36

13.3K 233 3
                                        

Happy Reading 🤗
Enjoy💋

















"Widih primadona kita sudah datang."Zidan berseru ketika melihat Syila datang berjalan menghampiri meja makan.

Semua orang yang berada dimeja makan menoleh serempak melihat kedatangan Syila.

"Selamat pagi semua."sapa Syila ketika sampai didepan mereka.

"Pagi."

"Wahhh ternyata sudah siap semua ya."ujar Syila melihat meja makan miliknya sudah penuh dengan makanan.

"Sudah, mama dan bunda mu yang siapkan."jawab Ria.

"Maaf ya tidak ikut bantu bantu."

"Gausah ga enakan gitu syil, liat noh si zura baru bangun langsung nyaplok gorengan."Zidan menunjuk Zura yang sedang menyantap goreng bakwan.

Sadar namanya disebut Zura menoleh kearah Zidan."Biarin lah suka suka gue, tante ria sama tante ruka aja ga masalah tuh."

"Yeee minimal mah sadar diri."

"Heh! ngaca! lo juga baru bangun langsung kemari bambang!."kesal Zura.

"Ya kan gue dibangunin sam---"

"Sudah sudah tidak baik berdebat didepan makanan."Ali yang tidak ingin terjadi keributan langsung melerai Zura dan Zidan.

"Ga dimana mana ribut aja, heran."gumam Aji.

"Syila, kemana erka?."tanya Bara karena melihat Syila hanya seorang diri.

Syila yang hendak mengambil nasi goreng menoleh kearah Ayah mertuanya."Kak erka masih tidur pa."

"Tumben sekali anak itu bangun siang."ujar Bara.

"Mungkin kecapean pa, makanya masih tidur."sahut Ria dengan senyuman penuh arti. Syila yang tidak menyadari mengangguk mengiyakan.

Ria tersenyum penuh arti bukan tanpa sebab, wanita paruh baya itu melihat rambut basah milik menantu satu satunya. Ia berpikir bahwa menantu dan putranya semalam telah proses membuat cucu.

Ruka yang menyadari ada sesuatu yang tidak beres menaikan sebelah alisnya, bertanya dengan kode mata pada besannya itu.

"Kayanya kita mau dapet cucu ruk."bisik Ria pada Ruka yang memang kebetulan duduk bersebelahan.

Ruka yang belum faham maksud Ria mengerutkan keningnya bingung.

"Liat tuh anak kita, rambutnya basah. Kayanya semalem mereka habis bertempur."Ria menunjuk Syila yang kini sedang menikmati sarapannya.

Ruka yang akhirnya faham maksud besannya langsung melihat kearah rambut Syila yang memang basah."Wah cucu kita sedang on the way ri."kata Ruka sambil cekikikan bersama besannya.

"Syil, semalam erka kecapean karna apa?."tanya Ruka. Ternyata wanita paruh baya itu terlihat sekali kepo.

Syila yang mendapat pertanyaan dari Bunda nya sedikit menyerit bingung."Kan semalam habis bakar bakar bun, ya mungkin kak erka kecapean karna itu. Memang nya kenapa?."

Ruka dan Ria kompak saling tatap dengan senyum yang semakin aneh."Masa sih, emang sehabis bakar bakar semalem kalian ngapain?."

Syila semakin dibuat bingung dengan pertanyaan yang ditanyakan oleh Ria. Apa ada masalah semalam yang Syila tidak ketahui atau bagaimana?.

Namun tidak hanya Syila, semua orang yang berada dimeja makan juga dibuat bingung. Tidak tau apa maksud dari kedua wanita parah tersebut.

"Kalian ini kenapa?."Akhirnya Ali mengeluarkan suaranya. Ia pun sama tidak mengertinya dengan maksud istri dan besan nya.

Love Suamikkk (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang