38

13.3K 219 3
                                        

Hallo✋
Selamat Membaca 🤗








Seperti biasa pagi kembali datang, sinar matahari kembali masuk melewati celah celah jendela. Syila yang sejak subuh tadi sudah terjaga berjalan menuruni anak tangga menuju dapur, hendak menyiapkan sarapan. 

Hari ini Syila sedang menikmati hari libur semester nya setelah kemarin bertempur dengan soal soal ujian. Ia ingin memanfaatkan waktu liburnya dengan sebaik mungkin, tidak ingin menyia-nyiakan waktu liburnya secara cuma cuma.

Kedua tangannya asik memotong berbagai macam bumbu masakan. Syila dengan lihai menyiapkan beberapa menu makanan untuk dijadikan sarapan. Bibir mungilnya ikut bersenandung sembari mengaduk masakan. Hingga tidak lama kemudian masakan tersebut sudah siap.

Syila mencuci kedua tangannya, ia hendak memanggil suaminya untuk segera turun sarapan. Namun, langkah nya terhenti ketika ia mengingat kejadian kemarin bersama Erka. Syila masih merasa malu, ingin bersikap biasa saja tapi tidak bisa. Adegan dimana Erka mencium bibirnya kembali berputar membuat Syila merutuki dirinya. (Maklum ya tsayy first kiss)

"Ekhem."

Syila terlonjak kaget mendengar suara deheman seseorang, ia mendongak melihat Erka yang sudah berada dihadapannya. Sadar dengan ekspresi nya yang konyol, Syila buru buru merubah ekspresi nya.

Erka melihat Syila yang kaget tersenyum kecil, ia yakin sekali istri kecilnya masih mengingat kejadian kemarin. Sejujurnya Erka pun merasakan hal yang sama dengan Syila, namun ia pandai menutupi nya dengan ekspresi cool nya.

Mereka berdua mulai menyantap sarapannya masing masing. Tidak ada percakapan dari keduanya, pasutri itu sibuk dengan makanan nya. Hanya terdengar dentingan sendok yang beradu dengan piring yang menjadi backsound pagi itu.

Hingga beberapa menit kemudian mereka telah menyelesaikan sarapannya. Syila membawa piring kotor menuju wastafel, ia kemudian mencucinya dan menyimpannya kembali pada tempatnya.

Erka berdiri, ia hendak pergi menuju kantornya. Kedua matanya menatap punggung Syila yang sedang membereskan alat masaknya. 

"Aku pergi."pamit Erka, kemudian pergi meninggalkan dapur tanpa menunggu respon dari Syila.

Mendengar itu Syila membalikan badan, ia melihat punggung suaminya yang mulai menjauh hingga tak terlihat karena terhalang tembok. Syila menghela nafasnya, ia merasa lega karena Erka sudah berangkat pergi bekerja.

Selama sarapan tadi Syila merasa tidak nyaman, Syila merasa canggung dan malu. Ia tidak pernah terbayangkan bahwa Erka akan menciumnya. Ya, Syila tau suaminya itu melakukannya tidak sengaja, tapi tetap saja itu membuat jantung Syila tidak baik. Hingga detik ini jantung nya selalu berdetak cepat ketika mengingat itu kembali.



💦💦💦


Erka sedang berkutat dengan berkas berkas dihadapannya. Sejak pagi tadi ia di sibukan dengan laporan laporan yang diterimanya. Jari jarinya pun sejak tadi bergerak kesana kemari diatas keyboard miliknya. Sesekali Erka berdecak ketika ada laporan yang tidak sesuai.

Suara ketukan pintu membuat Erka berteriak mempersilahkan masuk tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas berkas. 

"Er."Lizzy menghampiri Erka yang duduk di kursi kebesarannya. Gadis itu dengan tidak tau malu berdiri di samping kursi Erka sembari memegang pundak Erka.

Love Suamikkk (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang