Langit hari ini tak secantik biasanya. Tampak gelap dan menurunkan tetesan air yg derasnya.
Langit itu seperti suasana hatiku saat ini. Ya suasana hatiku sangat buruk untuk saat ini. Terkadang aku berfikir untuk mengakhiri hidupku. Namun ada yang membuatku berat. Aku memiliki seorang adik laki-laki. Dia membutuhkanku. Ya memang dia nakal tapi aku tetap lah kakaknya dan aku menyayanginya. Mungkin ia melakukan kenakalan itu karna dia ingin di perhatikan oleh orang lain. Ayahku saat ini entah dimana dia. Sedangkan ibuku meninggal seminggu setelah kelahiran adikku.
Awalnya aku dan adikku tinggal dirumah bibi. Tapi 2 tahun sudah aku memutuskan untuk meninggalkan rumah itu dan membawa adikku agar tidak terlalu merepotkannya lebih lama.
Aku saat ini berada di sebuah caffe. Aroma kopi yang khas selalu tercium. Dekorasi yang sangat nyaman juga membuatku betah berlama lama di tempat ini.
Caffe mungil yang terbuat dari kayu indah itu berdiri kokoh diantara beberapa gedung gedung besar yang telihat sangat tua. Caffe ini terdapat teras kecil yang cantik, mewah juga indah. Tanaman warna warni mewarnai setiap sisi dan sudut teras kecil nan nyaman tersebut dengan beberapa tempat duduk kayu berwarna putih yang membuat kemewahannya semakin terlihat mahal.
Saat ini aku mengenakan celemek dan baju khas caffe ini. Yap aku salah satu pegawai part time disini. Aku bekerja sepulang sekolah sampai jam 6. Tentu saja pak manajer tau bahwa aku memiliki seorang adik dan harus pulang untuk menyiapkan makan malam untuk adikku. Tapi setiap hari sabtu aku bekerja mulai pagi sampai jam 4.
Jam menunjukan pukul 8 malam.
"Aku terlambat, apa rafael sudah makan ya?'' Batinku sambil berlari kecil menuju rumah
Hari ini cukup melelahkan. Karna banyak pengunjung yang berteduh dan memilih menghangatkan diri mereka dengan coffe hangat. Dan itu membuatku pulang terlambat.
~~
"aku pulang, Rafael... kau sudah pulang? '' tanyaku sambil menutup pintu dan melepas alas kakiku.
"Kakak kok lama? Tadi rame ya? " kata Rafael sambil mendekat padaku.
"Iya Raf, oh iya kamu udah makan?'' Tanyaku sambil bangkit dan berjalan ke dapur mengambil sebotol air mineral kemudian aku meneguknya sampai habis. Aku benar benar merasa tenggorokanku kering tadi.
"Udah kok, tadi pagi kan masih ada sisa makanan di kulkas. Ya aku hangatkan terus makan deh.'' jelas Rafael dan itu membuatku tenang.
"Eh iya kakak, tadi Bu Nia dateng nyariin kakak, kayanya bayaran bulan ini deh'' kata Rafael sambil menyalakan tv dan memakan wafer.
Mendengar hal itu aku berjalan ke kamar dan menyiapkan uang dan memasukkannya ke dalam amplop untuk bayar kos-an. Untunglah hari ini gajiku keluar dan mendapat tambahan karna kerjaku yang cukup bagus bagi pak manajer. Aku masukkan amplop itu ke tas agar besok sebelum pergi kesekolah aku bisa memberikan uang ini.
~~
"Kring...kring''
Mendengar suara itu sangat efektif membangunkanku. Jam weker itu membangunkanku dari mimpi indahku. Tangganku meraih jam weker itu dan mematikannya. Ku renggangkan tubuhku sebelum melakukan aktivitas pagi
Seperti ini lah aktivitas pagiku. Mencuci, memasak, dan membersihkan rumah. Tak lupa menyiapkan bekal untukku dan adikku.
~~
Aku dan adikku sudah di di ambang pintu luar rumah. Setelah mengunci pintunya, aku pergi ke rumah Bu Nia untuk membayar kontrakan rumahku. Sedangkan adikku langsung berangkat ke sekolahnya.
Terlihat pepohonan hijau yang menjulang tinggi dan rindang. Aroma alam yang sangat khas dengan jalan setapak yang tidak terlalu besar membuatku suka pergi ke sekolah melewati jalan ini. Memuat hatiku tenang. Entah aku melamun di jalan atau menikmati indanya alam.
Tanpaku sadari aku sudah berada di depan sekolahku.

KAMU SEDANG MEMBACA
Girl in Love (Revisi)
AcakCaffe mungil yang terbuat dari kayu indah itu berdiri kokoh diantara beberapa gedung gedung besar yang telihat sangat tua. Caffe ini terdapat teras kecil yang cantik, mewah juga indah. Tanaman warna warni mewarnai setiap sisi dan sudut teras kecil n...