TWO

126 2 0
                                        

Seandainya saja aku bisa memilikimu,
Aku akan hidup pada hari itu kelak.

***
Alice

Cardiff, 5 years later...

Aku meninggalkan Earth putri semata wayangku bersama Peter ayahnya, di depan pintu Earth memohon kepadaku untuk tidak pergi. Itu adalah hal paling sulit yang harus aku lakukan setelah sekian lama. Tapi meninggalkan dia memang harus aku lakukan. Ia akan lebih tercukupi bersama Peter. Aku tidak yakin bisa memenuhi kebutuhannya ketika keluar dari mansion itu.

Peter sudah tahu.

Aku tahu ini ulah Julia. Ia ingin merebut Peter dariku. Perempuan itu sengaja melakukan sesuatu yang tidak pernah aku lakukan, berselingkuh bukan kebiasaanku, aku kira Peter telah mengenalku dengan baik, tapi segala sesuatu tidak selalu apa yang ia bayangkan. Kesan yang dibuat tidak bisa mengungkapkan secara keseluruhan. Pemikiran yang terbentuk berdasarkan emosi dan bukan pada peristiwa yang berdasarkan kenyataan.

Seperti itulah yang terjadi antara Peter dan aku. Dia bisa berbagi perasaannya dengan mudah. Ini adalah caranya, belum tentu denganku. Tentu saja aku baru mengetahui ini sekarang, dan pada suatu saat, ketika aku bisa melewati peristiwa yang telah membentukku, aku bisa melihat hal seperti ini dari sudut pandang yang sedikit berbeda.

Kini aku tinggal di flat house kecil di Cardiff, terletak di Waithman street, Inggris. Aku beruntung pemilik flat sangat baik padaku. Dan aku membayar sangat murah untuk sewanya. Flat itu sudah menjadi rumah selama lima tahun sekarang. Pemiliknya bernama Matilda, saat ini telah memasuki usia senjanya tapi dia sudah seperti ibuku sendiri. Dia telah mengenalku dengan baik melebihi ibuku sendiri dan dia tinggal sendirian di kamar sebelah.

Cardiff sendiri terkenal sebagai kota kuliner. Duduk bersantai dengan suguhan teh panas daarjeling dari Assam India ditemani cakes and scones yang tersedia di Maitre Blaire Restoran tempat aku bekerja. Aku telah bekerja di Maitre sejak perceraianku. Ini adalah restoran high tea mungil di wilayah Cardiff namun cukup lengkap dalam menyuguhkan berbagai jenis scones, blood velvet cake, éclair, chocolate biscuit cake, coronation tart, dan selama lima tahun aku bekerja disini aku mulai tahu sedikit tentang segala sesuatu yang kita jual meskipun ironisnya, aku masih belum begitu paham mengenai blood velvet cake yang selalu dikaitkan dengan Kolonel Thomas Blood yang mencuri mahkota pada tahun 1671.

Untuk sisa hari ini sepertinya aku akan pulang terlambat karena tuan Rupert Blaire baru saja mendapat kritikan pedas dari salah satu pengunjung yang menyebut harga keju dan makanan yang disajikan sangat mahal, tidak sebanding dengan rasanya. Dia juga mengeluhkan sedikitnya pilihan menu vegetarian. Tanpa diduga tuan Blaire menanggapi kritikan pedas pengunjung dengan santai.

"Saya rasa anda tahu bahwa toko kami punya spesialisasi olahan keju dengan kualitas tinggi serta staf yang cekatan, maka sebaiknya jangan berkunjung ke toko ini dan cari restoran khusus vegetarian!", sindirnya dengan pedas.

Tidak hanya itu, Blaire kembali menjelaskan bahwa para pekerja di tokonya tidak ahli membuka makanan beku, sehingga mereka harus menggunakan bahan-bahan segar yang jauh lebih mahal dari bahan makanan beku.

"Oh, ya sebenarnya saya tidak pernah memojokkan pelanggan, namun ini pengecualian bagi anda, Karena sepertinya anda begitu ingin menyuarakan pandangan realistis. Tolong jangan datang kembali ke toko kami. kami hanya menyukai pengunjung yang masuk akal dan menyenangkan!", dia mengutuk saat membuka pintu toko dan pelanggan itupun pergi.

THE SECRETWhere stories live. Discover now