Keesokan Harinya – Tempat Latihan Tim Nasional
Rin mencoba fokus.
Setelah pembicaraan dengan (Name) tadi malam, ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan membiarkan siapapun memisahkan mereka.
Namun, Shidou tidak pernah kehabisan cara untuk membuatnya kehilangan kendali.
"Kau terlihat seperti orang yang kurang tidur, Rin-chan," suara Shidou terdengar begitu provokatif saat sesi latihan hampir selesai.
Rin mengabaikannya.
Shidou tidak terima diabaikan.
"Apa (Name) menghabiskan terlalu banyak energimu semalam?"
Dan itu cukup membuat Rin terpancing.
Braak!
Dalam sekejap, Rin mencengkeram kerah baju Shidou, matanya penuh amarah.
"Jangan bawa-bawa (Name)."
Shidou hanya terkekeh. "Santai, aku cuma penasaran... bagaimana rasanya punya gadis yang semua orang inginkan?"
Rin mengepalkan tinjunya. Tapi sebelum ia bisa melakukan sesuatu, suara Loki terdengar dari belakang mereka.
"Sudah cukup."
Rin segera melepaskan cengkeramannya, sementara Shidou hanya tersenyum puas.
Loki berjalan mendekat, matanya tajam. "Kalian berdua selalu membuat masalah. Apa aku harus mengingatkan bahwa kita di sini untuk bermain bola, bukan bertingkah seperti bocah yang berebut mainan?"
Rin menahan emosinya, sementara Shidou masih terlihat santai.
"Aku tidak masalah berhenti, selama Rin-chan juga bisa menahan diri," kata Shidou dengan nada mengejek.
Loki mendesah, lalu menoleh pada Rin. "Aku ingin bicara denganmu setelah latihan selesai."
Rin tidak menjawab, tapi ia tahu ini tidak akan menjadi pembicaraan yang baik.
***
Di Ruang Kantor Loki
Loki duduk di kursinya dengan ekspresi tenang tapi tajam.
"Aku ingin kau mempertimbangkan untuk menjauh dari (Name)."
Rin langsung menegang. "Jangan mulai lagi."
Loki meletakkan kedua tangannya di meja. "Dengar, Rin. Kau adalah pemain yang sangat berbakat. Tapi hubungan ini mengganggumu. Aku melihatnya dalam performamu."
Rin menggeram. "Aku masih bisa bermain dengan baik."
"Tapi tidak sebaik biasanya," Loki memotongnya. "Dan ini bukan hanya soal dirimu. Ini soal tim. Kau tidak boleh membiarkan perasaan pribadimu mempengaruhi performa di lapangan."
Rin mengepalkan tangannya.
"Jika kau benar-benar peduli pada kariermu, kau tahu apa yang harus kau lakukan," lanjut Loki.
Rin menatap mentornya dengan tajam. "Aku tidak akan meninggalkan (Name)."
Loki mendesah, lalu bersandar di kursinya. "Kalau begitu, kau harus siap menghadapi konsekuensinya."
Rin tahu apa maksudnya.
Dan itu hanya membuatnya semakin marah.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
HEALER
RomanceHati yang pernah hancur... bisa menemukan cahaya baru ketika seseorang datang untuk menyembuhkannya. 💫 Romance | Itoshi Rin x Female Reader Sequel of "AFFAIR" Characters belong to Muneyuki Kaneshiro & Yusuke Nomura - Blue Lock.
