Mohon memberikan dukungannya........
Setelah resmi menjadi suami istri sungguhan tentu saja Adnan dan Alexa mulai dekat dan mencari tahu kepribadian masing-masing. Adnan ternyata merupakan sosok yang picky eater sedangkan Alexa justru bukanlah sosok yang pilih-pilih makanan. Yang jelas Adnan tak begitu suka sayur dan dia harus makan dalam kondisi hangat. Tentu saja hal ini membuat Alexa geleng-geleng kepala karena aura anak bungsu di diri Adnan begitu kuat. Pantas saja pria itu selalu membeli makanan di luar jika makanan di rumah sudah dalam kondisi dingin. Meski begitu Adnan tidak merepotkan orang lain dan dia mencari makanan yang dia suka sendiri.
Belum lagi pria itu sangat manja dan pencemburu. Alhasil Alexa harus banyak bersabar dalam menghadapi Adnan. Dia biasanya akan sangat cemburu saat Alexa dekat dengan Sebastian sehingga wanita itu berusaha untuk berbicara pada Sebastian mengenai pekerjaan saja. Menurut Alexa kecemburuan Adnan sangat tidak berdasar dan berlebihan apalagi Sebastian adalah orang terdekat pria itu. Alexa percaya Sebastian bukan orang jahat bahkan pria itu sangat bijak dan dewasa.
Saat ini Alexa sedang rapat berdua saja bersama Adnan karena Sebastian sibuk. Maklum saja dia adalah pewaris utama sehingga Mr Devana lebih membebankan segala hal pada Sebastian. Mereka sedang membicarakan soal progres biosimiliar yang rencananya akan rampung dalam 3 bulan mendatang. Meskipun Alexa sedikit tak yakin kalau proyek ini akan cepat selesai karena produk rekayasa genetika memang cenderung rumit dan melibatkan mahluk hidup sebagai inang. Tapi kalau tidak dicoba tentu saja kita tidak tahu bukan?
"Jadi produk yang baru saja dikemas berjumlah 100 buah? Kenapa masih sangat sedikit?" Tanya Adnan heran.
"Karena hormon eritropoetin ini dibuat dengan melibatkan mikroba yaitu virus atau bakteri sehingga dalam proses pembuatannya tidak selalu menghasilkan produk yang banyak..." balas Alexa panjang lebar.
"Lalu apa yang akan kau lakukan dengan produk yang sedikit itu?"
Alexa menghela nafas panjang karena keputusan yang dia ambil bukan hal yang mudah. Tapi untuk saat ini dia ingin efisiensi sehingga tidak ada produk yang tidak bermanfaat. Lagipula produk yang sudah ada lumayan banyak...
"Aku tetap akan mengekspornya ke negara tetangga... entahlah semoga saja mereka bisa paham kalau produksi biosimiliar tak pernah selalu cepat" ucap Alexa tak yakin.
Raut wajah wanita itu muram dan tampak tertekan. Tentu saja Adnan tak suka apalagi Alexa sudah beberapa kali makan tak teratur. Adnan tahu kalau wanita itu banyak pikiran apalagi proyek yang berlangsung ini mempertaruhkan nama Vivian enterprise. Alhasil pria itu tidak mengomentari apapun dan hanya memeluk Alexa perlahan.
"Hey ini sedang di kantor kenapa kau memelukku begitu saja?" Tanya Alexa sedikit terkejut.
"Aku hanya ingin menghiburmu dan mengatakan kalau situasi di lapangan terjadi bukan karena ulahmu" balas Adnan menenangkan.
Alexa senang karena Adnan mau menghiburnya. Senyuman wanita itu merekah dalam pelukan Adnan. Dia tak menyangka jika pria itu adalah sosok yang pengertian di balik wajahnya yang dingin. Entah mengapa Alexa merasa begitu nyaman dalam pelukan Adnan dan suasana hatinya kembali membaik.
"Kita harus bekerja lagi.. kita tak boleh bermalas-malasan dan berpelukan seperti ini Ad..."
Pelukan pun terlepas dan Alexa pun kembali membahas soal proyek yang sedang berlangsung. Dia tak mau hanya diam dan kembali serius dengan meminta pendapat Adnan....
**********
Adnan merasa akhir-akhir ini hatinya berbunga-bunga. Meskipun Alexa masih bersikeras menolak selain pelukan dan ciuman namun Adnan tak masalah. Baginya hubungan tidak selalu diwarnai oleh sesuatu yang penuh gairah bahkan hubungan yang sehat dimulai dengan saling pengertian. Lagipula kenapa harus terburu-buru toh setiap hari mereka juga bertemu di rumah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr and Mrs Devana
RomancePerjodohan klasik antara Adnan dan Alexa yang diawali dengan kebencian namun berakhir menggunakan perasaan.
