Mohon memberikan dukungannya.....
Alexa tiba di rumah dan buru-buru masuk kamar. Dia membersihkan tubuhnya dan mengganti bajunya dengan kaus. Saat ini Alexa merasa lelah dan butuh istirahat sehingga dia berusaha tidak memikirkan apapun. Tapi semakin menenangkan diri justru Alexa semakin risau dan berakhir duduk di kasur. Dia lelah karena perjalanan dari Jeju ke New York sangat jauh tapi entah kenapa pikirannya malah membuatnya terjaga.
Insiden Adnan yang berciuman dengan wanita lain berusaha tak Alexa hiraukan. Dia merasa ini bukan urusannya karena sejak awal dia sudah mengatakan dengan jelas kalau dia dan Adnan hanya terikat pernikahan bisnis. Alexa berusaha cuek tapi alam bawah sadarnya merespon berbeda. Wanita itu mengacak-acak rambutnya sendiri karena perasaan asing mulai hadir dan menghancurkan kewarasannya. Dia sudah menjaga jarak dengan Adnan dan mengatakan dengan gamblang kalau pernikahan tak lebih dari pernikahan bisnis. Tapi hatinya malah merespon lain dan itu membuat Alexa kesal. Masa iya hanya dengan sebuah ciuman hatinya luluh begitu saja?
"Alexa aku mau bicara denganmu tolong buka pintunya!" Ucap Adnan sambil menggedor pintu kamar Alexa.
Suara Adnan yang meminta berbicara dengannya membuat lamunan Alexa buyar. Dia sebenarnya tak mau membuka pintu kamar dan ingin menghindari Adnan sekuat tenaga. Tapi Alexa berpikir tidak mungkin juga dia terus menghindar karena mereka tinggal satu atap. Alexa harus bisa menghadapi pria itu meskipun sulit.
"Ada apa? Kenapa kau mau bicara?" Tanya Alexa pada akhirnya mau membuka pintu kamar.
"Aku hanya mau bilang jika ciumanku dengan Madison hanya salah paham belaka" ucap Adnan tampak berusaha meyakinkan Alexa.
"Kenapa kau mengatakan ini padaku? Jelas itu semua bukan urusanku mau kau berciuman dengan wanita manapun dan mengenai ciuman kita kemarin ku yakin itu hanyalah sebuah kesalahan"
Alexa dengan gamblang mengatakan kalau ciuman itu tak berarti apapun bagi dirinya. Namun entah kenapa Adnan menatap Alexa dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Pria itu menatap Alexa dengan raut terluka namun setelahnya dia membuka suara.
"Ah ya.. kau benar ciuman kemarin harusnya dilupakan saja dan ku jamin di masa depan hal tersebut tidak akan terjadi lagi ha ha" ucap Adnan panjang lebar dengan tawa yang dipaksakan.
"Baguslah kalau begitu... ah ya aku ingin istirahat boleh aku masuk kamar lagi?"
Alexa tampak buru-buru masuk kamar tanpa mendengar jawaban dari Adnan dan menyisakan Adnan yang berdiri dengan perasaan kesal. Pria itu juga merasa malu karena buru-buru datang ke rumah dan meninggalkan Madison begitu saja demi menjelaskan situasi yang ada. Tapi tampaknya dia satu-satunya orang yang bodoh disini karena berusaha menjelaskan situasi tadi padahal Alexa terlihat tak peduli.
Adnan masuk kamarnya karena tubuhnya kotor dan dia harus mandi. Setelah itu Adnan bersiap pergi lagi entah kemana. Pria itu merasa suasana hatinya memburuk dan dia tak mau tidur di rumah ini. Adnan bergegas pergi dengan mobilnya dan berencana tidak pulang semalaman.
Pria itu sampai di sebuah rumah dan Madison sudah menyambutnya sambil tersenyum manis. Ternyata rumah itu adalah rumah jalangnya alias Madison dan dengan terburu-buru Adnan mencium bibir Madison. Pria itu merasa emosi dan marah entah apa alasannya. Dengan sabar Madison menerima semua perlakuan kasar Adnan dan merasa tak keberatan asalkan pria itu mau tetap berada di sampingnya sampai kapanpun.
"Ad kau baik-baik saja kan? Apa suasana hatimu sangat buruk?" Tanya Madison perhatian.
Madison membelai pipi pria itu dan dengan helaan nafas kasar Adnan kembali mencium Madison bahkan keduanya sudah masuk kamar. Adnan melepaskan semua pakaian Madison dan dia bercinta dengan wanita itu hampir semalaman.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr and Mrs Devana
RomancePerjodohan klasik antara Adnan dan Alexa yang diawali dengan kebencian namun berakhir menggunakan perasaan.
