*****
[TOKYO – APARTEMEN RIN, MALAM HARI]
Langit Tokyo malam itu mendung. Tak berbintang.
Seperti hati Rin yang kini tak punya arah—senyap dan gelap.
Rin duduk di tepi sofa panjang di ruang tamu apartemennya.
Jaket masih melekat di tubuhnya, belum sempat dibuka sejak pulang tadi siang.
Ponselnya mati. Cangkir tehnya dingin. Dan pikirannya... kacau.
Di depannya, setumpuk brosur pernikahan berserakan.
Foto prewedding-nya dengan Maika. Undangan digital. Draft rundown resepsi.
Semuanya lengkap—tapi tak ada yang ia buka.
Rin hanya menatap kosong ke dinding, sebelum akhirnya...
Terdengar suara pintu diketuk.
"Rin. Buka pintunya. Ini aku."
Sae.
Rin mendesah panjang. Ia tahu... cepat atau lambat, seseorang akan datang mencarinya.
Tapi kenapa harus Nii-chan?
Dengan langkah lesu, Rin membuka pintu.
Sae berdiri di depan sana. Jaket hitam, ekspresi datar seperti biasa. Tapi tatapannya... penuh tanya.
Tanpa menunggu undangan, Sae masuk ke dalam apartemen. Mengamati ruangan yang berantakan.
"Maika bilang kamu sakit. Tapi aku tahu kamu cuma kabur dari semuanya."
Rin diam. Tak menyangkal. Ia hanya kembali duduk, memijat pelipisnya.
"Nii-chan, aku... capek."
Sae ikut duduk, tapi tetap menjaga jarak. Ia memandangi adiknya yang terlihat sangat hancur.
"Kamu yakin sama keputusan ini?"
Rin terdiam. Butuh beberapa detik untuk menjawab.
"Enggak."
Sae terkejut, tapi tetap diam. Membiarkan Rin berbicara.
"Setiap malam, aku mikirin hal yang sama."
"Kalau seandainya waktu itu aku ngejar (Name) lebih cepat... kalau aja aku bisa tahan sedikit lebih lama, mungkin semuanya nggak akan berakhir kayak gini."
Rin mengepal tangannya.
"Tapi sekarang? Aku malah mau nikah sama orang lain. Padahal dulu... aku pengen nikah sama (Name). Sama dia, dan... bahagia hidup bersama dengan anak kami."
Air matanya hampir jatuh, tapi Rin cepat mengusapnya. Menolak terlihat lemah.
Sae melipat tangannya.
"Aku enggak akan munafik. Aku memang dulu enggak suka kalian bersama."
Rin menatap Sae dengan getir.
"Aku tahu."
"Tapi waktu kamu hancur... dan (Name) pergi, aku lihat kamu benar-benar berubah."
"Kamu bukan lagi adikku yang keras kepala dan cuma mikirin masa lalu."
Rin menghela napas berat.
"Aku sayang (Name). Masih. Sampai saat ini."
"Lalu kenapa kamu masih terus maju sama Maika?"
"Apa kamu pikir itu akan menyembuhkanmu?"
"Enggak tahu, Nii-chan. Mungkin aku cuma... pengen buktiin ke dunia kalau aku bisa hidup tanpa (Name)."
"Tapi ternyata, aku cuma bohong ke diri sendiri."
Hening.
Sae menatap adiknya lama. Tatapannya tajam, tapi tak ada niat menghakimi.
"Rin."
"(Name) bukan wanita yang sempurna. Tapi aku yakin satu hal."
"Dia tulus."
KAMU SEDANG MEMBACA
HEALER
RomanceHati yang pernah hancur... bisa menemukan cahaya baru ketika seseorang datang untuk menyembuhkannya. 💫 Romance | Itoshi Rin x Female Reader Sequel of "AFFAIR" Characters belong to Muneyuki Kaneshiro & Yusuke Nomura - Blue Lock.
