14 - Flirt

134 21 0
                                        

Mohon memberikan dukungannya.....





"Apa yang kau lakukan? Sudah gila ya?"

Alexa terkejut karena Adnan mengikat kedua tangan wanita itu di atas kepala. Tentu saja Alexa tidak bisa melepaskan diri karena tenaga Adnan yang besar. Bayangkan saja dua tangan Alexa bisa dipegang erat oleh satu tangan Adnan, jelas tenaga pria itu sangat besar bukan? Terlebih tubuh Alexa kurus dan mungil jelas saja bukan tandingan Adnan.

"Hey kau lupa kalau kita sudah menikah? Bukankah aku lebih berhak atas dirimu?" Ucap Adnan masih emosi.

"Ha kau bercanda ya? Kita hanya menikah karena bisnis, cepat lepaskan aku!!" Ucap Alexa kesal.

Adnan malah menyeringai dan jelas pria itu sedang merencanakan sesuatu. Adnan berpikir sangat menyenangkan bermain-main dengan Alexa apalagi melihat wanita itu mulai panik. Entah sejak kapan pria itu senang main-main padahal di awal pernikahan dia dengan lantang mengatakan sangat membenci Alexa. Bahkan pria itu dengan lantang mengatakan kalau Alexa bukan tipenya.

"Bagaimana kalau kau menjalankan tugasmu sebagai istri? Misalnya saja dengan melepaskan pakaianmu ini di depanku"

Alexa melotot dengan ucapan Adnan yang makin lama makin gila saja. Sebenarnya wanita itu lumayan cemas karena posisi mereka yang terlalu dekat. Apalagi melihat wajah Adnan yang petantang-petenteng di depannya jelas Alexa harus waspada namun Alexa secepat kilat memikirkan sebuah cara juga untuk melawan Adnan.

"Ah... jadi kau mulai tertarik padaku? Aku sangat cantik kan? Tapi bagaimana ya aku tak suka padamu tuh!" Tanya Alexa percaya diri.

"Cih percaya diri sekali! Kau itu tidak cantik jadi tolong bangun dari mimpimu!!"

Adnan mulai tergagap dan pipinya memerah. Dia ini macam pria yang polos nan lugu saja padahal sudah tidur dengan banyak wanita. Entah kenapa di mata Alexa itu sangat lucu dan nalurinya untuk menggoda Adnan malah makin besar. Dengan nekat wanita itu mencium pipi Adnan dan membuat Adnan membeku sesaat. Bahkan tautan tangan mereka sudah terlepas saking kagetnya pria itu atas apa yang dilakukan Alexa.

Alexa tersenyum miring dan dalam hatinya dia ingin tertawa terpingkal-pingkal karena Adnan sekarang terlihat seperti pria bodoh. Namun Alexa menahan diri dan dia pun perlahan menjauh dari Adnan. Wanita itu mulai membuka lemari untuk mencari pakaian yang lebih santai karena ingin mandi. Namun Adnan malah segera menutup lemari tersebut dan berdiri di belakang Alexa dengan jarak yang sangat dekat.

"Kau akan menyesal sudah bermain-main denganku Alexa...."

Entah kenapa suara Adnan terasa lebih berat dan rendah hingga membuat Alexa merinding. Bahkan dengan secepat mungkin Adnan membalikan tubuh Alexa dan menarik dagu wanita itu hingga deru nafas keduanya saling beradu. Posisi mereka sangat dekat dan membuat Alexa gugup karena dia tak pernah sedekat ini dengan seorang pria.

"Menjauhlah dariku bodoh!!" Ucap Alexa masih berusaha melawan.

"Sayangnya kau harus diberi pelajaran..."

Adnan mencium bibir Alexa dengan agresif bahkan dia merasakan bibir tipis pria itu sangat lihai mempermainkan semua area mulutnya. Gigi pria itu menggigit gemas bibir bawah Alexa sampai dia merasa jantungnya berdegup bukan main. Leher wanita itu makin mengadah karena saking bersemangatnya Adnan dalam berciuman. Alexa merasa akan jatuh karena lututnya terasa sangat lemas. Wanita itu tidak pernah berciuman dan pria yang menciumnya dengan gila ini adalah pria pertama yang mencuri ciuman pertamanya. Pasti otak Adnan sudah tak waras karena mencium Alexa gila-gilaan dan wanita itu tidak tahu apa yang harus dilakukan. Alexa bahkan melihat Adnan sangat bersemangat menciumnya dan menutup mata.

Adnan merasakan Alexa mulai goyah dan pria itu menggendong Alexa tanpa berniat untuk melepaskan ciumannya. Bahkan dia membawa Alexa ke sofa dan wanita itu kini berada dalam pangkuannya. Dia mencium wanita itu lagi dan masih belum puas.

Sesungguhnya Adnan merasa ini gila karena dia tak mau melepaskan diri dan ingin terus berciuman dengan wanita itu. Baru kali ini Adnan merasakan sengatan listrik yang kuat saat bersentuhan dengan Alexa dan jantungnya berdebar keras. Selama ini Adnan merasa tak pernah berdebar ketika berciuman dengan wanita manapun begitupun saat dia menyentuh Madison. Semuanya datar dan tidak terasa mendebarkan sangat berbeda ketika berciuman dengan Alexa.

Alexa sekuat tenaga melepaskan diri duluan dari ciuman brutal Adnan dan pria itu kini malah mengecup lehernya. Alexa merasa mulai bergetar dan tubuhnya terasa makin merinding dan sebelum pria itu menggigit leher Alexa dengan sekuat tenaga Alexa melepaskan diri dengan menjauh dari dekapan Adnan.

"You must be crazy Adnan!!"

Alexa berdiri dengan wajah memerah dan terlihat sangat berantakan. Bibirnya bengkak dan dia bernafas terengah-engah. Sedangkan Adnan terlihat bingung dengan semuanya dan dia tidak mengerti kenapa tubuhnya bergerak sendiri semaunya. Adnan merasa jantungnya akan meledak dan tubuhnya memanas bukan main.

"K-kau yang menggodaku duluan!" Balas Adnan makin gagap.

"Aku hanya mengecup pipimu saja tidak lebih" ucap Alexa masih tersengal-sengal.

Adnan tidak tahu harus merespon apa karena sesungguhnya dia amat malu. Dia tidak mengerti kenapa kejadiannya bisa begini hingga dengan langkah kaki yang cepat pria itu meninggalkan Alexa di kamar serta membanting pintu hotel kasar.

Saat sampai di luar terlihat Adnan mulai lemas dan duduk di lantai. Pria itu juga tampak menyentuh dadanya yang berdebar keras dan sesekali mengusap wajah. Adnan juga berpikir bagaimana bisa dia menghadapi Alexa di kemudian hari seperti biasa setelah kejadian yang gila ini.




********





Esoknya Adnan dan Alexa akhirnya memutuskan pulang ke New York karena waktu liburan sudah berakhir. Tentu saja sebenarnya Adnan masih malu atas insiden ciumannya dengan Alexa tadi malam. Tapi Adnan berusaha memasang wajah cuek dan tak peduli padahal tubuhnya masih terguncang. Dia bahkan tidak tahu bagaimana harus bersikap saat di depan Alexa.

Sedangkan Alexa bersikap seperti biasa meskipun dia ingin menanyakan kemana pria itu pergi tadi malam dan ingin menanyakan soal ciuman gila yang sudah terjadi tapi akhirnya Alexa tidak mengatakan apapun dan hanya diam. Alexa merasa sungkan bertanya pada Adnan hingga akhirnya dia memutuskan untuk memendam semuanya saja sendiri.

Mereka berada di pesawat selama kurang lebih 14 jam dan sampai di New York pada pukul 9 pagi. Tentu saja Alexa merasa lega karena perjalanan yang panjang membuat dirinya begitu lelah dan ingin istirahat. Namun setibanya di bandara tiba-tiba ada yang memeluk Adnan dan membuatnya kaget. Ternyata yang memeluk Adnan adalah Madison dan entah kenapa suasana yang ada disana terasa canggung karena Alexa melihat semuanya juga.

"Ad aku sangat merindukanmu!!"

Madison terlihat senang dengan kepulangan Adnan dan wanita itu tanpa aba-aba segera mencium bibir Adnan. Suasana ini makin terasa tak nyaman dan membuat Alexa membeku sesaat sebelum akhirnya dia memutuskan pergi duluan meninggalkan Adnan dengan perasaan tak menentu.

Wanita itu bahkan pergi dengan langkah kaki yang cepat dan tanpa menengok ke belakang sama sekali dia pergi dari bandara dengan menggunakan taksi. Sedangkan Adnan segera melepaskan diri dari Madison dan dia tampak marah dengan kelakuan wanita itu.

"Apa yang barusan kau lakukan Madie?" Tanya Adnan emosi.

"Aku merindukanmu Ad bukankah itu sudah jelas?"

"Tidak seharusnya kau datang ke bandara biar aku yang datang ke tempatmu duluan" ucap Adnan akhirnya berusaha untuk bersabar.

"Kau pergi dalam waktu yang lama tentu saja aku merasa risau Ad..." balas Madison dengan suara yang parau.

"Enough Madie!! Sekarang pulanglah duluan dan tunggu aku di tempatmu..."

Tanpa mendengarkan balasan dari Madison pria itu pergi terburu-buru entah kemana dengan taksi....



Bersambung......





Hayolohh Adnan mau kemana...

Mr and Mrs DevanaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang