BAGIAN 11

862 82 7
                                        

Mata Rin menatap kosong ke arah stadion kosong di hadapannya. Bola yang tadi ia tendang bergulir pelan, tak lagi mendapat perhatiannya. Tangannya terkepal, pikirannya melayang jauh ke masa lalu yang seharusnya sudah ia tinggalkan.

Perkataan Loki yang menyinggung kembali mengenai skandal Kakaknya, masih berhubungan dengan dirinya. Mengingat kembali, jika Sae tidak sampai berselingkuh, mungkin Rin juga tidak akan mencari celah untuk masuk ke dalam hidup Cinta Pertamanya itu.

Kalau di ingat lagi, saat itu ia juga menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya secara diam-diam. Mengelabui semua orang, karena status mantan kekasihnya yang merupakan seorang istri dari Kakak kandungnya sendiri.

Keputusannya berpacaran diam-diam, memang benar. Untuk menutupi perselingkuhannya dari Sae dan semua orang. Namun, haruskah saat ini dirinya menutupi lagi hubungannya dengan (Name) yang baru saja ia pacari dari semua orang?

Apa salah, jika Rin ingin mengenalkan pada orang banyak, bahwa dirinya memiliki seorang gadis yang ia cintai?

Entah lah, semenjak keluar dari ruangan Loki, Rin benar-benar tak bisa memusatkan konsenstrasinya pada sesi latihan kali ini. Lamunannya terhenti, ketika sebuah suara tidak asing tengah memanggilnya.

"Rin," suara itu menyadarkannya.

(Name) berdiri di sampingnya, matanya penuh kekhawatiran. Gadis itu mengulurkan sebotol air, tetapi Rin hanya menatapnya tanpa mengambilnya.

"Kenapa melamun?" tanya (Name), duduk di bangku stadion dan menepuk tempat kosong di sampingnya.

Rin menghela napas panjang sebelum akhirnya duduk. "Tidak ada apa-apa."

(Name) mendesah. "Kau selalu bilang begitu setiap kali aku bertanya."

Rin tidak menjawab. Dia tahu (Name) tidak akan memaksanya bicara. Gadis itu selalu begitu—sabar, lembut, dan... mirip sekali dengan mantan kekasihnya.

Itulah yang membuatnya terganggu sejak awal.

Tapi di sisi lain, (Name) juga yang membuatnya bertahan.

"Rin, kau terganggu karena ucapan Loki-san barusan, atau mengenai masalahmu dengan Shidou-san?."

Rin mendesah. "Tenang saja, ucapan Loki tidak akan mempengaruhiku. Namun, mengenai permasalahanku dengan serangga terbang itu, dia selalu menyerangku tiba-tiba."

(Name) menatapnya, matanya seolah menembus pikirannya. "Shidou-san tidak akan mencari masalah kalau tidak ada alasan, kan?"

Tentu saja ada alasan. Shidou adalah sahabat Sae, dan kebencian itu berasal dari masa lalu yang Rin coba lupakan.

Dan sekarang, orang itu malah memperumit keadaan.

"Apa kau pernah menyesal?" tiba-tiba (Name) bertanya.

"Menyesal soal apa?"

"Soal masa lalu."

Rin terdiam. Apakah dia menyesal? Dia tahu hubungan yang dulu ia jalani adalah kesalahan, tapi... jika bukan karena itu, dia mungkin tidak akan bertemu (Name).

Sebelum dia sempat menjawab, suara lain menyela.

"Pacaran dengan atlet terkenal memang berat, ya?"

(Name) dan Rin menoleh hampir bersamaan. Karasu berdiri di belakang mereka, menyandarkan tubuhnya ke pagar pembatas tribun. Matanya menatap (Name) lebih lama dari yang seharusnya.

Rin langsung tegang. Sepertinya, Karasu sudah tahu hubungan yang sedang di jalani oleh Rin dan (Name). Dan mungkin kali ini, Karasu sudah mulai bertindak, untuk merebut (Name) darinya.

HEALERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang