Tidak pernah dibayangkan oleh Syila jika pagi yang cerah ini dengan mood yang bagus dan ceria harus musnah dan sirna karena dengan terpaksa nya Syila berhadapan dengan seseorang yang sejak dulu adalah musuh bubuyutan diri nya.
Ya siapa lagi jika bukan Amora dan kedua antek antek nya yang senantiasa selalu merecoki hidup Syila yang damai dan tentram. Entah kenapa di pagi hari ini dengan kesialan yang Syila tak ingin harua berpapasan dengan Amora si murid paling resek.
"Enak ya hidup lo ditanggung sama om om."celetuk Amora dengan ekspresi wajah yang sangat amat ingin Syila timpuk menggunakan spatula dapur miliknya. Ditambah lagi mendengar ucapan yang keluar dari mulut nya yang kalo ngomong ga pernah pake bismillah.
"Aduh pagi pagi udah harus ngadepin nenek lampir."ujar Zura yang memang kebetulan bertemu dengan Syila di gerbang tadi.
"Ga kebalik tah kalo hidup lo yang ditanggung om om?."ledek Zura dengan senyuman miring di bibirnya.
Mendengar itu tentu Amora langsung tersinggung. Wajahnya langsung terlihat memerah dengan kedua tangan yang mengepal. Padahal niatnya ingin menjatuhkan Syila tapi baru dibales dikit sama Zura langsung emosi.
"Gue ga ada urusan sama lo ya zura! jadi lo gausah ikut campur. Mending lo urus aja tuh keluarga lo yang berantakan itu."nyinyir Amora membalas ucapan Zura tadi.
Tapi kali ini Zura tidak akan terpancing emosi. Zura dengan senyum manis di bibirnya justru menanggapi nyinyiran Amora dengan tenang.
"Hmm gimana ya mor, keluarga gue udah terlalu berantakan banget jadi susah buat diberesin. Gimana kalo lo bantuin gue aja buat urus keluarga gue yang berantakan ini?."ujar Zura dengan nada bicara dibuat lesuh.
Sedangkan Syila yang melihat tingkah temannya hanya tersenyum dalam diam. Syila tau apa yang akan dikatakan Zura selanjutnya.
"Eh tapi jangan deng, keluarga lo aja sama berantakan nya ya. Apa lagi denger denger nih ya mor kalo ga salah nyokap lo makin parah ya? sampe mau bundir bukan siii."lanjut Zura yang sukses membuat darah disekujur tubuh Amora langsung mendidih.
Sudah dibilang kan jika Syila tau bahwa Zura akan mengatakan sesuatu yang lebih tajam. Dan dugaan Syila tidak salah.
"Aduh ra kok lo malah jujur banget sih, kasian tuh amora mukanya merah begitu. Panas mor?."Syila mencoba mengikuti permainan yang sejak tadi di mulai oleh Amora. Mungkin dengan sedikit balasan mampu membuat Amora bisa diam. Walaupin Syila tidak yakin bahwa gadis yang berada di depannya dengan bandana pink akan diam begitu saja.
"Loh jujur itu lebih baik walaupun menyakitkan."balas Zura.
Amora yang menyaksikan bahwa dirinya yang malah menjadi bulan bulanan tak tinggal diam.
"Kalo nyokap gue hampir bundir kenapa? ga ngaca ya lo ra kalo bokap lo sendiri hampir beberapa kali mau bunuh nyokap lo heh?."
Zura terdiam, mendengar Amora berbicara tentang kebenaran bahwa Papa nya sudah beberapa kali hampir menghilangkan nyama Mama nya membuat Zura sedikit gemetar.
"Lo gausah sok iya deh ra sama gue. Keluarga lo ga lebih buruk dari pada keluarga gue. Lo harus sadar ya ra kalo bokap lo itu pemabuk, bandar narkoba, dan sekarang terlibat kasus judol. Lo ga mungkin ga tau tentang bokap lo kan ra?."Amora tersenyum puas begitu melihat keterdiaman Zura dengan wajah yang pucat.
Amora bukan gadis sembarangan, dia memiliki koneksi dimana mana. Makanya tidak aneh jika dirinya selalu tau info apapun dan siapapun. Bahkan akun lambe turah sekolah admin nya adalah dirinya sendiri.
"Ngeri banget sama mba mba lambe satu ini. Info nya dapet dari mana mba?akun gosip aja kalah nih kayanya."ujar Syila menatap Amora tajam.
Tentu nya Syila tidak akan tinggal diam jika aib keluarga sahabatnya di umbar seperti ini. Apa lagi melihat ke sekeliling nya yang sudah banyak murid murid yang menonton.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Suamikkk (END)
General FictionMy first story🤗 Perjodohan. Sudah tidak asing memang dengan yang namanya 'Perjodohan' sejak jaman dulu hingga jaman sekarang tradisi itu masih tetap terjadi. Perjodohan yang kerap kali dilakukan oleh para orang tua untuk para anak anaknya. Dan itu...
