Happy Reading 🤗
Malam pun telah tiba, semua orang telah berkumpul di halaman rumah belakang Erka dan Syila. Malam itu langit malam terlihat cerah dengan bulan dan bintang yang menghiasi langit.
Semua terlihat saling bercengkrama satu sama lain, baik yang muda maupun orang tua. Mereka saling berbaur satu sama lain.
Asap yang berasal dari pembakaran terlihat mengepul mengudara. Wangi harum khas daging yang dibakar tercium oleh hidung membuat siapapun yang menciumnya akan mencarinya.
"Ini terakhir kalinya kamu buat masalah di sekolah. Kalo nanti bunda dapat laporan yang tidak baik lagi disekolah kamu, bunda jewer kuping mu."Ruka melotot mengancam.
"Udah bun, cukup."ujar Ali.
Sejak tadi atau tepatnya sejak Ruka datang, wanita paruh baya itu terus saja mengomel kepada sang putri karena mendapat laporan dari wali kelas Syila pada saat pembagian rapot siang tadi. Ruka terlihat kesal karena sang putri selalu membolos dan membuat masalah hingga terlibat perkelahian dengan temannya sendiri.
"Iya ruk, biarkan saja namanya anak muda."timpal Ria. Mertua Syila itu sejak tadi memang selalu membela Syila.
Sedangkan Syila, sang empu yang sejak tadi diam hanya meringis kecil. Ia sudah kenyang mendengar omelan serta ocehan sang Bunda yang kurang lebih dua jam terus mengomel. Hal seperti itu memang hal yang sangat biasa Syila dapat, namun tidak menutup diri bahwa Syila juga sangat amat malas mendengarkan nya.
"Habisnya kesel punya anak gadis tapi kelakuan kaya preman."ujar Ruka menatap sebal putrinya.
"Ya gimana bun, mereka yang nyari masalah duluan masa syila diam aja."ujar Syila membela diri.
"Ya kan tidak perlu harus saling pukul, kamu ini bagaimana sih."
"Ya kalo ga saling pukul, bunda mau anak bunda ini babak belur karna diam aja?."
Ruka mendelik, berbicara dengan anak muda seperti putrinya ini memang sulit. Emosi mereka belum bisa terkontrol dengan baik. Selalu saja menjawab ketika sedang di beritahu.
"Ria juga waktu muda sama seperti syila dulu. Kamu tidak ingat kan li?."tanya Bara.
Ali mengangguk."Ingat sekali, istri mu itu preman sekolah dengan anak buah yang banyak sekali."
"Ish apa kalian ini."ujar Ria terlihat malu.
"Loh bener kan, mama dulu preman sekolah sering bikin onar dan juga suka berantem."ujar Bara membuat Ria semakin merasa malu akan masa lalu nya.
"Tapi tidak usah dibahas didepan anak anak pa, Malu."
"Haha mengapa harus malu ri, itu kan sebuah fakta loh."Ali tertawa melihat tingkah besan nya yang malu dengan wajah memerah.
"Iya kenapa mama harus malu? kan tidak salah bercerita masa lalu kita kepada anak anak atau cucu kita nanti."timpal Bara.
"Ish, itukan hal yang tidak baik. Bagaimana nanti jika anak anak malah mencontoh nya?."
"Ga perlu dicontoh kan, Erka dari jaman SD sudah nakal seperti kamu bukan?."goda Bara pada sang istri.
"Heh enak saja! kamu juga dulu nakal. Jadi Erka nakal juga karena turunan kamu."balas Ria tidak terima.
"Memang nya Erka dulu nakal ri?."tanya Ruka.
"Nakal sekali, setiap hari selalu ada saja yang dilakukan oleh anak itu."jawab Ria. Ia masih ingat jelas kelakuan anak nya pada saat bersekolah dulu.
"Berarti sama saja punya anak pada nakal nakal, makanya jodoh kali ya."ujar Ruka yang di angguki setuju oleh para orang tua.
Sedangkan Syila hanya diam menyimak bersama Zura. Mereka mendengarkan sambil membuat saos untuk teman cocolan nanti.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Suamikkk (END)
Fiction GénéraleMy first story🤗 Perjodohan. Sudah tidak asing memang dengan yang namanya 'Perjodohan' sejak jaman dulu hingga jaman sekarang tradisi itu masih tetap terjadi. Perjodohan yang kerap kali dilakukan oleh para orang tua untuk para anak anaknya. Dan itu...
