27

85 6 1
                                        

Suasana kacau di rumah Keita sejak kejadian di malam itu. Di mana Jongwoo datang ke rumah itu bersama Junhyeon dengan kondisi yang mengenaskan. Ya, malam itu ketika dia mendapatkan telepon dari seseorang hingga dirinya bergegas pergi ke tempat yang disebutkan.

Dia mendatangi lokasi di mana Junhyeon yang tergeletak seorang diri dengan kondisi memprihatinkan. Diangkatnya tubuh tersebut ke dalam mobil dan segera membawanya ke rumah Keita, setelah sebelumnya memberitahu kedua teman lainnya untuk datang ke rumah Keita tanpa alasan. Entah apa yang dipikirannya kenapa tak memilih membawanya ke rumah sakit.

Hal pertama yang dia dapati saat sampai di sana tentunya keterkejutan kedua orang yang telah datang telebih dahulu. Mereka segera membopong masuk Junhyeong yang tak sadarkan diri. Merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu rumah tersebut.

Tak ada pertanyaan yang Jongwoo dapatkan pada waktu itu. Kedua orang itu masih sibuk mengurusi satu orang lainnya yang sedang membutuhkan pertolongan. Hingga salah satunya membuka suara, menanyakan di mana si pemilik rumah saat ini.

"Gue gak butuh penjelasan lo, tapi di mana Keita?"

Haruto menatap sahabatnya yang tiba-tiba menginterupsi. Perhatiannya teralihkan untuk mencari sosok yang disebutkan. Hingga menyadari tak ada keberadaannya di sana. Padahal terakhir kali ia mengetahui jika kedua sahabatnya itu sedang bersama.

Di lain sisi, Jongwoo yang mendapatkan pertanyaan tiba-tiba sedikit tersentak di posisinya. Meski sebelumnya ia sudah siap menerima pertanyaan serupa ketika tiba di rumah tersebut. Netranya sedikit bergulir, tampak ragu mengeluarkan kalimat yang telah ia susun.

"Jong?" panggil Haruto lirih membuat si pemilik nama menatapnya.

"Gue sebenernya kurang tau," ucapnya menggantung, melirik kedua orang di depannya yang tengah menunggu penjelasannya.

"Gue gak ada di tempat itu saat kejadian, gue dateng setelah kejadian itu selesai dan cuma nemuin Junhyeon yang udah tergeletak di sana sendirian."

Jeonghyeon yang mendengar penjelasan Jongwoo kini tengah menahan amarahnya. Tangannya terkepal, dengan wajah yang telah memerah. Sedangkan Haruto terlihat lebih tenang dengan satu tangannya yang memegang lengan Jeonghyeon berusaha menenangkan. Tak ada respon yang mereka berikan hingga Jongwoo kembali bersuara.

"Lebih baik sekarang kita fokus dulu ke Junhyeon. Soal Keita, ada temen gue yang berusaha nyari di mana dia sekarang. Jadi gue mohon kalian lebih tenang dulu untuk sekarang, gue mau hubungin Zihao terlebih dahulu soal masalah ini."

Jongwoo bangkit, berniat menarik diri dari sana dan menemui sahabatnya. Belum sampai ia membalikkan badan dengan sempurna, pergerakannya harus terhenti akibat seruan yang ditujukan padanya.

"Ini semua ada hubungannya sama Levi kan?"

Tubuh Jongwoo membeku untuk beberapa saat. Masih mencerna kalimat yang baru saja terlontar. Tidak ada niatan untuk berbalik ataupun sekedar menoleh si pemilik suara. Bingung apa yang harus ia lakukan di situasi semacam ini. Dirinya tak mau gegabah menyimpulkan kejadian tadi, dan kini justru harus mendengar kalimat yang membuatnya sedikit terkejut. Dari mana dia tahu nama itu, pikirnya.

Mau tak mau ia harus menanggapinya. Berusaha setenang mungkin memberikan jawaban tanpa menoleh.

"Gue udah bilang, gue gak tau pasti kejadiannya. Jadi gue mohon jangan gegabah ambil tindakan atau sekedar menyimpulkan. Gue bakal kabarin kalian secepatnya kalau udah ada info." Jongwoo melenggang keluar dari tempat itu setelah menyelesaikan kalimatnya.

Meninggalkan Haruto yang menatap Jeonghyeon dengan penuh tanda tanya. Jadi, apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa hanya ia yang tidak tahu.












Halo guys, aku balik lagi! Aku sebenernya sedikit gak nyangka kalau masih ada yang nunggu dari update cerita ini karena udah sempat aku tinggal selama setahun. So, aku berterima kasih banget buat yang masih menyempatkan membaca, dan maaf karena digantung.

Ngomong-ngomong kelanjutannya, mau cerita dikit, sebenernya kemarin udah sempet nulis next chapternya di draft. Cuma karena setelah itu sempat kulogout akunnya tulisannya hilang. Hehee, emang rada kocak sih, biasanya nulis di note dulu gatau kenapa tiba-tiba milih langsung. Sedih dikit karena harus ngulang dan ngerangkai kalimat lagi yang lebih bagus.

Sekali lagi aku mau bilang makasih dan maaf.
See ya!

31 January 2025

Look at Me, please!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang