19 - Confess

126 15 4
                                        

Mohon memberikan dukungannya....







Ciuman antara Alexa dan Adnan berlangsung semakin panas. Bahkan Adnan tidak mau melepaskan pelukannya dan terus mencium Alexa dengan menggebu-gebu. Ini terlalu gila dan sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan Alexa menghentikan semuanya sekuat tenaga. Dia juga turun dari gendongan Adnan sambil tersengal-sengal karena kehabisan nafas.

"Kita harus bekerja..."

"Sayang sekali... baiklah kita bicarakan lagi soal ini di rumah" ucap Adnan sambil menghela nafas kecewa.

Adnan meninggalkan Alexa seorang diri karena dia harus pergi bekerja ke kantor Devana Grup. Sedangkan Alexa tampak sangat berdebar setelah apa yang sudah terjadi. Namun dengan segera dia menggeleng-gelengkan kepala karena hari ini lumayan sibuk dan dirinya harus fokus bekerja. Tanpa membuang banyak waktu Alexa pergi dari lab dan menuju ruangannya di lantai atas.

Sedangkan Adnan tampak tersenyum sangat lebar nan puas karena dia berhasil mengakui perasaannya. Kini suasana hatinya terasa lebih ringan karena tak ada lagi kebohongan dalam hatinya. Dia bertekad ingin menjalani rumah tangga sungguhan bersama Alexa. Bahkan sepanjang jalan Adnan bernyanyi sambil mengendarai mobil dan setibanya di kantor dia tersenyum pada semua orang sehingga para karyawan tampak keheranan.

Selama menjabat sebagai direktur, Adnan memang selalu memasang wajah yang dingin dan auranya kelam. Namun entah kenapa hari ini dia sangat berbeda dan hampir semua karyawan yang berjumpa dengannya tampak kebingungan.

"Ku rasa Mr Devana salah minum obat"

"Kau benar... selama 3 tahun kita bekerja disini dia tak pernah tersenyum seperti itu"

Dua orang karyawan berbisik-bisik hingga akhirnya situasi yang terjadi telah menjadi topik hangat di kantor. Bahkan tak sedikit yang memuji Adnan dan mengatakan dirinya tampan kalau tersenyum hangat.

Tentu saja Sebastian tahu topik hangat tersebut serta ikut merasa heran dan yakin jika sang adik sedang dalam suasana hati yang bagus. Pria itu tampak tersenyum dan berharap sang adik bisa bekerja dengan baik. Meskipun Sebastian terlihat tegas namun dia tetap saja seorang kakak yang ingin adiknya memiliki pribadi yang lebih baik.





**********





Pukul 8 malam Adnan tampak gelisah di rumahnya karena Alexa belum pulang dari kantor. Pria itu terus melihat ke jendela berharap Alexa segera pulang. Dia ingin menghubungi wanita itu tapi merasa malu nan gengsi sehingga pada akhirnya Adnan hanya menunggu dengan suasana hati yang risau.

Tak lama suara mobil masuk ke halaman rumah dan Adnan melihat jika Alexa akhirnya pulang. Pria itu kembali tersenyum ceria dan memeluk Alexa dengan tak sabaran saat wanita itu membuka pintu. Tentu saja pelukan pria itu yang tiba-tiba membuat Alexa sedikit kaget namun dia tidak menolak pelukan Adnan.

"Kenapa kau baru pulang sekarang?" Tanya Adnan tak sabar.

"Hari ini aku sibuk jadi aku terlambat pulang" balas Alexa lelah.

"Baiklah... aku akan menunggumu mandi dan makan karena kita harus bicara..."

Alexa merasa Adnan memasang wajah yang serius. Namun pria itu juga terlihat berusaha untuk bersabar dan perhatian yang diberikan Adnan sedikit membuat Alexa berdebar. Pria itu sangat berbeda tak ketus dan dingin seperti pertama kali mereka bertemu.

"Kau bisa bicarakan ini sekarang lagipula aku sudah makan di kantor.." ucap Alexa sambil duduk di sofa dan melepaskan high heelsnya.

"Kau terlihat lelah..." ucap Adnan mencemaskannya.

Mr and Mrs DevanaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang