*****
Pintu rumah dibuka cepat. Rin menjejakkan kaki masuk dengan napas berat, tubuhnya masih berbalut kaus tipis dan jaket training. Sepatu dilepas seadanya, langkahnya langsung menelusuri lorong panjang rumah.
Terdengar riuh suara perempuan-perempuan berceloteh dari ruang tengah. Suara khas ibu-ibu di acara arisan. Rin tidak peduli. Matanya menelusuri sekeliling, mencari sosok yang seharusnya paling ia rindukan di rumah itu.
Tapi... tidak ada.
"(Name)?" panggil Rin, nada suaranya meninggi.
Tidak ada jawaban.
Langkahnya makin cepat, membuka satu per satu pintu ruangan—ruang tamu, dapur, bahkan ke arah halaman belakang.
Kosong.
"...(Name)?!"
Baru saja Rin hendak berbalik ke arah tangga, suara ibunya terdengar dari ruang arisan, pelan tapi terdengar jelas dari balik gelak tawa para tamunya.
"Lho, kamu cari apa, Rin?"
Rin menoleh cepat, mendekat dengan tatapan gelisah. "Okaasan lihat (Name)?"
"Oh—" Ibu Rin menyipitkan mata santai, lalu menyesap tehnya sebelum melanjutkan, "Tadi Ibu suruh dia keluar sebentar. Beli camilan buat teman-teman Ibu. Enggak jauh kok, paling cuma ke minimarket dekat gang."
Suasana mendadak jadi hening di kepala Rin.
"Apa?!" suaranya meninggi, matanya membelalak tajam.
Teman-teman Ibu Rin terdiam sesaat, merasa atmosfer di ruangan berubah.
"Okaasan suruh (Name)... keluar rumah? Sendirian?" tanya Rin, suaranya nyaris bergetar. "Dia lagi hamil, Bu! Dan Kaasan nyuruh dia jalan kaki di bawah terik matahari cuma buat beli snack?!"
"Ya ampun, Rin. Jangan lebay, dong. Itu cuma keluar sebentar. Hitung-hitung olahraga ringan biar lahirannya lancar—"
"Dia lagi enggak sehat akhir-akhir ini!" bentak Rin, nadanya makin naik. "Kalau terjadi sesuatu di luar sana, Okaasan tanggung jawab?!"
Ibu Rin tampak tersinggung, tapi sebelum ia bisa menjawab balik, Rin sudah berbalik dan melesat keluar rumah tanpa pamit.
BEBERAPA MENIT KEMUDIAN
Langkah Rin cepat. Napasnya memburu. Matanya menelusuri kiri dan kanan jalan dengan panik, berharap melihat sosok (Name) berjalan santai dengan kantong plastik di tangan.
Tapi tidak ada.
Saat belok ke arah minimarket, Rin melihat kerumunan orang. Ramai. Beberapa berbisik. Ada garis polisi kecil membentang di satu sisi jalan.
Jantung Rin berdegup kencang.
Ia berjalan cepat, lalu berlari. Menerobos kerumunan.
"Permisi! Ada apa ini?!"
Seorang pria paruh baya yang berdiri di barisan depan menjawab pelan, "Barusan... ada kecelakaan, Nak. Supir mabuk nabrak cewek muda yang lagi nyebrang."
Tubuh Rin seketika membeku.
"Ada yang bilang... korban lagi hamil," tambah pria itu, nadanya menurun.
Rin menatap pria itu lama.
"...Korban... gimana keadaannya?" tanyanya nyaris tak terdengar.
"Sudah dibawa ke rumah sakit barusan. Rumah Sakit Umum dekat stasiun."
KAMU SEDANG MEMBACA
HEALER
RomanceHati yang pernah hancur... bisa menemukan cahaya baru ketika seseorang datang untuk menyembuhkannya. 💫 Romance | Itoshi Rin x Female Reader Sequel of "AFFAIR" Characters belong to Muneyuki Kaneshiro & Yusuke Nomura - Blue Lock.
