Mohon memberikan dukungannya....
Pelukan Adnan terlepas setelah beberapa menit dan dia terlihat sangat lelah dengan keadaan yang ada. Alexa merasa kasihan dan tak tega melihatnya namun di satu sisi rasa kecewanya masih besar. Hingga helaan nafas panjang mulai keluar darinya dan dia memutuskan tak membahas lagi masalah yang ada. Alexa sudah kehilangan banyak energi dan dia juga ingin beristirahat untuk hari ini. Biarlah dia melupakan sejenak hal yang menyakitkan itu untuk hari ini.
"Tinggalah disini bersamaku lagi Alexa..." ucap Adnan sendu.
Alexa tak merespon apapun dan dia bergerak sedikit menjauh. Akhirnya wanita itu duduk di kasur kamar dan Adnan merasa senang karena itu tandanya Alexa mulai menerimanya lagi. Dia membawa Alexa ke pangkuannya dan mencium bibir wanita itu lembut. Decapan bibir terdengar menggema dan perlahan Alexa memejamkan matanya membalas ciuman Adnan yang hebat. Wanita itu hatinya terluka tapi di satu sisi masih menginginkan Adnan. Dia bahkan sudah tak peduli lagi dengan situasi yang ada dan hanya ingin menikmati waktu bersama pria beralis tebal itu. Ini semua membuatnya dilema terlebih baru kali ini dia jatuh cinta pada seorang pria. Alexa memang wanita yang sangat tak berpengalaman dalam hubungan karena di masa lalu dia adalah wanita yang kaku dan mendedikasikan dirinya hanya untuk pendidikan dan karir.
Mereka jelas saling merindu dan keduanya tidak ada yang mau melepaskan diri. Ciuman itu semakin dalam dan intens hingga semakin tidak ada jarak diantara keduanya. Bahkan Alexa tidak sadar kini dia sudah terlentang di kasur dan ciuman Adnan seolah tak membiarkannya untuk istirahat. Pria itu sangat menginginkannya dan begitu mendambakannya.
Pria itu juga sangat hebat dalam berciuman tentu saja dan dia bisa membuat Alexa terbuai. Namun tak lama kesadaran wanita itu kembali dan sekuat tenaga dia melepaskan diri dari Adnan. Sekarang bukan waktu yang tepat untuk bermesraan kira-kira begitulah isi kepala Alexa. Meskipun ciuman itu memang sama sekali tidak buruk.
"Kita tidak boleh melakukan ini" ucap Alexa sambil terengah-engah.
"Kenapa?? Kita adalah suami istri dan aku berhak atas dirimu" balas Adnan sangat keberatan dengan penolakan wanita itu.
"Jangan bilang kau melupakan semua masalah yang ada? Aku jelas tak akan bisa menerimamu jika permasalahan ini tidak kau selesaikan dengan segera!"
Alexa sangat tegas dan membuat Adnan tersadar kalau wanita itu benar. Dia mengusap wajah dengan frustasi dan tidak membantah ucapan Alexa. Padahal Adnan ingin melupakan sejenak masalah berat ini tapi dia pun sadar tidak bisa selamanya terus melarikan diri. Dia jelas harus melakukan sebuah pergerakan tidak hanya diam seperti pria bodoh.
"Maaf... kau benar sudah seharusnya aku melakukan sesuatu dan menuntut balas karena Madison sudah memfitnahku!!" ucap Adnan berapi-api.
Pria itu bertekad tidak akan diam dan pasrah begitu saja. Dia harus membuktikannya pada Alexa bahwa Madison bukan hamil anaknya. Adnan yakin selama ini dia sudah bermain aman dan rapi meskipun masa lalunya sebagai seorang bajingan memang tidak bisa dibenarkan.
************
Keesokan harinya Alexa terbangun duluan karena suasana di luar begitu bising. Dia membangunkan Adnan yang tertidur pulas di sebelahnya dan menyuruh pria itu bergegas mencari tahu atas apa yang terjadi. Tadi malam mereka tak lagi membicarakan apa-apa dan tidur pulas dalam kasur yang sama. Bahkan Alexa tidak ingat bagaimana dia bisa tidur begitu saja.
"Tenanglah aku yakin tidak ada apa-apa" ucap Adnan sambil tersenyum tipis.
Adnan keluar dari kamarnya disusul Alexa namun setelah dia keluar dari kamar tampak 4 orang polisi segera menyergap Adnan dan membuat Alexa sangat kaget. Pagi-pagi buta sudah terdapat situasi yang mencekam begini. Kenapa pula polisi tiba-tiba ada di rumah Adnan? Bahkan satpam dan maid tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya menunduk seperti orang bodoh.
"Mr Devana anda ditangkap dengan tuduhan pemerkosaan terhadap Miss Everly dan mulai hari ini juga anda akan menjadi tahanan kota!" Ucap salah seorang polisi tegas.
"Apa maksudmu?? Aku memperkosa Madison?? Ini pasti gila!!" Ucap Adnan tidak terima.
Alexa tampak memucat dan kakinya tampak tidak bisa lagi menopang tubuhnya. Bagaimana mungkin Adnan dituduh memperkosa Madison? Padahal wanita itu sendiri yang secara sukarela ingin menjadi jalang?
"Ini pasti sebuah kesalahan, Adnan tidak melakukan tindakan kriminal!!" ucap Alexa menambahkan.
Wanita itu memegang tangan Adnan yang diborgol dan mulai menangis. Dia tidak menyangka malah begini akhirnya. Tentu perbuatan Adnan yang brengsek memang membuat Alexa kecewa tapi pria itu tetap saja adalah orang yang dicintainya.
"Pergilah menjauh nona jangan halangi jalan kami!!!"
Salah satu polisi mendorong Alexa supaya tidak menghalangi jalannya penangkapan. Bahkan mereka tidak peduli jika harus berbuat kasar pada Alexa.
"Aku sama sekali tidak melakukan kejahatan!! Aku bukan orang jahat!!" Ucap Adnan berteriak dan berusaha melepaskan diri.
"Anda bisa membela diri di pengadilan nanti namun sekarang anda harus ikut bersama kami Mr Devana!"
Polisi bersikap sangat tegas dan menyeret Adnan. Bahkan teriakan Alexa yang histeris tidak mampu menghalangi mereka. Adnan yang melihat ini ingin berbicara dengan Alexa namun para polisi tidak memberinya kesempatan sama sekali. Bahkan Adnan tidak sempat memeluk Alexa yang sedang menangis hingga wanita itu hilang dari pandangannya begitu saja.....
***********
Sebastian tersenyum sangat lebar karena anak buahnya mengatakan bahwa Adnan sudah diseret masuk penjara. Bahkan Sebastian tidak sabar melihat adiknya yang menyebalkan itu kehilangan sang istri. Sepertinya Sebastian sudah kehilangan akal sehat bahkan tekadnya semakin besar dan dia puas bisa menjebloskan Adnan masuk penjara dengan mudah. Dia memiliki koneksi yang di dunia hukum hingga mudah saja menyeret Adnan masuk penjara.
Sebastian akan memastikan kalau adiknya bisa segera menikahi Madison dan berhenti menghalangi jalannya. Dia bahkan tersenyum sangat lebar dan ingin segera berjumpa dengan Alexa. Dia akan bersikap hangat dan memeluk Alexa yang pasti tengah menangis karena suaminya masuk penjara. Sebastian pastikan akan menjadi sosok yang Alexa andalkan. Yah dia pun sangat yakin bisa segera mendapatkan hati Alexa terlebih sosoknya di mata Alexa adalah pria yang bijaksana.
"Kau harus menikmati penjara yang dingin dan sunyi adikku... ah ya aku penasaran sampai sejauh mana kau bertahan dengan semua ini" ucapnya bergumam dengan senyum licik.
Tidak lama ponselnya berdering dan Madison yang memanggilnya. Dengan tenang Sebastian mengangkat panggilan itu, dia yakin semua rencana ini akan berjalan sangat mulus tanpa halangan sama sekali.
"Apa yang terjadi Seb? Kau menjebloskan Adnan ke penjara?" Tanya Madison panik di seberang sana.
"Ya ini sebagian dari rencanaku..." ucapnya tenang.
"Kau pasti sudah gila!! Kau tidak perlu memasukannya ke penjara"
"Itu semua karena kau terus bersikap bodoh dan tidak bisa membawa Adnan ke pelukanmu lagi!!"
Sebastian berteriak menyeramkan dan membuat Madison takut. Dia memang setuju untuk bekerjasama dengan pria itu tapi Madison tak menyangka jika Sebastian adalah sosok yang menyeramkan. Madison memang menginginkan Adnan tapi wanita itu tidak mau melihat Adnan menderita.......
Bersambung.....
Haloo baru bisa nulis lagi nih semoga suka 😊
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr and Mrs Devana
Roman d'amourPerjodohan klasik antara Adnan dan Alexa yang diawali dengan kebencian namun berakhir menggunakan perasaan.
