Reality and Problems

740 86 9
                                        

"Bagaimana kondisinya?" tanya Julian, pada Irene yang selesai memeriksanya.

"Ada sebuah gejala yang di namakan Hiperemesis Gravidarum." jelas Irene, dokter kenalan Julian yang bahkan begitu mengenal satu sama lain.

"Apa itu dokter?" tanya Rose.

"Gejala berupa mual parah dan pusing saat berdiri. Kondisi ini juga dapat menyebabkan muntah terus-menerus sehingga dapat menyebabkan dehidrasi. Bukankah Anda merasa pusing ketika lama berdiri?"

"Ya, bahkan terkadang aku merasa pusing ketika hendak bangun."

"Baiklah Rose, Izinkan aku bicara sebentar dengan Julian." ujar Irene.

-

-

"Apakah itu tidak berbahaya?" tanya Julian memastikan.

"Seperti yang tadi ku katakan, gejala ini membuat sang ibu tidak mau makan ataupun minum, Rose bisa saja mengalami dehidrasi, dia juga akan sangat alergi pada bau, kau harus terus memantaunya. Akan ku berikan suplemen vitamin dan nutrisi untuknya." jelas Irene.

"Baiklah.." Julian tampaknya begitu serius mendengar penjelasan Irene.

"Dan satu hal lagi, kau tidak boleh membuatnya kelelahan."

"Kelelahan, maksudmu?"

Irene menaikan kedua alisnya, "Ku yakin kau tahu tanpa ku jelaskan."

"Baiklah-baiklah.."

"Dia harus banyak istirahat, usahakan supaya dia mau makan dan minum."

"Tapi dia akan baik-baik saja bukan?"

"Ya, tidak perlu khawatir, banyak faktor yang memicu dia mengalami gejala ini, salah satunya adalah kehamilan pertamanya. Atau ada kemungkinan dia mengandung anak kembar."

"Benarkah?"

"Bagaimanapun kau harus menjaganya, jangan sampai dia banyak berpikir dan membuatnya stres."

Julian mengangguk dengan yakin, "Aku akan menjaganya."

"Tapi, apa kau yakin tentang ini?"

"Ya?"

"Ini yang sangat aku khawatirkan, aku berharap jawabanmu adalah ya.."

Julian mengernyitkan matanya.

"Apakah Rose tahu kau sudah--"

"Jangan katakan itu." sergahnya.

"Maaf jika aku sudah kelewatan, tapi ku peringatkan untuk tidak membuatnya stres."

"Aku mengerti, jangan khawatir."

Mengetahui kehamilan Rose yang cukup beresiko, Julian semakin takut jika gadis itu sampai tahu kebenaran tentang dirinya, Ia tak mau hal buruk terjadi pada kehamilannya.

**

Tampaknya mengajak Rose pindah ke rumah barunya hari ini bukanlah keputusan tepat, bahkan gadis itu terus terbaring sejak tadi karena merasa tidak enak badan. Julian tidak tahu pasti apa yang di rasakan Rose saat ini, Ia takut kesibukannya pagi tadi ketika mengemas beberapa barang penting untuk kepindahan mereka, membuat Rose kelelahan.

"Makanlah.. Kau harus coba masakan Leah, dia sudah memasak banyak makanan untukmu." ajak Julian pada Rose yang masih terbaring.

"Sayang.." panggil Julian lagi.

Rose membuka matanya, kemudian perlahan bangkit untuk turun ke bawah. Sedangkan di meja makan yang cukup besar itu sudah tersedia beberapa hidangan yang masih hangat.

Wanita KeduaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang