64

11K 224 13
                                        

Pagi ini Erka memang pergi ke kantor, tapi bukan untuk bekerja seperti biasanya. Melainkan untuk menemui seseorang yang sudah menunggu nya di atas rooftop kantor nya. Pria itu sudah tidak sabar untuk bertemu dengan orang tersebut.

Langkah kakinya yang panjang membawa dirinya menaiki tangga terakhir. Tangan nya membuka pintu besi yang tertutup. Seketika terpaan angin pagi langsung menerpa wajahnya. Tanpa menunggu lebih lama Erka pun langsung melangkah keluar.

Kedua matanya langsung menemukan dua orang yang sedang duduk di kursi usang yang berada rooftop. Dan dalam sekali gerakan Erka langsung melayangkan pukulan tepat pada rahang salah satu pria yang ada di sana. Sedangkan satu pria lain menatap Erka terkejut.

"BRENGSEK!."maki Erka pada pria yang tersingkir dibawah.

"Er er sabar er. Lo jangan asal main pukul begini."ujar Gio.

Ya kedua pria yang sudah menunggu kedatangan Erka adalah Gio dan Nathan. Gio mendapatkan panggilan call malam malam saat dirinya sudah terlelap dari bos nya. Yang mengatakan untuk membawa Nathan si sepupu laki laki nya datang ke kantor besok.

Tidak ada penjelasan untuk apa ia membawa sepupunya datang ke kantor. Dan cukup heran juga kenapa Erka mengetahui atau kenal dengan sepupu dari ibu nya ini.

"Lo tau sepupu lo ini udah kurang ajar."ucap Erka dengan wajah yang penuh dengan amarah. Ia berjongkok dan menarik kerah kemeja milik Nathan hingga membuatnya berdiri.

"Er jangan kaya begini, lo bisa jelasin dulu permasalahan nya apaan. Jangan main pukul begini. Sepupu gue ada salah?."

Gio menatap khawatir sepupu nya melihat bagaimana kilatan marah dimata sahabatnya. Apa lagi Gio tau bagaimana amukan sahabat sekaligus bos nya jika sudah keluar.

Bugh!

Bukan Erka jika dirinya akan menurut begitu saja. Pria yang sedang diliputi dengan amarah itu kembali memukul Nathan hingga membuat sudut bibir Nathan mengeluarkan darah.

Gio yang melihat itu semakin panik, ia tidak tau ada masalah apa antara sepupu dan sahabatnya ini. Ia pun mencoba melerai kedua nya namun Erka justru mendorongnya hingga ia hampir saja tersungkur jika tidak berpegangan pada kursi.

"Ya Allah ini orang kenapa dah."gumam Gio.

Melihat Erka yang kembali hendak memukuli sepupu nya lagi. Dengan cepat Gio menahan tangan Erka dan menepisnya dengan kasar. Ia tidak mungkin membiarkan sepupunya menjadi samsak kemarahan Erka.

"AWAS LO!."bentak Erka pada Gio.

"ER SADAR ER! LO JANGAN MAIN HAKIM BEGINI. LO ADA MASALAH SAMA SEPUPU GUE HAH? KITA BISA BICARAIN BAIK BAIK, BUKAN MAIN PUKUL BEGINI AJA."balas Gio membentak.

Bukan tanpa alasan dirinya ikut membentak Erka. Karena menenangkan Erka jauh sangat sulit. Apa lagi melihat sepupunya yang sudah terkulai.

"DIA UDAH BIKIN SYILA NANGIS, DIA JUGA YANG UDAH BIKIN SYILA DIBULI SATU SEKOLAH. APA GUE HARUS DIEM AJA LIAT ISTRI GUE DIPERLAKUKAN KAYA GITU?."

Erka menyalurkan segala emosi nya yang terbenam. Ia mengingat kembali cerita dari kedua mertuanya tentang apa yang dialami oleh istri nya. Apa lagi melihat bagaimana penolakan istrinya untuk bertemu dengan dirinya membuat Erka merasa sedih.

Gio diam, ia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi. Tapi mendengar Erka mengatakan demikian, Gio pun menatap sepupu nya. Terlihat sepupunya menggelengkan kepala dengan wajah yang meringis.

"Bukan saya pak."ucap Nathan kemudian meringis merasa perih disudut bibir nya.

"BOHONG! KALO BUKAN KAMU LALU SIAPA? YANG MENGETAHUI HUBUNGAN SAYA DAN ISTRI SAYA HANYA KAMU!."tunjuk Erka pada Nathan.

Love Suamikkk (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang