Carlton
Alice. Alice tersayang. Favoritku. Aku telah memilihnya, setelah semua. Sebuah bayangan tentang sosoknya yang bergeming dan hancur ditangan seorang bajingan Lewis tampaknya tidak pernah beranjak dari pikiranku. Dan aku harus memalingkan muka. Aku siap meretakkan dan memukul keparat itu kapan saja. Setan di dalam diriku telah merasukiku, menyiksaku dan merobek hatiku.
Aku menerima laporan tentang Peter Lewis. Apa yang kudapat sangat menggangguku. Laki-laki empat puluh tahun pemilik Cavendish Zumwalt, perusahaan farmasi dan dia telah menyalahgunakan ijin kepemilikan obat bius jenis chloroform yang seharusnya digunakan untuk tujuan medis yang sah untuk perusahaannya tetapi dia gunakan untuk dijual bebas, yang mana Mcgrady memberi catatan bahwa dia menggugat cerai Alice karena dugaan perselingkuhan. Dia ada dalam daftarku dan aku bersumpah, aku akan membuatnya bangkrut dalam sekejap.
Aku menutup telepon, menarik napas dalam-dalam, mencoba menghilangkan ingatan itu saat simpul terbentuk ditenggorokanku. Wanita ini pantas mendapatkan kebahagiaan. Alice dan aku layak saling menerima. Dia menggaruk gatalku, dan aku juga melakukan hal yang sama padanya. Saat bepergian, aku bermasturbasi seraya memikirkan wanita ini. Aku tak percaya bahwa laki-laki dirancang bercinta hanya dengan satu perempuan. Sebelumnya aku membutuhkan sejumlah wanita untuk menyibukkanku, tapi dalam pergolakan batinku aku belajar semua yang perlu kuketahui tentang seorang perempuan, dan mendapati sebuah kenyataan bahwa aku telah dibuat kewalahan oleh perempuan yang satu ini.
"Siapa barusan?", dia dengan keingintahuannya.
"Mcgrady, dia penasehatku."
Dia diam sejenak.
"Kau harus berpakaian, kita akan pergi dalam waktu lima belas menit lagi", kataku dengan segera.
"Oke", dia tergagap saat aku melepas kimonoku, membuangnya di kamar mandi dan berjalan telanjang ke walk in closetku.
Di ruang baju aku berpakaian dengan cepat, saat aku mengenakan dasiku, aku menyaksikan bagaimana Alice masih kebingungan dengan pilihannya, bahwa semua pakaiannya sangat cocok. Aku mencoba mati-matian untuk membantunya. Tapi seperti biasa, ia menolak untuk bekerjasama, dan satu-satunya pilihanku adalah menerima panggilan iphoneku untuk Patricia, beranjak ke ruang tamu, dan aku menerima agenda hari ini dari sekertarisku. Ketika aku menutup telepon, Earth sudah ada disini, memelukku, menertawakan lelucon kecilku. Apakah dia akan menganggapnya sebagai lelucon? Aku tidak terkenal dengan selera humorku. Tapi aku tahu itu ada, aku sudah mencobanya. Mungkin aku sudah terlalu jauh. Dan itu mengingatkanku pada apa yang aku memiliki sekarang. Tanggungjawab.
Aku sedang menunggunya... Menunggu, dan menunggu. Aku melirik jamku. Sepuluh menit telah berlalu, dan wanita ini selalu membuatku menunggu. Ketika aku duduk di meja kecilku untuk memungut Finansial Times edisi pagi ini, dan membaca halaman depan kertas itu, aku menangkap gerakan kecil dari sudut mataku. Aku menatap keatas, dia berdiri menatapku dengan penuh perhatian. Mengenakan coat dress kerah blazer esque dengan rok lipit dan sepatu pumps. Terimakasih surga. Aku merasa belum pernah ada di alam semesta ini atau tempat lainnya selain membuatnya muncul disini. Aku meletakkan kembali koran dan membeku. Sial!
"Maaf terlalu lama", sesalnya, matanya menari dengan lucu. "Bagaimana menurutmu?"
Aku mengangguk. Penampilannya yang menawan elegan menang diatas segala hal lain yang ingin kukatakan. Meraih pinggangnya untuk membawanya naik menggunakan lift dan melepaskannya begitu kami berada diatap Ritz Carlton menuju Sikorsky's, udaranya bersih dan segar, hanya dirusak oleh uap panas bekuku. Aku menawarkan tangannya untuk membantunya memanjat masuk, Alice duduk di sampingku bersama putrinya, dengan anggun. Kita saling menatap ketika helikopter mengangkat, melewati sungai Taff yang suram dan kelabu di sisi lain jalan menuju boulevard di tepi bawah. Inilah yang kuinginkan, kedamaian. Aku berharap bisa menikahinya, tapi tentu saja, Caroline mungkin menentangnya.
YOU ARE READING
THE SECRET
RomantizmLouis Carlton Morano Filippo berada pada urutan kesembilan dalam garis suksesi tahta dan keenam belas wilayah persemakmuran Inggris. Dunianya rapi, disiplin dan benar-benar mampu membeli segalanya, namun memiliki hobi aneh yang menantang. Mencuri ma...
