*****
— Flashback: One Year Ago
[Kedai Kopi Milik (Name) – Sore Hari]
Langit sore menggantungkan warna jingga keemasan saat (Y/N) mendorong pintu kaca kedai kopi mungil bernama "AOIRO". Aroma kopi segar dan kayu manis segera menyambutnya, begitu juga senyuman manis (Name) dari balik meja kasir.
"Eh? (Y/N)-san?!" seru (Name) dengan mata berbinar. Ia segera melepas apron cokelatnya dan berlari kecil menghampiri.
"Surprise visit," jawab (Y/N) sambil mengangkat kantong kertas dari toko kue terkenal. "Aku bawa cemilan. Boleh minta waktu pemilik kedai sedikit nggak?"
"Untuk kamu? Dengan senang hati." (Name) tertawa kecil, lalu memanggil salah satu pegawainya untuk menjaga kasir sebentar.
Tak butuh waktu lama sampai mereka duduk di salah satu pojok meja kayu, beralaskan taplak putih polos dan vas kecil berisi bunga segar. (Name) menuangkan dua cangkir cappuccino spesial, dan (Y/N) mengeluarkan beberapa potong mille crepes dan roll cake dari kantong.
"Tempat ini... hangat banget, (Name)-chan. Aku bisa ngerti kenapa Rin betah terus di sini," puji (Y/N) sambil menyeruput kopinya.
(Name) tersenyum malu, "Rin suka tempat yang tenang. Tapi sebenernya, aku yang betah liat dia duduk diam sambil kerja di sudut itu." (Name) menunjuk pojok kedai, kursi favorit Rin.
(Y/N) ikut tersenyum, lalu bertanya lembut, "Gimana rasanya jadi istrinya Rin? Apalagi sekarang kalian tinggal bareng terus."
(Name) melipat tangan di atas meja, ekspresinya sedikit memudar menjadi teduh. "Awalnya... aneh. Dulu dia itu tipe yang jarang bicara soal perasaannya. Tapi dari sikapnya, dari caranya nyentuh kepala aku, masakin makan malam kalau aku lembur, aku tahu dia... sayang banget sama aku. Dan aku juga nggak bisa lihat orang lain selain dia."
(Y/N) menatap (Name) dalam diam, senyum tipis terukir, matanya melembut. Lalu setelah menyendok sedikit mille crepes ke mulutnya, ia mendesah pelan.
"(Name)-chan," katanya, suaranya agak pelan. "Aku... mau minta maaf."
(Name) yang sedang menyesap kopi, menoleh cepat. "Hm? Minta maaf kenapa?"
(Y/N) masih menunduk. Jemarinya bertaut di pangkuannya, menekan pelan kain celana panjang yang ia kenakan. Napasnya lirih, bergetar, seolah tak cukup kuat menahan sesal yang baru sekarang bisa ia ucapkan.
"Aku minta maaf, (Name)..." bisiknya pelan. "Tiga tahun yang lalu, saat kami datang ke Paris untuk nonton pertandingannya Rin... kalau saja aku tahu waktu itu kamu adalah pacarnya Rin, aku pasti—aku pasti langsung minta maaf, atas semua kelakuan Sae... dan juga Rin."
(Name) menatap wajah (Y/N) yang tertunduk. Ada keheningan sejenak di antara mereka. Suara tawa anak-anak dan deru angin musim panas yang bertiup lembut dari sela jendela terasa jauh dari ruang tamu ini.
"Aku ingat waktu itu," ucap (Name) akhirnya, suaranya tenang. "Salah aku sih datang tiba-tiba ke apartemen Rin, dan sepertinya (Y/N)-san juga baru sampai dengan keluargamu."
(Y/N) menggigit bibir bawahnya. Mengangguk pelan.
"Aku engga marah sekalipun Sae-san bilang aku cuma manajer Rin." (Name) melanjutkan dengan senyum tipis. "Dan Rin juga... dia malah ngikut. Dibilang temen, ya dia iyain aja."
Nada suaranya bukan marah. Bukan juga kecewa. Tapi justru... pasrah. Ringan, seperti luka lama yang sudah terlalu dalam untuk kembali berdarah.
(Y/N) memejamkan mata. "(Name)..."
KAMU SEDANG MEMBACA
HEALER
RomanceHati yang pernah hancur... bisa menemukan cahaya baru ketika seseorang datang untuk menyembuhkannya. 💫 Romance | Itoshi Rin x Female Reader Sequel of "AFFAIR" Characters belong to Muneyuki Kaneshiro & Yusuke Nomura - Blue Lock.
