkin sebaiknya dia bertemu Madison dalam waktu dekat dan menyusun sebuah rencana? Saat ini dia dan Madison ada di kubu yang sama bukan?
Bersambung.....
Masalah semakin kompleks yuk yuk komen dan dukungannya 😊
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr and Mrs Devana
RomancePerjodohan klasik antara Adnan dan Alexa yang diawali dengan kebencian namun berakhir menggunakan perasaan.
