53

14.7K 234 5
                                        

Syila asik mengunyah sushi yang ada didalam mulutnya. Pipi nya terlihat mengembung karena penuh dengan nasi beserta ikan salmon yang sedang dimakannya. Mood nya yang dari kemarin tidak baik kini sembuh karena memakan sushi favorit nya.

Dan Erka sejak tadi memperhatikan istrinya yang lahap sekali memakan makanan nya. Wajah nya terlihat cerah setelah beberapa hari ini cemberut pada nya. Padahal membalikan mood perempuan itu gampang hanya saja sedikit rumit.

"Pelan pelan."ujar Erka saat melihat Syila hendak tersedak.

"Ini enak banget kak."ujar Syila setelah menelan makanan nya.

"Lebih enak mana sama seblakm?."tanya Erka kemudian memasukan ikan salmon kedalam mulutnya.

"Tergantung, kalo mood aku pengen seblak ya enak seblak. Tapi kalo mood aku pengen sushi ya enak sushi."jawab Syila.

"Ada aja jawaban nya."ujar Erka menggeleng kan kepalanya mendengar jawaban dari Syila.

Mereka berdua kembali asik dengan makanan yang berada dihadapan mereka. Syila dengan lahap memasukkan satu persatu sushi ke dalam mulutnya. Sudah lumayan lama dirinya tidak memakan salah satu masakan dari Jepang ini. Rasanya masih tetap sama apa lagi dimakan dengan menggunakan wasabi diatasnya menambah sensasi rasa menyengat di hidung tapi candu.

"Aku minta maaf ya? jangan marah lagi."ujar Erka menggenggam sebelah tangan Syila.

Syila yang masih asik mengunyah menghentikan bibirnya. Ia menatap kedua mata Erka yang menatap nya sungguh sungguh.

"Aku ga mau kamu marah terus sama aku, jadi jangan marah marah lagi. Aku kangen kamu, tidur ga peluk kamu kaya ada yang kurang."lanjut Erka menatap penuh harap pada Syila didepan nya.

Mendengar permohonan maaf dari Erka membuat hati Syila tersentuh. Rasa bersalah langsung menyelusup dalam hatinya karena telah mendiamkan Erka hanya karena masalah kecil. Padahal Syila juga tau Erka melarangnya untuk kebaikan dirinya juga. Tapi karena kemarin dirinya sedang sensitif jadi Syila menutup mata maksud baik Erka.

"Aku juga minta maaf kak karena udah diemin kak erka beberapa hari ini. Padahal kak erka larang aku makan seblak juga demi aku biar ga sakit perut lagi."balas Syila membalas genggaman tangan Erka.

"Jangan minta maaf, aku ngerti kok kamu marah. Yang penting sekarang kamu ga marah lagi sama aku."kata Erka tersenyum.

"Gimana rasanya kemarin aku diemin? aku terlaluan ga?."tanya Syila.

"Rasanya ga enak, sepi ga ada yang ngoceh. Ga ada yang bisa aku peluk dan ga bisa manja manja sama istri cantik aku."jawab Erka menjawil hidung mancung Syila.

"Ish sakit."ujar Syila menepuk lengan Erka yang baru saja dipakai untuk menjawil hidung nya.

"Tapi kan kak erka bisa peluk guling, sebelum nikah sama aku juga biasanya peluk guling."

"Beda dong, kalo peluk guling ga seenak peluk kamu. Lebih hangat peluk kamu kalo guling engga."

"Tapi aku boleh kan nanti makan seblak?."

Erka mengangguk."Boleh asal ga sering dan jangan terlalu pedes."

"Kapan kapan kita makan sushi yang di Bali yuk kak? di sana ada sushi yang katanya enak dan viral kemaren."ujar Syila.

"Boleh, mau sekarang juga kita bisa berangkat sayang."ujar Erka yang membuat Syila menggeleng kan kepalanya langsung.

"Ga sekarang juga kak, nanti aja kalo kita sama sama ga sibuk. Kalo sekarang aku lagi siapin buat ujian nanti."

"Oh kamu bentar lagi ujian? ga kerasa ya udah mau lulus lagi."

"Iya ternyata tiga tahun sebentar banget."

Love Suamikkk (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang