24

240 35 20
                                        

Ke dua manusia ini sepertinya menikmati waktu bersama siang itu, mereka bahkan bermain gunting batu kertas dan yang kalah harus menerima apapun yang di lakukan sang pemenang.

Tapi karna Seungwan sangat payah dalam hal ini, maka Joohyun bebas melakukan apapun padanya.

Seungwan tidak tahan karna Joohyun terus menggodanya, ia menjatuhkan tubuhnya ke sofa dan berbaring disana. Sementara Joohyun masih iseng terus menepel padanya..

"Unnie, kita lagi di kantor kamu" Ucap Seungwan

"Pintunya sudah ku kunci" Jawab gadis itu dengan cengirannya

Seungwan seperti putus asa, tangannya bersandar ke belakang untuk menahan tubuhnya yang mulai merasa sempit karna Joohyun juga ikut berbaring di sofa.

"Ah....
Seungwan mendesah kesakitan, ia mengangkat tangannya dan melihat bagian sikut nya tergores dan sedikit demi sedikit mengeluarkan darah.


Melihat itu, Joohyun buru-buru bangun dan memegang tangan Seungwan.

"Yah, kenapa bisa berdarah?" Joohyun terlihat panik


"Aku gak tahu, sepertinya ada sesuatu di ujung sini" Seungwan menunjuk tepat di ujung sofa

Joohyun tidak menunggu lama, ia menyambar HP dan kunci mobilnya dan menarik Seungwan pergi.

🐿🐰

"Kita mau kemana?" Seungwan sedikit bingung saat Joohyun menginjak pedal gas nya dengan kencang

"Ke mana lagi, kita ke Rumah sakit" Jawabnya singkat

"Unnie, ini gak parah, hanya tergores sedikit. Lukanya juga gak dalam" Joohyun tidak peduli, ia hanya ingin luka pacarnya itu di tangani oleh ahlinya langsung...


🐻🐰🐿

Seulgi melotot saat Joohyun menerobos masuk ke ruangannya, ada Seungwan di sampingnya terus memegang tangan bagian sikut.

"Kenapa?"


"Tangan Wendy luka, cepet obatin" Ucap gadis itu menyeret Seungwan ke depan Seulgi sambil memperlihatkan lukanya.

Seulgi melirik luka kecil itu dengan wajah sedikit kesal melihat temannya itu...

"Yakh... " Seulgi menahan diri mengingat ada Wendy disana..



"Nona Bae, kamu melewatkan aturan, pasien ini harusnya dibawa ke UGD, kenapa membawanya kesini?" Ucap Seulgi dengan giginya mengatup seakan ingin memakan Joohyun hidup-hidup



"Aku mau kamu yang merawatnya" Jawab Joohyun singkat



Meskipun kesal, Seulgi tetap merawat luka itu, ia membersihkan lukanya dan membalutnya dengen plester luka.



"Dokter Kang, aku minta maaf sudah merepotkan. Aku sudah mengatakan padanya kalo ini tidak parah sama sekali, tapi dia tetap membawaku ke sini"  Seungwan sedikit merasa bersalah




"Ah tidak masalah nona Son, aku tidak heran jika itu dia" Jawab Seulgi dengan sedikit melirik sinis pada Joohyun.



Joohyun mengambil HP nya dan menghubungi seseorang.


"Halo, aku mau sofa di ruangan aku di ganti,-
Aku mau itu di ganti, jika tidak aku tidak akan masuk kantor selamanya" Joohyun menutup telponnya dan kembali menyimpan HP nya di meja.



Seungwan dan Seulgi menatap gadis itu.. tetapi tidak ada yang berani bicara mengingat saat ini Joohyun sedang kesal, ruangan tiba-tiba jadi sunyi...


Who are youTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang