48

13.3K 239 6
                                        

Entah setan mana yang merasuki jiwa Erka hingga dengan berani nya dia mencium Syila. Walaupun Syila adalah istri sah nya, tapi Erka masih ingat betul bagaimana marah nya Syila atas kejadian tempo lalu dimana dirinya mencium Syila. Tapi masalah nya Erka juga tidak tau mengapa dia ngotot sekali meminta untuk Syila mencium dirinya.

Apakah karena efek bangun tidur atau karena setengah nyawa nya masih di Surabaya. Erka pun tidak tau, tapi yang pasti setelah kejadian dimana dirinya mencium Syila. Kini mereka berdua menjadi saling diam, atau lebih tepatnya saling menghindar satu sama lain. Terlebih lagi Syila, gadis itu sejak terjadi insiden yang membuat jantungnya hampir jatuh ke usus, Syila sama sekali tidak berani menatap Erka. Sebisa mungkin dia menghindari kontak mata dan percakapan bersama Erka.

Terlihat lebay padahal mereka sudah menjadi suami istri, tapi namanya masih malu malu ya mau bagaimana. Lagian juga diantara mereka belum ada yang menyatakan perasaan nya, jadi mereka masih berada digaris abu abu. Kalo kata jaman sekarang mah HTS (Hubungan Tanpa Status) ceunah.

"Kalian kenapa saling diam gini?."

Ruka yang sejak tadi sadar akan kelakuan anak dan juga menantu nya bertanya juga. Ruka bingung dengan ke terdiaman yang terjadi diantara Syila dan juga Erka. Aneh sekali melihat mereka berdiam diri seperti habis gelud.

"Betul, kalian ini kenapa kok diem diem begini?."Ali pun turut mengeluarkan pertanyaan karena ikut terheran heran dengan tingkah kedua pasutri ini.

Syila dan Erka yang ditanya mereka saling pandang. Tidak lucu kan jika mereka menjawab sejujurnya. Yang ada kedua orang tua mereka akan menertawakan nya.

"Gapapa bun, bi. Kita ga kenapa kenapa."Syila akhirnya mengambil jalan tengah. Dia mencoba mengatur ekspresi nya agar terlihat meyakin kan.

"Masa sih, orang dari tadi kalian kaya saling menghindar begitu."Ruka masih menatap mereka dengan curiga. Pasalnya sejak mereka berdua keluar dari kamar tingkah mereka sangat berbeda sekali.

"Engga bun, beneran kira gapapa."

"Kalian ga lagi berantem kan?."tanya Ali dengan alis terangkat satu.

Erka dan Syila kompak menggeleng kan kepala. Berantem dari mana, justru mereka baru saja melakukan adegan yang romantis. Tapi ketutup gengsi dan malu saja.

Ruka dan Ali hanya diam sambil memandang kedua anaknya. Sedikit masih tidak percaya dengan jawaban yang diberikan. Tapi ya sudah lah itu bukan urusan mereka, mungkin hanya perasaan mereka saja.

"Abi sama bunda mau pergi ke tempat temen abi. Kalian mau ikut?."

Syila melirik Erka meminta jawaban, karena kalo Syila pribadi sih tidak ingin ikut. Alesannya simple, apa lagi jika bukan nanti mati kebosanan disana. Cukup sekali Syila ikut dengan orang tuanya berkunjung ke tempat teman Abi nya. Dan Syila tidak mau lagi ikut ikutan.

Paham dengan arti lirikan dari istrinya, Erka pun menolak ajakan mertuanya dan berkata bahwa mereka sudah memiliki jadwal sendiri.

"Lain kali aja bi, aku sama syila kebetulan hari ini mau pergi jalan."Erka tersenyum simpul.

"Oh ya bagus lah kalo gitu. Manfaatkan waktu bersama ya."balas Ali mengangguk takzim.

"Maklum bi mereka baru ketemu lagi setelah ldr lama. Masih kangen kangen nya kali."Ruak tersenyum menggoda.

"Iya ya abi lupa bun."

Sedangkan Erka dan Syila hanya tersenyum canggung. Tak merespon ataupun membalas ucapan kedua orang tuanya.

"Yaudah abi sama bunda siap siap dulu ya."ujar Ali bangkit dari duduk duduknya diikuti oleh Ruka dibelakang nya.

Dan kini hanya tersisa Erka dan Syila yang berada di ruang TV. Mereka berdua jadi semakin canggung dengan kondisi yang berduaan seperti ini. Mungkin jika saja mereka tadi tidak berciuman mungkin mereka tidak akan terjebak dengan situasi yang sangat tidak enak seperti ini.

Love Suamikkk (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang