Got Married

988 77 61
                                        

Rose selesai mengeringkan tubuhnya, Ia keluar dari kamar mandi dan mendapati Julian tengah menghisap rokok di balkon — kebiasaan, batin Rose. Jika ada sesuatu yang sangat mengganggu pikirannya, pria itu akan menyalurkannya dengan merokok, bahkan Rose tak tahu dari mana pria itu mendapatkan rokok.

Sejenak Rose menatap Julian yang dengan santai menghisap rokoknya, sesekali fokusnya Ia tujukan pada ponsel di meja, kemudian beralih memandang sekeliling. Haruskah Ia menghampiri Julian dan meminta maaf? Tapi bukankah Julian juga salah karena tak becus mengurus Isyana hingga harus bertemu dengannya. Bayangkan betapa kesal dirinya melihat Isyana juga ada di Auckland demi mengganggu liburannya. Bagaimanapun caranya, seharusnya Julian dapat mengatasi itu dan tidak membiarkan Isyana muncul di hadapannya.

Sudah cukup lama sejak Rose selesai mandi, Julian masih tak beranjak dari duduknya dengan tangan kirinya memegang rokok, membuat Rose menjadi geram melihatnya.

Rose membuka pintu slide dan berdiri seraya menatap Julian yang sama sekali tak menoleh padanya.

"Kau sudah menghabiskan berbatang-batang rokok, kau tahu jika yang kau lakukan itu mencemari udara, sementara aku sedang hamil dan asap rokok tidak baik jika sampai ku hirup." Rose bersungut-sungut. Tanpa protes Julian segera mematikan rokoknya dan beranjak menuju kamar mandi.

"Baguslah. Kau memang harus bersihkan badanmu." ucap Rose lagi, bahkan Julian merokok masih mengenakan pakaian basah.

Tak berapa lama, Julian keluar dari kamar mandi dengan mengenakan bathrobe, Rose lihat rambut pria itu masih sedikit basah, sontak Ia yang tengah meluruskan kakinya di sofa, bangkit dan mengambil handuk kering, mendekat pada Julian tanpa bicara, dan sedikit berjinjit untuk mengeringkan rambut pria itu, sementara Julian yang tanggap langsung merendahkan tubuhnya.

Meski marah karena merasa cemburu pada Ethan, Julian tak bisa lama-lama mengabaikan Rose, bahkan ketika gadis itu mengeringkan rambutnya, Julian masih mencoba mencuri pandang pada Rose.

"Apa yang dia lakukan padamu?" tanya Jungkook setelah Rose selesai mengeringkan rambutnya.

"Tidak ada." Jawab Rose.

"Dia menciummu? Memelukmu?"

"Dia tidak menciumku."

"Kau tidak katakan jika dia tidak lakukan keduanya, itu berarti dia berhasil memelukmu bukan?"

Rose mangangguk, tak ingin membela diri dengan berbohong pada Julian.

Julian menarik Rose dan memeluknya, "Tak ada siapapun yang boleh memelukmu, kecuali diriku." ucap Julian mengusap bahu Rose dan mengecupi pucuk kepalanya. Membuat Rose dengan reflek memeluk pria itu, biasanya Julian akan tetap bersikap manis meski sedang merasa kesal.

"Kenapa berenang tanpa mengajakku? Jika ingin berenang kita bisa pergi bersama." ucap Julian masih dengan memeluk Rose erat.

"Bagaimana aku tahu kau memulangkan Isyana, sementara kau tidak memberiku kabar sama sekali, aku pikir kau sedang sibuk dengannya."

"Aku memang sibuk dengannya, tapi sibuk untuk membuatnya pergi."

"Maaf, aku merasa resah menunggumu hingga terpikir hendak mencari hiburan."

"Hiburan dengan berenang bersama Ethan?"

"Tidak, dia yang datang menghampiriku  dan bahkan mengajakku berenang bersamanya."

"Tapi kau menikmatinya bukan?"

"Tidak sama sekali."

"Aku curiga dia sebenarnya mengincarmu dan hendak memanfaatkanmu sementara kau sedang tidak bersamaku."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 16, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Wanita KeduaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang