Selamat Membaca 🤗
Malam ini terasa berbeda, terasa lebih sepi dan hening. Walaupun memang malam selalu sepi, namun kesepian ini berbeda ketika tidak bersama orang tersayang. Begitupun Syila yang sejak tadi berguling kesana kemari diatas ranjang miliknya seorang diri.
Syila tengah berada di rumah orang tua nya, ia memutuskan untuk menginap karena Erka yang pergi dan dirinya yang tidak berani tinggal sendirian dirumah miliknya dan Erka.
Selepas makan malam bersama tadi Syila berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk kembali ke kamar. Namun selepas dikamar ia merasa bosan karena tidak melakukan apapun, tugas sekolah sudah ia kerjakan satu jam yang lalu. Mau membaca novel tapi mood membacanya sedang tidak ada, mau menonton pun tidak tau film apa yang akan di tonton.
Alhasil Syila hanya bergulingan diatas ranjangnya sembari memainkan ponsel miliknya. Mengecek satu persatu notif yang masuk dan membalasnya jika ada yang perlu dibalas. Setelah itu dia terdiam lagi, entah harus melakukan apa. Ingin tertidur namun kedua matanya tidak merasa kantuk.
Pikirannya melayang memikirkan suaminya yang jauh disana sedang melakukan apa. Apakah suaminya sudah tertidur atau masih terjaga seperti nya. Terbiasa tertidur dan satu kamar bersama Erka membuat Syila menjadi ketergantungan dengan suaminya itu. Pasalnya sejak mereka saling memeluk satu sama lain saat sebelum tidur membuat Syila menjadi terbiasa melakukan itu, dan akibatnya ia kesulitan untuk tidur ketika tidak ada Erka yang memeluknya seperti sekarang ini.
Sedangkan di sisi lain Erka pun merasakan hal yang sama. Di salah satu kamar hotel yang dirinya tempati Erka merasa ada yang hilang. Tempat disebelah ranjangnya yang biasa terdapat sang istri kini kosong. Erka mulai merasakan rindu dengan istri kecilnya itu, hatinya tidak sabar untuk segera pulang dan memeluk tubuh istri kecilnya.
Ternyata benar ketika kita sudah terbiasa dengan kehadiran seseorang dihidup kita. Maka akan sulit untuk terbiasa tanpa orang tersebut. Dan Erka merasakan itu, ia sudah terbiasa hidup bersama Syila hampir enam bulan ini. Merasakan perubahan pernikahan dirinya yang diawali dengan penolakan namun kini perlahan lahan sudah mulai menerima.
Erka melihat jam di ponsel nya yang menunjukkan pukul 21.09. Erka berpikir apakah istrinya sudah tertidur atau belum. Ingin mengirim pesan namun takut jika istrinya sudah tertidur dan akan mengganggu waktu tidur nya.
Tapi rasa rindu melihat wajah sang istri membuat Erka tidak bisa tidak mengirim pesan pada istrinya. Erka dengan lancar mengetik pesan yang langsung dirinya kirim pada Syila.
Syila yang memang sejak tadi memainkan ponselnya membaca satu notifikasi masuk dari aplikasi WhatsApp. Satu chat masuk dari sang suami menanyakan dirinya sudah tidur atau belum.
Manusia Nyebelin
Kmu sdh tdr?
You
Belum
Manusia Nyebelin
Knp blm?
You
Ga bisa tidur
Kak erka sendiri knapa belum tdur?
Manusia Nyebelin
Sama, aku jga ga bisa TDR
Blh telfon?
You
Boleh
Manusia Nyebelin is calling....
Tak lama Syila membalas pesan dari Erka, panggilan video pun langsung masuk kedalam ponsel Syila. Dengan cepat Syila pun menggeser icon berwarna hijau untuk segera mengangkatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Suamikkk (END)
General FictionMy first story🤗 Perjodohan. Sudah tidak asing memang dengan yang namanya 'Perjodohan' sejak jaman dulu hingga jaman sekarang tradisi itu masih tetap terjadi. Perjodohan yang kerap kali dilakukan oleh para orang tua untuk para anak anaknya. Dan itu...
