Erka membawa Syila pergi dari sekolah. Pria itu membawa Syila ke salah satu apartement miliknya yang berada di kawasan Jakarta. Karena jarak antara sekolah dan apartement tidak begitu jauh.
Disepanjang perjalanan baik Syila maupun Erka hanya salinng diam. Tidak ada obrolan ringan yang biasa mereka lakukan saat berada di mobil, perjalan kali ini begitu hening dan dingin. Kehangatan yang biasa tercipta diantara keduanya kini berubah.
Sebenarnya ingin rasanya Erka mencoba mengajak bicara Syila. Namun melihat Syila yabg hanya diam dan membuang pandangan nya kearah jendela membuat Erka mengurungkan niatnya itu. Lebih baik kali ini dirinya diam, memberikan sedikit waktu untuk Syila menenangkan dirinya.
Dan tak lama mobil Erka sampai didepan lobi apartement miliknya. Erka keluar dari mobil kemudian berjalan mengitari dan membuka kan pintu untuk Syila keluar.
Namun istrinya itu malah duduk diam tak berniat untuk turun.
"Sayang."panggil Erka. Namun tak ada sahutan dari istrinya.
"Ayo turun, kita harus bicara."ujar Erka.
Mendengar itu Syila menoleh, menatap wajah tampan suami nya yang berada tepat di sisinya. Sekilas Syila bisa melihat lingkatan hitam dibawah mata nya. Wajah suami nya pun terlihat guratan lelah.
Melihat penampilan suaminya yang begitu suram ada rasa tak tega dan tak enak hati dalam diri Syila. Karena itu Syila pun turun dari mobil milik suaminya. Selain itu juga Syila ingin menyelesaikan permasalahan ini secepatnya agar tak berlarut semakin jauh.
Melihat istrinya mau menuruti permintaan dirinya, Erka tersenyum. Ia pun menggandeng tangan istrinya masuk kedalam menuju lift. Sebelum masuk ke dalam lift Erka sempat memberikan kunci mobilnya pada security yang sedang berjaga untuk memindahkan mobilnya.
Di dalam lift lagi lagi hanya keheningan yang mengelilingi mereka. Hingga akhirnya lift yang mereka tumpangi sampai di lantai yang mereka tuju. Dan Syila tak tau mereka berada di lantai berapa, karena sedari tadi gadis itu hanya menundukan kepala nya menatap sepasang sepatu yang ia pakai di kaki nya.
Telinga nya mendengar sang suami sedang menekan tombol pasword pada pintu didepan nya. Dan tak lama suara pintu terbuka tedengar.
Erka menarik tangan Syila untuk ikut masuk kedalam. Dan di ikuti oleh Syila dibelakang nya.
Sekejab Syila terpukau dengan apa yang dirinya lihat. Ia pikir akan dibawa ke sebuah aprtement biasa, namun yang dirinya lihat ini bukan apartement melainkan sebuah penthouse mewah.
Jajaran gedung gedung tinggi Jakarta terlihat dari dinding yang terbuat dari full kaca membuat Syila semakin terpukau melihat nya. Belum lagi melihat berbagai macam properti yang mengisi penthouse ini.
Syila melongokan pandangan nya ke atas melihat ada dua pintu yang Syila duga itu adalah kamar. Konsep dari penthouse ini adalah memiliki 2 lantai yang di buat open space sehingga orang dapat melihat dari arah dua sisi.
Erka sadar melihat istri nya yang sedang mengamati penthouse miliknya hanya terdiam. Sengaja membiarkan istrinya terkesima dengan apa yang dilihatnya.
"Sudah cukup melihat lihatnya hmm?."tanya Erka.
Syila yang teradar bahwa ada orang di sisinya langsung menoleh. Mendapatkan suami nya yang sedang menatap kearah nya.
"Gimana kamu suka ini?."tanya Erka.
Syila diam, gengsi untuk menjawab bahwa dirinya sangat menyukai rumah yang berada di atas gedung ini karena masih dalam mode marah nya pada Erka. Alhasil Syila hanya diam saja.
Tapi walau begitu Erka tau bahwa istri nya menyukai nya. Karena terlihat dari wajahnya yang berseri.
"Mau lihat kamar nya? ayo aku antar."Erka pun kembali menarik tangan Syila namun ditepisnya oleh sang empu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Suamikkk (END)
Narrativa generaleMy first story🤗 Perjodohan. Sudah tidak asing memang dengan yang namanya 'Perjodohan' sejak jaman dulu hingga jaman sekarang tradisi itu masih tetap terjadi. Perjodohan yang kerap kali dilakukan oleh para orang tua untuk para anak anaknya. Dan itu...
